Jumat, 29 Agustus, 2025
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Paslon Anies Baswedan-Cak Imin dan Arus Perebutan Potensi Suara NU

Jika paslon Anies-Imin memenangkan Pemilu, maka masa depan keagamaan Indonesia adem ayem.

by Redaksi
4 September 2023
in Feature, Headline, Opini
0
0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Dari segi latar belakang sosial-keagamaan, Cak Imin mewakili komunitas Islam Tradisional (yang merupakan mayoritas pertama), sementara Anies merepresentasikan komunitas Islam Modernis (yang merupakan mayoritas kedua).

 

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA *)

 

PKBTalk24, Jakarta ~ Selamat, pada akhirnya, pasangan calon (Paslon) Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, ditetapkan sebagai Calon Wakil Presiden bagi Anies Baswedan di hotel Majapahit Surabaya, 2 September 2023 siang.

RelatedPosts

PBNU dan Ujian Integritas di Tengah Kasus Kuota Haji

Politik Silaturahim: Jalan Sunyi PKB Jakarta di Tengah Hiruk-Pikuk Politik Transaksional

Runtuhnya Pilar Sekolah Swasta : Refleksi atas Kebijakan Populis di Jawa Barat

Hemat penulis, keputusan ini sangat rasional, mengingat selain Koalisi KIR dengan Gerindra makin tak jelas, apalagi sejak kedatangan PAN dan Golkar. Ibarat kata, lama dipacari, tapi tak kunjung dinikahi, apa tidak tersiksa ??

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini, mengatakan bahwa PKS tetap mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon Presiden untuk Pemilu 2024. Sikap PKS tidak berubah sesuai Keputusan Musyawarah Majelis Syura ke-VIII. Ini merupakan dinamika politik yang menguji kebersamaan.

Pasangan Capres-Cawapres Anis-Imin memiliki banyak irisan, yang saling melengkapi, dan berdampak pada peta politik Indonesia.

Pertama, Anies dan Cak Imin adalah sama-sama alumni Universitas Gadjah Mada; Anies dari Fakultas Ekonomi dan Cak Imin dari Fakultas Ilmu Politik. Jokowi pun alumni UGM.

Kedua, Tidak kalah menariknya, Paslon Anies-Imin merepresentasikan dua kekuatan besar mahasiswa Indonesia. Anies adalah kader HMI sedangkan Cak Imin pernah menjabat Ketua Umum PB PMII. Ini akan menjadi sejarah, dan para kader-kader HMI-PMII akan mencetak sejarah persatuan pertama yang akan selalu dikenang sepanjang zaman.

Ketiga, dari segi latar belakang sosial-keagamaan, Cak Imin mewakili komunitas Islam Tradisional (yang merupakan mayoritas pertama), sementara Anies merepresentasikan komunitas Islam Modernis (yang merupakan mayoritas kedua). Jika paslon Anies-Imin memenangkan Pemilu, maka masa depan keagamaan Indonesia adem ayem.

Keempat, dari segi latar belakang politik-keagamaan, PKS mencerminkan partai religius, Nasdem mewakili spirit partai nasionalis dan PKB merupakan partai nasionalis-religius. Dari segi ideologi politik, tiga partai besar ini telah saling melengkapi satu sama lain, dengan basis massa masing-masing.

Di masa depan, koalisi PKB-PKS-Nasdem ini menciptakan peluang-peluang bagi setiap harapan. Umat bangsa Indonesia mempunyai harapan ke depan bahwa sekat-sekat sosial politik antara kaum “kadrun” dan kaum “cebong” melebur; semua orang bersatu atas nama tokoh politik masing-masing.

Peluang menang sangat besar

Peluang kemenangan paslon Anies-Imin sangat besar. Pertama, dilema politik bukan terletak pada pembentukan koalisi antara PKS-PKB, melainkan pada Gerindra dan PDIP.

Dua partai ini harus berpikir keras bagaimana cara mereka bersikap pada representasi NU, kyai Said Aqiel, Khofifah Indar Parawansah, dan lainnya. Sekiranya Anies-Imin maju pada Pemilu, maka siapa cawaspres bagi Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo?

Haruskah mereka mengambil dari kader NU atau tidak? Jika iya, maka seberapa besar dampaknya? Dan jika tidak, bagaimana dampaknya pula? Hal pertama, kader-kader terbaik NU haruslah dilirik Prabowo dan Ganjar untuk dipertimbangkan sebagai cawapres mereka.

Sebab, jika tidak dilibatkan, maka potensi seluruh kader dan warga NU mengalir kepada pasangan Anies-Imin. Jika itu terjadi, maka Prabowo maupun Ganjar pasti kalah.

Jika Prabowo dan Ganjar sama-sama mengambil pasangan cawapres dari kalangan NU, maka otomatis suara NU akan terpecah menjadi tiga arus, dengan kehadiran Cak Imin sebagai pilihan ketiga.

Dampaknya, Prabowo dan Ganjar harus bersaing dengan Cak Imin dalam memobilisir suara Nahdliyyin. Prabowo dan Ganjar akan menghadapi banyak kendala apabila harus bersaing dengan Cak Imin dalam menggalang dukungan suara NU.

Sangat mungkin, hasil Prabowo dan Ganjar dalam menjaring suara Nahdliyyin tidak berpengaruh besar pada kemenangan mereka sebab, hanya PKB yang mampu mengkonsolidasi. Gerindra dan PDIP selama ini terbukti sebagai kelas-kelas politik kaum nasionalis.

Dalam berbicara tentang kepentingan politik kaum Nahdliyyin, maka pilihan diksi dan term politik dalam komunikasi hanya dipahami oleh PKB.

Sebab, PKB dan NU tidak terpisahkan. Artinya, menggandeng ataupun meninggalkan basis suara kader NU sama-sama tidak menguntungkan bagi PDIP maupun Gerindra. Lebih tidak menguntungkan lagi apabila Gerindra dan PDIP harus meninggalkan basis suara kader NU.

Untuk menggandeng kader NU semakin sulit bagi PDIP. Sebab, para tokoh NU sudah banyak yang melek politik; membaca bagaimana Jokowi memperlakukan KH Ma’ruf Amin yang tidak mempunyai kekuatan di parlemen.

Para tokoh NU tidak mungkin mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Ibarat kata, PDIP telah menodai dirinya sendiri, menjadikan KH. Ma’ruf Amin sebagai “pajangan”, “pelengkap penderita,” sebagai “pantes-pantesan”.

Tetapi, Pemilu 2024 akan menjadi ajang kebangkitan NU. Mustahil wakil NU akan kembali menjadi pelengkap penderita di masa depan. Penulis tidak yakin suara NU akan mengalir pada PDIP.

Potensi dukungan yang masih terbuka, walaupun kecil dan sempit, adalah kepada Gerindra. Karena Gerindra masih bersih, belum pernah melukai hati orang-orang NU.

Namun, Gerindra sudah sedikit menggores hati orang NU dengan sikapnya yang terbaru; manggantung dan mengubah nama koalisi semaunya sendiri. Dengan mengubah nama koalisi, dengan berapi-api penuh semangat mengatakan di atas podium melanjutkan kepemimpinan Jokowi, sejatinya Gerindra telah menyakiti PKB.

Bukan masalah melanjutkan atau tidak kepemimpinan dan prestasi Jokowi tetapi perubahan nama tersebut tanpa konfirmasi pada PKB. Namun, dalam pertimbangan neraca kepentingan politik, sikap Prabowo Subianto sudah sangat masuk di akal.

Seandainya Prabowo menjadikan Cak Imin sebagai wakil presiden, sementara Cak Imin memiliki pasukan kuat di parlemen, maka kekuasaan akan dibagi dua secara demokratis.

Padahal, porsi kekuasaan yang ideal itu mirip seperti Jokowi, yang pasangannya tidak memiliki kekuatan di parlemen. Sangat dikhawatirkan, maksud dari pernyataan Prabowo Subianto melanjutkan kepemimpinan Jokowi dalam pengertian kepemimpinan mutlak tanpa wakil yang berkuasa, mirip kiai Ma’ruf. Jika itu terjadi, naudzu billah min dzalik.

________________

*) Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Anies BaswedanAnies dan Cak Iminkader NUkebangkitan NUKoalisi KIRkoalisi PKB-PKS-Nasdemmuhaimin iskandarPKBsuara NU

RelatedPosts

Arab Saudi Mulai Batasi Akses ke Makkah untuk Persiapan Musim Haji 2025

PBNU dan Ujian Integritas di Tengah Kasus Kuota Haji

by Redaksi
11 Agustus 2025
1

Penting bagi PBNU—melalui Ketua Umum dan Rais Aam—untuk menunjukkan keteladanan moral. Jika ada pengurus yang disebut-sebut dalam kasus ini, langkah...

H. Tri Waluyo SH., Anggota FPKB DPRD DKI Jakarta

Politik Silaturahim: Jalan Sunyi PKB Jakarta di Tengah Hiruk-Pikuk Politik Transaksional

by Redaksi
28 Juli 2025
0

  Politik silaturahim sejatinya adalah politik kehadiran. Ia menjunjung tinggi tradisi sosial masyarakat Indonesia yang kian terkikis oleh budaya digital...

Pemerintah kembali hidupkan jurusan di SMA

Runtuhnya Pilar Sekolah Swasta : Refleksi atas Kebijakan Populis di Jawa Barat

by Redaksi
16 Juli 2025
0

KDM—mengambil langkah kontroversial: menaikkan jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) di SMA/SMK negeri dari 36 menjadi 50 orang per kelas....

Next Post
Cerita di Balik Deklarasi Capres-Cawapres, Gus Imin : Lega, Para Kiai-Ulama Semua Dukung

Cerita di Balik Deklarasi Capres-Cawapres, Gus Imin : Lega, Para Kiai-Ulama Semua Dukung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

6 Dekret Gus Muhaimin ke Kader PKB: Lanjutkan Perjuangan Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari hingga Menangkan Pemilu 2024

Awal Mula Julukan Panglima Santri untuk Gus Muhaimin

2 tahun ago
Jargon Netralitas dan Ujian Syahwat Politik Elit PBNU

Jargon Netralitas dan Ujian Syahwat Politik Elit PBNU

2 tahun ago

Popular News

  • OTT KPK Wamenaker Noel

    Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil H. Sutikno, Caleg Incumbent dari PKB Raih Suara Terbanyak di Dapil 7 Jakarta Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FPKB DKI Ingatkan Pramono: Kaji secara Matang Sebelum Putuskan Ragunan Buka 24 Jam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo
Berita Eksekutif

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

25 Agustus 2025
Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027
Daerah

Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027

25 Agustus 2025
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Daerah

PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

25 Agustus 2025
Info Haji 2024: Indonesia dapat 241.000 Kuota, 554 Kloter Jemaah Haji Reguler, Siap Berangkat Mulai 12 Mei 2024
Ekbis

Panja RUU Haji Setuju Petugas Embarkasi Bisa Nonmuslim, Tapi Wajib Muslim di Arab Saudi

23 Agustus 2025
OTT KPK Wamenaker Noel
Berita Eksekutif

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

22 Agustus 2025

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In