“PR Pemprov DKI masih sangat kompleks. Mulai dari sampah, kemacetan, kemiskinan, hingga infrastruktur. Semua harus diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegas Fuadi.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta Timur tak hanya jadi ajang konsolidasi organisasi, tapi juga panggung kritik terbuka untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Digelar di Fave Hotel, Cililitan, Sabtu (18/4/2026), acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Hasbiallah Ilyas, Mohammad Fauzi, Dita Indah Sari, hingga Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Di hadapan langsung Bang Doel, Ketua DPC PKB Jakarta Timur M. Fuadi Luthfi menyampaikan pesan tegas: Jakarta butuh pemerintah yang lebih sigap, cepat tanggap, dan responsif terhadap keluhan warga.
Dari Muscab ke Kritik Terbuka: “PR Jakarta Masih Banyak”
Fuadi menegaskan, Muscab bukan sekadar agenda rutin merapikan struktur partai. Lebih dari itu, ini adalah momentum menyusun arah masa depan politik Jakarta yang lebih solutif.
Namun di sisi lain, ia tak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih membelit ibu kota.
“PR Pemprov DKI masih sangat kompleks. Mulai dari sampah, kemacetan, kemiskinan, hingga infrastruktur. Semua harus diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegas Fuadi.
Menurutnya, kunci utama adalah perubahan budaya kerja pemerintah: dari birokrasi lambat menjadi gerak cepat.
Keluhan Warga: Dari Jalan Berlubang hingga Pohon Rawan Tumbang
Sebagai anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Fuadi mengaku setiap hari menerima laporan langsung dari masyarakat. Mulai dari masalah klasik hingga yang bersifat darurat. Mulai dari jalan berlubang, saluran air mampet, hingga persoalan pohon rimbun yang rawan tumbang
Ironisnya, banyak laporan warga justru tersendat di meja birokrasi. “Ada yang harus menunggu sampai tiga minggu hanya untuk penanganan penopingan pohon, dengan alasan alat terbatas,” ungkapnya.
Karena itu, ia mendesak Pemprov DKI—khususnya Pemerintah Kota Jakarta Timur—untuk menambah armada penopingan pohon, demi mencegah risiko saat musim hujan.
PKB & PDIP: Dua Kekuatan Lama, Bisa Jadi Solusi Baru
Di hadapan Rano Karno yang juga kader PDIP, Fuadi turut menyinggung relasi historis antara PKB dan PDIP.
PKB, kata dia, selama ini identik sebagai representasi kaum santri, sementara PDIP dikenal sebagai representasi kaum abangan. “Dua kekuatan ini kalau disatukan, bisa jadi solusi besar untuk Jakarta,” ujarnya.
Narasi ini sekaligus menjadi sinyal politik bahwa kolaborasi lintas basis kultural masih sangat relevan untuk menjawab persoalan kota
Fuadi juga menyoroti capaian PKB di Pemilu 2024 sebagai titik balik kebangkitan partai di Jakarta. Saat ini, PKB telah mengamankan 10 kursi di DPRD DKI Jakarta—angka tertinggi sepanjang sejarah partai di ibu kota. “Ke depan, target kita jelas: naik dua kali lipat,” tegasnya optimistis.
Di Jakarta Timur sendiri, PKB memiliki tiga anggota legislatif yang siap menjadi motor penggerak sinergi dengan Pemprov.
Dukung Pemerintah, Tapi Tetap Kritis
Meski melontarkan kritik, Fuadi memastikan PKB tetap berkomitmen mendukung program strategis Pemprov DKI Jakarta.
Ia menegaskan, sikap kritis yang disampaikan justru bagian dari kontribusi nyata untuk mempercepat solusi.
“Pengabdian PKB itu serius. Tapi jangan lupa, meninggalkan PKB berarti meninggalkan sejarah,” pungkasnya. (AKH)











