• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Rabu, 15 April, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Nusantara Berita Parlemen

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

by Redaksi
14 April 2026
in Berita Parlemen, Nusantara
0
Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB

Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB, saat Menyampaikan Pemandangan Umum FPKB dalam Sidang Paripurna membahas Ranperda SPAM di ruang sidang DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4/2026). FOTO | Dok. PKBTalk24

0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta menolak privatisasi Sistem Penyediaan Air Minum dalam pembahasan Ranperda SPAM. Air ditegaskan sebagai hak dasar rakyat yang wajib dikelola negara untuk kesejahteraan bersama.

 

PKBTalk24 | Jakarta ~  Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi DKI Jakarta menegaskan sikap tegas menolak segala bentuk privatisasi pengelolaan air minum di Jakarta, termasuk keterlibatan swasta dalam kepemilikan maupun pengendalian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Sikap ini disampaikan dalam Pandangan Umum Fraksi PKB terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4/2026).

Juru bicara Fraksi PKB, Heri Kustanto, menegaskan bahwa air merupakan hak dasar rakyat yang tidak boleh dikuasai oleh kepentingan privat. Ia menyebut, pengelolaan air harus sepenuhnya berada di tangan negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat.

“Air bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi hak dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, negara harus hadir penuh dalam pengelolaannya, bukan menyerahkannya kepada mekanisme pasar,” ujar Heri.

RelatedPosts

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

Boarding Pass 2029 di Tangan, PKB Siap Terbangin Cak Imin ke Kursi RI-1

Soroti Kasus Videografer Karo, Muhaimin Iskandar: Nilai Kreativitas Rp 0 Itu Berbahaya!

Dalam pandangannya, Fraksi PKB mengacu pada amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Air, kata dia, termasuk dalam kategori tersebut dan tidak boleh dikelola dengan orientasi keuntungan semata.

Selain landasan konstitusional, PKB juga menggarisbawahi perspektif keagamaan. Dalam ajaran Islam, air dipandang sebagai kebutuhan fundamental yang menyangkut kehidupan sekaligus ibadah, sehingga penyediaannya menjadi kewajiban kolektif (fardhu kifayah) yang harus dipenuhi oleh pemerintah sebagai pemegang amanah.

“Kalau negara abai dalam penyediaan air bersih, maka itu bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga persoalan moral dan tanggung jawab kolektif,” katanya.

Akses air bersih warga DKI masih rendah

Di sisi lain, Fraksi PKB menyoroti masih rendahnya cakupan layanan air perpipaan di Jakarta yang baru mencapai sekitar 67–68 persen. Artinya, masih ada sekitar 3 hingga 3,5 juta warga yang belum menikmati akses air bersih yang layak.

Kelompok masyarakat ini, menurut PKB, umumnya berasal dari kalangan berpenghasilan rendah yang terpaksa membeli air dengan harga mahal atau menggunakan sumber air yang kualitasnya tidak terjamin. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk ketimpangan yang harus segera diatasi melalui kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.

“Ranperda ini harus menjadi instrumen untuk mengakhiri ketidakadilan itu, dengan memastikan akses air bersih yang merata dan terjangkau,” tegasnya.

PKB juga menyoroti tingginya tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW) yang masih berada di kisaran 45–47 persen. Angka tersebut dinilai sangat tinggi dan menyebabkan potensi kerugian hingga Rp 2,5 triliun per tahun.

Untuk itu, Fraksi PKB mendorong agar pemerintah memprioritaskan perbaikan dan pembaruan jaringan pipa yang sudah usang, sekaligus memperluas layanan ke wilayah yang belum terjangkau, terutama kawasan padat dan permukiman warga kurang mampu.

Selain itu, PKB mengingatkan pentingnya kebijakan pengendalian eksploitasi air tanah yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama penurunan muka tanah di Jakarta. Namun, pembatasan tersebut harus difokuskan pada sektor industri dan bangunan komersial berskala besar yang menggunakan air tanah dalam jumlah besar.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang jadi korban. Pengaturan harus adil dan menyasar pihak yang memang berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Fraksi PKB juga mendorong agar Ranperda SPAM mengatur skema tarif yang berkeadilan melalui subsidi silang, bahkan membuka peluang penerapan tarif dasar gratis atau sangat terjangkau bagi masyarakat miskin.

Tak hanya itu, PKB menekankan pentingnya transparansi, pengawasan publik, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan air minum untuk meningkatkan efisiensi dan menekan kebocoran.

Menutup pandangannya, Fraksi PKB menyatakan mendukung pembahasan dan pengesahan Ranperda SPAM dengan catatan substansi aturan harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Air harus kembali pada hakikatnya: milik publik, dikelola negara, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bersama,” kata Heri. (AKH)

Tags: #AirUntukRakyat#DPRDDKI#KeadilanSosial#PAMJaya#PKBDKI#SPAMJakarta#TolakPrivatisasiJakarta

RelatedPosts

badal haji

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

by Redaksi
13 April 2026
0

Polemik “war tiket haji 2026” memicu pro-kontra. Pemerintah fokus tuntaskan antrean hingga 40 tahun dan bersihkan potensi kecurangan dalam tata...

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

Boarding Pass 2029 di Tangan, PKB Siap Terbangin Cak Imin ke Kursi RI-1

by Redaksi
12 April 2026
0

PKB mulai ancang-ancang Pilpres 2029 dengan mendorong Muhaimin Iskandar sebagai capres atau cawapres. Didukung sistem kaderisasi, efek Pilpres 2024, dan...

Gus Muhaimin PKB Konsten Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Soroti Kasus Videografer Karo, Muhaimin Iskandar: Nilai Kreativitas Rp 0 Itu Berbahaya!

by Redaksi
31 Maret 2026
0

Pernyataan tegas datang dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar. Ia mengkritik keras cara pandang aparat penegak hukum yang...

Next Post
badal haji

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Ramai Pertukaran Uang Jelang Lebaran, Gus Muhaimin Minta Warga Waspada Peredaran Uang Palsu

Ramai Pertukaran Uang Jelang Lebaran, Gus Muhaimin Minta Warga Waspada Peredaran Uang Palsu

3 tahun ago
jamaah haji indonesia 2025

Baru Tahun Ini! Layanan Haji Serba Digital, Jemaah Tak Perlu Ngantri Lagi Masuk Asrama!

11 bulan ago

Popular News

  • Wafa Patria Umma, Wakil Ketua DPW PKB Jakarta

    Wafa Patria Umma: Bukan Cuma Kuota, Saatnya Perempuan Naik Level Jadi ‘Decision Maker’ di Politik Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Boarding Pass 2029 di Tangan, PKB Siap Terbangin Cak Imin ke Kursi RI-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Mukernas PKB, Gus Muhaimin Bandingkan Soeharto dan Jokowi: Anaknya Jadi Wapres Aman Saja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB
Berita Parlemen

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

14 April 2026
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar
Berita PKB

Boarding Pass 2029 di Tangan, PKB Siap Terbangin Cak Imin ke Kursi RI-1

12 April 2026
Wafa Patria Umma, Wakil Ketua DPW PKB Jakarta
Figure

Wafa Patria Umma: Bukan Cuma Kuota, Saatnya Perempuan Naik Level Jadi ‘Decision Maker’ di Politik Jakarta

11 April 2026
5 Pansus Dibentuk Sekaligus untuk Kawal Isu Krusial Jakarta
Daerah

DPRD DKI Ngebut! 5 Pansus Dibentuk Sekaligus untuk Kawal Isu Krusial Jakarta

31 Maret 2026
Gus Muhaimin PKB Konsten Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran
Berita Eksekutif

Soroti Kasus Videografer Karo, Muhaimin Iskandar: Nilai Kreativitas Rp 0 Itu Berbahaya!

31 Maret 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In