• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 17 Januari, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Nusantara Berita PKB

Debat Sengit Gibran vs Gus Muhaimin soal Contekan hingga Catatan MK 

"Bahkan lebih fatal lagi dalam pengadaan pangan nasional, petani tidak dilibatkan dan hanya melibatkan korporasi. Ini yang harus kita ubah," ujar Gus Muhaimin.

by Redaksi
23 Januari 2024
in Berita PKB, Nusantara
0
Debat Sengit Gibran vs Gus Muhaimin soal Contekan hingga Catatan MK 

Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, terlibat debat sengit dengan Paslon nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, Minggu (21/1/2024). FOTO | Dok. PKBTalk24

0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Dengan pembangunan desa, kita bangun dari bawah, dengan pembangunan dari bawah, kita yakin akan tumbuh kehidupan kemasyarakatan, ekonomi, dan budaya yang akan terus terjaga dan lestari,” ujar Gus Muhaimin. 

 

PKBTalk24 | Jakarta – Debat sengit dan saling sindir antara Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin dengan Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka tersaji di debat Pilpres, Minggu (21/1/2024) malam.

Awalnya Gus Muhaimin menjawab pertanyaan dari panelis terkait dengan tema pangan. Gus Muhaimin mendapatkan pertanyaan dari moderator tentang bagaimana strategi paslon dalam mengatasi dampak perubahan iklim. Gus Muhaimin atau Cak Imin pun memberikan jawaban terlebih dahulu. Namun kemudian mendapat sindiran dari Gibran bahwa Cak Imin enak menjawabnya karena tinggal membaca “catatan”.

“Perubahan iklim ekstrem mengancam produksi pangan dan menurunkan kualitas gizi pangan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia, kecerdasan, imunitas dan produktivitas, bagaimana strategi paslon untuk menghadapi dampak perubahan iklim terhadap produksi dan kualitas gizi pangan?” demikian pertanyaan yang dibacakan moderator dalam debat Pilpres keempat di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024).

RelatedPosts

Agenda Besar Danantara 2026: Reformasi BUMN, Pangkas Jumlah Perusahaan, Dongkrak Dividen

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Pendidikan Berkualitas untuk Anak dari Keluarga Miskin

Petugas Haji Wajah Negara di Tanah Suci, Profesionalisme dan Integritas Jadi Harga Mati

Jawaban Cak Imin diawali dengan penjelasan bahwa sebelum ada masalah perubahan iklim pun petani Indonesia sudah mengalami masalah irigasi, kesulitan air. Apalagi jika ditambah dengan problem dampak terjadinya perubahan iklim ekstrem.

Justru masalah yang lebih fatal ujar Gus Muhaimin, petani Indonesia seolah tidak dilibatkan pemerintah dalam masalah penyediaan pangan nasional.

“Bahkan lebih fatal lagi dalam pengadaan pangan nasional, petani tidak dilibatkan dan hanya melibatkan korporasi. Ini yang harus kita ubah,” ucapnya.

Padahal menurut Gus Muhaimin, potensi produk pertanian Indonesia masih besar. Karena itu, menurut Cak Imin petani harus didukung dengan pengadaan lahan lewat reforma agraria.

Selain itu, ujar Gus Muhaimin pentani juga harus mendapatkan dukungan dengan terjaminnya ketersediaan pupuk. Sebab menurutnya, kadang petani punya uang, tetapi pupuknya tidak ada.

“Potensi pupuk organik juga menjadi salah satu bagian penting agar produksi pertanian kita semakin berkualitas,” kata Cak Imin. 

Oleh karena itu, pasangan AMIN, katanya, akan membuat program perlindungan gagal tanam gara-gara iklim agar petani merasa aman. Dia mengatakan petani tak boleh dibiarkan. “Kualitas pangan kita juga bergantung kemampuan kita memfasilitasi agar petani kita lebih produktif lagi,” tegas Cak Imin.

Tanggapan Gibran sambil menyinggung soal ‘Catatan’

Selanjutnya, setelah Gus Muhaimin memberikan jawaban panelis,  Gibran mendapat waktu pertama untuk memberikan tanggapan. Gibaran pun menyindir Cak Imin yang disebutnya menjawab sambil membaca catatan.

Terlihat dalam menjawab pertanyaan tersebut, Cak Imin memang sebentar-sebentar terlihat membaca saat memberi jawaban.

“Enak banget ya, Gus, ya, jawabnya sambil baca catatan tadi. Kuncinya di sini adalah eksistensifikasi dan intensifikasi lahan,” ujar Gibran sambil tersenyum. Cak Imin juga tersenyum mendengar ucapan Gibran itu.

Menurut Gibran salah satu upaya dalam mengatasi masalah pangan adalah membangun pabrik pupuk. Hal itu, kata dia, telah dilakukan di Fakfak, Papua Barat.

“Kemarin tahun lalu kita sudah bangun pabrik pupuk di Fakfak, kuncinya untuk meningkatkan produktivitas ya kita harus genjot kawasan industri pupuk. Kita dekatkan pupuknya dengan lahan-lahan pertaniannya, kuncinya pupuk, dan pupuk harus didekatkan dengan lahan-lahan pertanian, otomatis produktivitas akan meningkat,” kata Gibran.

Selain itu, Gibran juga menekankan tentang peningkatan produktivitas petani. Juga dengan melibatkan generasi muda dalam sektor pertanian dengan konsep smart farming.

“Dan jangan lupa, mekanisasi, kita pengin meningkatkan produktivitas petani, pakai RMU, combine harvester dan juga kita melibatkan generasi muda melalui smart farming, pakai OT untuk melihat PH tanah, keasaman tanah, kesuburan tanah dan juga penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida,” imbuhnya.

Gus Muhaimin Sentil Balik Gibran

Gus Muhaimin pun kemudian memberikan tanggapan atas pernyataan Gibran. Hal itu dilakukan saat moderator memberi waktu Gus Muhaimin untuk menanggapi pernyataan Gibran.

Gus Muhaimin mengatakan, apa yang dikatakan Gibran hanya mengulangi apa yang telah dia jelaskan.

Cak Imin pun melngatakan, “Pak Gibran, yang Anda sampaikan mengulang apa yang saya sampaikan. Saya ingin memperdalam lagi bahwa petani kita potensinya besar sekali. Jumlah petani kita masih sangat besar, potensi tanah kita subur masih banyak lagi,” tutur Cak Imin.

Cak Imin mengatakan bahwa kebutuhan pangan RI juga memiliki pasar yang luar biasa. Cak Imin menilai pemerintah harus turun tangan dalam permasalahan ini.

“Di sisi yang lain kita juga memiliki apa yang disebut kebutuhan pangan kita juga pasar yang luar biasa. Nah dalam konteks ini antara supply kita punya potensi, antara permintaan kita juga punya sangat kuat,” kata Cak Imin

“Oleh karena itu pemerintah tidak boleh, turun tangan jangan terlalu normatif menghadapi keadaan,” ujar Gus Muhaimin.

MK Dibawa-bawa

Selesai sudah soal ‘catatan’, kemudian muncul sindiran yang membawa Mahkamah Konstitusi (MK). Cak Imin membawa-bawa soal ‘catatan Mahkamah Konstitusi’ ketika menjawab pertanyaan dalam debat Pilpres 2024.

Mulanya, moderator debat Pilpres 2024 bertanya kepada tiga cawapres soal cara agar masyarakat desa dapat membangun desanya sendiri. Moderator bertanya soal bagaimana kebijakan dan strategi agar warga desa lebih berminat untuk tinggal dan membangun desanya.

Cak Imin tak langsung menjawab moderator, namun beberapa detik mencatat di kertas.

“Terima kasih saya catat sedikit,” kata Cak Imin. Setelah mencatat, Cak Imin lantas menyebut terpenting catatan yang ditulisnya bukan catatan Mahkamah Konstitusi.

“Terima kasih, saya catat sedikit, yang penting ini bukan catatan dari Mahkamah Konsitusi,”celetuk Gus Muhaimin, disambut riuh penonton debat.

Kemudian, dia melanjutkan menjawab pertanyaan moderator. Dia mengatakan hal paling penting adalah paradigma.

“Sebetulnya diawali dari paradigma, paradigma pembangunan itu seperti apa. Dulu kita gagal zaman Orde Baru karena kita bangun dari atas,” katanya.

Gus Muhaimin melanjutkan, saat ini arah perhatian pemerintah terhadap desa sudah cukup baik. Dia mengatakan pembangunan desa mendorong kemajuan bagi masyarakat desa.

“Dengan pembangunan desa, kita bangun dari bawah, dengan pembangunan dari bawah, kita yakin akan tumbuh kehidupan kemasyarakatan, ekonomi, dan budaya yang akan terus terjaga dan lestari,” ujar Gus Muhaimin.

Adapun implementasi dari UU Pembangunan Desa dan penerapan dana desa, katanya, terus meningkat dari tahun ke tahun. Hasilnya, infrastruktur di desa semakin baik dan terjadi transformasi desa dari desa tertinggal menjadi desa maju dan mandiri.

Dia menyebut desa tertinggal hanya tersisa 4.000 dari 13 ribu desa. Cak Imin mengungkap keberhasilan pemerintah dalam mendorong kemajuan desa.

“Hari ini sudah 13 ribu desa yang tertinggal menjadi desa maju, desa mandiri. Sekarang sudah tinggal 4.000 saja. Ini bukti bahwa infrastruktur kita berjalan baik, dana desa terlaksana dengan baik, sehingga masyarakat desa semakin kerasan,” ucap dia.

Wakil Ketua DPR itu juga mengatakan strategi untuk mendorong masyarakat desa tetap bertahan dan membangun desa ialah dengan menaikkan nominal dana desa menjadi Rp 5 miliar. Menurutnya, kondisi ekonomi di desa akan meningkat.

“Nanti ke depan, kita akan siapkan, naikkan lagi anggaran Rp 5 miliar per desa agar tak hanya infrastrukturnya yang baik, tapi juga kehidupan ekonomi yang tumbuh melalui BUMDes, melalui berbagai kegiatan wirausaha yang tumbuh, pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, sehingga orang tertarik di desa,” ucapnya.

Menurutnya, dana tersebut dapat memperbaiki infrastruktur dan pembangunan sarana prasarana.

“Kehidupan ekonomi memadai, dan desa terjaga menjadi komunitas yang membanggakan. sehingga masyarakat tidak lagi tertarik urbanisasi, tapi cukup kembali ke desa, membangun desa untuk pembangunan bangsa,” paparnya.

Setelah Cak Imin selesai menjawab, giliran Gibran yang menanggapi Cak Imin. Gibran menilai Cak Imin lebih santai dibandingkan debat Cawapres pertama.

“Nah gitu dong Gus, jangan terlalu tegang kayak waktu debat Cawapres pertama kemarin,” pungkas Gibran. (***)

Tags: cak imingus muhaiminkualitas gizi panganmembangun pabrik pupukpangan nasionalPasangan AMINperubahan iklimpetani Indonesiaproduk pertanian Indonesiaproduktivitas petanismart farming

RelatedPosts

danantara indonesia

Agenda Besar Danantara 2026: Reformasi BUMN, Pangkas Jumlah Perusahaan, Dongkrak Dividen

by Redaksi
15 Januari 2026
0

Danantara menyiapkan agenda besar reformasi BUMN mulai 2026, termasuk pengurangan jumlah perusahaan, penguatan kinerja, dan peningkatan dividen bagi pemegang saham....

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Pendidikan Berkualitas untuk Anak dari Keluarga Miskin

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Pendidikan Berkualitas untuk Anak dari Keluarga Miskin

by Redaksi
14 Januari 2026
0

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi sebagai afirmasi pendidikan berkualitas bagi anak dari keluarga miskin dan...

Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo

Petugas Haji Wajah Negara di Tanah Suci, Profesionalisme dan Integritas Jadi Harga Mati

by Redaksi
14 Januari 2026
0

Petugas haji merupakan wajah negara Indonesia di Tanah Suci. Kementerian menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, pelayanan ikhlas, serta larangan menerima gratifikasi...

Next Post

Greenflation, Topik yang Jadi Bahan Perdebatan Panas antara Cawapres Mahfud dan Gibran!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jamaah hai indonesia 2025

Presiden Prabowo Teken Keppres Biaya Haji 2025, Ini Rinciannya

11 bulan ago
Ucapkan Selamat, PKB Jakarta Berharap Gubernur Terpilih Lanjutkan Program yang Sudah Baik

Ucapkan Selamat, PKB Jakarta Berharap Gubernur Terpilih Lanjutkan Program yang Sudah Baik

1 tahun ago

Popular News

  • Patung M.H. Thamrin Bakal Dipindah ke Jalan Thamrin, FPKB DPRD DKI Minta Jadi Ikon Sejarah Betawi yang Instagramable

    Patung M.H. Thamrin Bakal Dipindah ke Jalan Thamrin, FPKB DPRD DKI Minta Jadi Ikon Sejarah Betawi yang Instagramable

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Akhirnya Kunjungi IKN, Pastikan Nusantara Jadi Ibu Kota Politik 2028

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Priok dan Jakarta Utara: Jangan Biarkan Pelabuhan Terus Tumbuh, Kota Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agenda Besar Danantara 2026: Reformasi BUMN, Pangkas Jumlah Perusahaan, Dongkrak Dividen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar
Feature

‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

14 Januari 2026
Patung M.H. Thamrin Bakal Dipindah ke Jalan Thamrin, FPKB DPRD DKI Minta Jadi Ikon Sejarah Betawi yang Instagramable
Daerah

Patung M.H. Thamrin Bakal Dipindah ke Jalan Thamrin, FPKB DPRD DKI Minta Jadi Ikon Sejarah Betawi yang Instagramable

14 Januari 2026
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Pendidikan Berkualitas untuk Anak dari Keluarga Miskin
Berita Eksekutif

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Pendidikan Berkualitas untuk Anak dari Keluarga Miskin

14 Januari 2026
Penerimaan siswa baru madrasah negeri
Humaniora

Kemenag Buka Penerimaan Murid Baru Madrasah 2026/2027, Pendaftaran Dimulai Januari

14 Januari 2026
Direktur Bina Petugas Haji Reguler, Chandra Sulistio Reksoprodjo
Berita Eksekutif

Petugas Haji Wajah Negara di Tanah Suci, Profesionalisme dan Integritas Jadi Harga Mati

14 Januari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In