• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, 21 April, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

by Redaksi
27 Januari 2026
in Feature, Opini
0
Tanggul Laut Raksasa

Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan kesiapannya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait proyek ambisius giant sea wall atau tanggul laut raksasa. ILUSTRASI | Dok. Istimewa

0
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

@kholilahmad_AKHKrisis ekologis Indonesia menguji klaim PKB sebagai Green Party. Politik hijau ditimbang dari etika Islam, regulasi, dan keberanian dalam pengambilan kebijakan publik yang ramah terhadap lingkungan.

Oleh : Ahmad Kholil | @KholilAhmad_AKH *

PKBTalk24 | Krisis ekologis di Indonesia hari ini bukan lagi peristiwa alamiah, melainkan konsekuensi pilihan-pilihan politik dan model pembangunan yang terlalu lama memunggungi daya dukung lingkungan. Deforestasi, krisis air, konflik agraria, kerusakan pesisir, hingga bencana ekologis berulang tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari regulasi, izin, dan kebijakan yang kerap menjadikan alam sekadar objek eksploitasi.

Dalam situasi seperti ini, klaim partai politik sebagai partai hijau atau Green Party tidak cukup diuji lewat deklarasi atau peluncuran lembaga internal. Klaim itu harus diuji melalui satu pertanyaan mendasar: apakah politik yang dijalankan sungguh berpijak pada etika menjaga ciptaan, atau justru terjebak dalam kompromi kekuasaan yang merusak lingkungan?

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) termasuk partai yang relatif awal mendeklarasikan diri sebagai Green Party, sejak 2005. Konsistensi ini kembali ditegaskan melalui pembentukan Badan Pekerja Regulasi Hijau dan komitmen mendorong regulasi ramah lingkungan di parlemen. Secara simbolik, ini langkah progresif. Namun, dalam konteks krisis iklim dan kerusakan ekologis yang kian akut, simbol tidak lagi memadai.

RelatedPosts

‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

Bara Tambang di Rumah Besar Nahdlatul Ulama

PKB Jakarta dan Transformasi Politik Kaum Santri di Ibu Kota

Ekologi dalam Perspektif Islam: Amanah, Bukan Hak Milik

Dalam teologi Islam, hubungan manusia dengan alam bukan hubungan kepemilikan mutlak. Al-Qur’an menegaskan manusia sebagai khalifah fil ardh—pengelola, bukan penguasa absolut. Amanah ini melekat dengan larangan melakukan fasad (kerusakan) di bumi: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya” (QS. Al-A’raf: 56).

Kerusakan ekologis dengan demikian bukan semata kegagalan teknis pembangunan, tetapi juga pelanggaran etika dan moral keagamaan. Ketika hutan dibabat tanpa kendali, sungai tercemar, dan ruang hidup masyarakat adat terampas, yang dilanggar bukan hanya undang-undang negara, melainkan amanah keilahian.

Sebagai partai yang lahir dari tradisi Nahdlatul Ulama dan nilai Ahlussunnah wal Jamaah, PKB sejatinya memiliki modal etika yang kuat untuk membangun politik ekologis. Prinsip rahmatan lil ‘alamin meniscayakan relasi harmonis antara manusia, alam, dan masa depan generasi berikutnya. Namun nilai ini hanya bermakna jika diterjemahkan dalam keberpihakan kebijakan yang konkret.

Politik Hijau dan Ujian Regulasi

Di ruang kebijakan publik, komitmen ekologis selalu berhadapan dengan kepentingan ekonomi-politik. UU Minerba, tata ruang yang lentur terhadap investasi, lambannya transisi energi terbarukan, hingga proyek-proyek pembangunan berskala besar menjadi ladang ujian bagi semua partai, termasuk PKB.

Menjadi Green Party bukan soal seberapa sering isu lingkungan diucapkan, tetapi seberapa berani bersikap saat regulasi yang merusak lingkungan dibahas di parlemen. Di sinilah politik ekologis diuji: apakah ia menjadi kekuatan korektif, atau justru larut dalam arus kompromi.

Islam sendiri memberi rambu yang jelas. Nabi Muhammad SAW melarang pemborosan sumber daya, bahkan dalam kondisi berwudhu di tepi sungai. Prinsip la dharar wa la dhirar—tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain—sangat relevan dalam konteks kebijakan lingkungan. Kebijakan yang menguntungkan segelintir elite namun merusak ruang hidup masyarakat luas jelas bertentangan dengan prinsip keadilan ekologis.

Dari Identitas ke Keberanian Politik

PKB kerap menyebut perlunya kerja kolektif, bukan “superman”, dalam menyelamatkan lingkungan. Pernyataan ini tepat. Namun kerja kolektif menuntut kepemimpinan moral yang jelas. Politik hijau tanpa keberanian mengambil posisi tegas hanya akan berakhir sebagai identitas simbolik, bukan kekuatan perubahan.

Di tingkat daerah, di mana perda dan izin lingkungan banyak ditentukan, publik juga menunggu konsistensi kader dan kepala daerah dari PKB. Politik ekologis tidak boleh berhenti di pusat, tetapi harus hidup dalam praktik pemerintahan lokal—mulai dari tata ruang, perlindungan air, hingga pengelolaan sampah dan energi.

Ujian Sejarah Politik Hijau

Di tengah krisis iklim global dan kerusakan ekologis nasional, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar jargon hijau. Ia membutuhkan keberanian politik yang berpijak pada etika, ilmu pengetahuan, dan keberpihakan pada masa depan.

Bagi PKB, klaim sebagai Green Party adalah janji sejarah, bukan sekadar label ideologis. Janji itu hanya akan bermakna jika ditebus dengan keberanian melawan kebijakan yang merusak lingkungan, meski berbiaya politik.

Dalam perspektif Islam, menjaga bumi bukan pilihan politik opsional, melainkan amanah peradaban. Dan di situlah, politik hijau diuji: apakah ia sungguh menjadi jalan rahmatan lil ‘alamin, atau justru turut menyumbang pada pengkhianatan terhadap alam. (***)

___________

            * Penulis adalah Pemerhati Lingkungan, Sosial, dan Kebijakan Publik

Tags: #KeadilanEkologis#KebijakanPublik#LingkunganHidup#PerubahanIklim

RelatedPosts

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

by Redaksi
14 Januari 2026
0

Kelakar Presiden Prabowo soal PKB yang “harus diawasi terus” memantik tafsir politik. Cak Imin menepisnya sebagai candaan. Humor elite atau...

Bara Tambang di Rumah Besar Nahdlatul Ulama

Bara Tambang di Rumah Besar Nahdlatul Ulama

by Redaksi
26 Desember 2025
0

Konflik internal PBNU mencerminkan ujian besar Nahdlatul Ulama di awal abad kedua. Dari polemik kepemimpinan hingga isu konsesi tambang, apakah...

pkb jakarta gelar muswil

PKB Jakarta dan Transformasi Politik Kaum Santri di Ibu Kota

by Redaksi
1 Desember 2025
0

Kenaikan kursi legislatif PKB Jakarta bukan sekadar statistik. Ia merefleksikan tiga hal: Pertama, mobilisasi kultural yang konsisten. Basis NU di...

Next Post
Cak Imin Bawa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo,

Cak Imin Bawa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo, Tegaskan Dukungan Penuh Program Strategis Pemerintah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Bank DKI Klarifikasi gangguan IT

Bank DKI Klarifikasi Gangguan Layanan, Pastikan Dana Nasabah Tetap Aman

1 tahun ago
Laskar Ibu-ibu Majelis Taklim Jakarta Selatan Dukung Gus Muhaimin Maju Pilpres 2024

Laskar Ibu-ibu Majelis Taklim Jakarta Selatan Dukung Gus Muhaimin Maju Pilpres 2024

3 tahun ago

Popular News

  • Mescab DPC PKB Jakarta Selatan

    Ketua DPW PKB Jakarta Dihadang Golok saat Memasuki Area Muscab DPC PKB Jaksel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Jaktim Dihadiri Bang Doel, Fuadi Luthfi Sentil Kinerja Pemprov: “Jangan Lambat, Warga Butuh Gerak Cepat!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu-satunya Calon Perempuan di Muscab PKB Jakbar, Puti Hasni: “Kartini Harus Diteruskan, Bukan Cuma Diperingati”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapat Tambahan Kuota Petugas Haji dari Arab Saudi, Menag: Alhamdulillah, Ini Untuk Layanan Terbaik Jemaah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Mescab DPC PKB Jakarta Selatan
Berita PKB

Ketua DPW PKB Jakarta Dihadang Golok saat Memasuki Area Muscab DPC PKB Jaksel

19 April 2026
Ketua DPC PKB Jakarta Timur
PKBTalk Event

Muscab PKB Jaktim Dihadiri Bang Doel, Fuadi Luthfi Sentil Kinerja Pemprov: “Jangan Lambat, Warga Butuh Gerak Cepat!”

18 April 2026
Ketua DPW PKB Jakarta Hasbialllah Ilyas
Berita PKB

PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

18 April 2026
badal haji
Berita Eksekutif

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

13 April 2026
Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB
Berita Parlemen

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

14 April 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In