PKB menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk 50 calon ketua DPW se-Indonesia. Gus Halim menegaskan UKK adalah standar baru rekrutmen pemimpin wilayah yang transparan dan profesional untuk memperkuat struktur partai.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memasuki fase penting dalam agenda penguatan struktur nasional. Selama dua hari, 8–9 Desember 2025, sebanyak 50 calon ketua DPW PKB dari seluruh Indonesia menjalani proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) di Kantor DPP PKB, Jakarta. Program ini merupakan bagian dari upaya membangun standar baru dalam rekrutmen pemimpin wilayah—lebih profesional, terukur, dan akuntabel.
Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi, Legislatif dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), menegaskan bahwa UKK bukan sekadar tahapan administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan kualitas pemimpin di tingkat provinsi.
“UKK ini adalah komitmen transparansi dan profesionalisme PKB. Kami ingin memastikan setiap calon ketua DPW memiliki kapasitas, integritas, dan karakter kepemimpinan yang kuat,” ujar Gus Halim di Jakarta.
Menurutnya, masa depan PKB tidak boleh bertumpu hanya pada popularitas figur, tetapi pada struktur organisasi yang modern, solid, dan mampu bekerja untuk rakyat. Mekanisme UKK ini juga merupakan implementasi langsung dari visi Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Visi Cak Imin: Pemimpin Wilayah Harus Adaptif dan Kompeten
Gus Halim menegaskan bahwa penguatan struktur selama ini menjadi salah satu fokus utama Cak Imin. PKB ingin memastikan setiap DPW dipimpin oleh kader yang siap membawa energi baru, memiliki visi pembangunan wilayah, dan mampu menggerakkan struktur hingga ke tingkat akar rumput.
“Struktur yang kuat hanya lahir dari pemimpin yang cakap. UKK adalah gerbang untuk menyeleksi kader terbaik—mereka yang visioner, adaptif, dan berkomitmen membesarkan PKB,” tambahnya.
Libatkan Profesional, Gunakan Metode Penilaian Modern
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas seleksi, DPP PKB menggandeng tenaga profesional sebagai penguji. Para kandidat menjalani serangkaian tes psikometri dan penilaian kepemimpinan modern, seperti: FCAT, MSDT, Tes grafis, FTPI, dan LSQ.
Hari kedua diisi dengan presentasi gagasan, pemaparan visi–misi, serta Leaderless Group Discussion (LGD) yang dirancang untuk menguji kemampuan strategis, komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan kepemimpinan situasional.
Menuju Konsolidasi Nasional PKB yang Lebih Kuat
Seluruh rangkaian UKK dirancang sebagai batu loncatan untuk membangun kepemimpinan PKB yang siap menghadapi tantangan politik modern. PKB menargetkan seluruh DPW segera menyelesaikan proses UKK dalam beberapa gelombang berikutnya.
“Kami tidak hanya mencari sosok populer. Kami mencari pemimpin dengan kapasitas manajerial, pemikiran strategis, dan komitmen kuat untuk melayani rakyat,” tegas Gus Halim.
Dengan mekanisme yang lebih sistematis dan terbuka, PKB berharap UKK ini menjadi standard baru dalam pembangunan struktur politik yang kuat, sehat, dan berorientasi pada pelayanan publik. (AKH)












