PKB mulai ancang-ancang Pilpres 2029 dengan mendorong Muhaimin Iskandar sebagai capres atau cawapres. Didukung sistem kaderisasi, efek Pilpres 2024, dan hilangnya presidential threshold, jalan Cak Imin dinilai makin terbuka.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Ngobrolin Pilpres 2029 sekarang mungkin kedengarannya kayak “kepagian banget”. Tapi di dunia politik, yang santai justru sering ketinggalan. Yang gerak dari sekarang? Biasanya mereka yang nanti paling siap di garis start.
Dan kali ini, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin keliatan nggak mau cuma jadi penonton. PKB mulai terang-terangan kasih sinyal: 2029 bukan sekadar wacana, tapi target yang lagi dipanasin dari sekarang.
Bukan Lagi Tiket, Ini Boarding Pass
Dulu, mau ngomong capres aja partai harus ribet cari koalisi. Harus nunggu “restu sana-sini”. Tapi sekarang ceritanya beda. Sejak presidential threshold dihapus lewat putusan Mahkamah Konstitusi, peta permainan langsung berubah total.
PKB sekarang ibaratnya udah pegang boarding pass, bukan sekadar tiket antre. Artinya? Mau terbang kapan aja, bisa. Mau berangkat sendiri, juga bisa. Nggak perlu lagi drama cari teman koalisi cuma buat bisa daftar.
PKB Lagi Ngegas, Nggak Mau Jadi Figuran
Sinyal ini juga dipertegas langsung oleh Muhammad Hanif Dhakiri. Menurutnya, PKB nggak mau cuma “bertahan hidup” di politik. Targetnya jelas: naik kelas. Dari partai pendukung → jadi pemain utama.
Makanya, mesin kaderisasi mulai dipanasin. Bukan cuma buat isi struktur, tapi buat nyiapin pemimpin yang bener-bener siap tanding. Karena di politik hari ini, kata Hanif, bukan cuma soal populer atau punya logistik tebal. Tapi soal: siapa yang paling siap.
Modal Lama, Tapi Belum Habis
Pengalaman Pilpres 2024 kemarin juga bukan cerita lewat doang. Waktu jadi cawapres, Cak Imin dapet satu hal penting: exposure nasional. Namanya makin dikenal. Figurnya makin kebaca. Dan yang paling penting: mulai nyentuh pemilih muda.
Buat Gen Z yang baru “melek politik” di 2024, Cak Imin bukan sosok asing lagi. Bahkan, buat sebagian, dia udah masuk radar pilihan. Dan kalau kedekatan ini terus dirawat—dengan gaya yang nggak kaku, nggak terlalu elitis—ini bisa jadi amunisi besar buat 2029.
Di internal, posisi Cak Imin juga relatif aman. Nggak ada turbulensi berarti. Ditambah lagi, basis massa PKB yang kuat—terutama dari jaringan Nahdlatul Ulama—jadi fondasi yang nggak bisa dianggap remeh. Artinya, ini bukan cuma soal ambisi. Tapi juga soal struktur yang siap menopang.
2029 Masih Jauh, Tapi Start Sudah Bunyi
Jadi ya, meskipun 2029 masih beberapa tahun lagi, satu hal mulai kelihatan: PKB nggak lagi nunggu momentum. Mereka lagi nyiptain momentum. Dan dengan boarding pass di tangan, satu pertanyaan mulai relevan:
Kalau semua sudah disiapkan dari sekarang, apa mungkin 2029 jadi momen lepas landasnya Cak Imin ke kursi RI-1? Atau justru ini baru pemanasan sebelum take off yang sebenarnya? Penulis : Achi Hartoyo, Editor : AKH












