Insiden mobil MBG menabrak siswa SDN Kalibaru memicu sorotan PKB. Uwais El Qoroni desak Pemprov DKI melakukan audit total standar mutu MBG, termasuk rekrutmen SDM, keamanan distribusi, dan fasilitas layanan di sekolah.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Tragedi memilukan terjadi di SDN Kalibaru 01 Pagi, Jakarta Utara, ketika mobil pengangkut menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba menerobos masuk halaman sekolah dan menabrak belasan murid serta guru yang sedang mengikuti kegiatan pagi. Insiden pada Kamis (11/12/2025) itu menyebabkan 21 korban, dengan lima orang dirawat di RSUD Koja dan 16 lainnya mendapat perawatan di RSUD Cilincing.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kendaraan tersebut biasanya mengantar makanan setiap hari, namun kali ini dikendarai sopir pengganti. Mobil disebut masuk dengan kecepatan tak terkontrol meski pagar sekolah tertutup rapat.
“Karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup, mobil masuk dengan kecepatan yang tidak terkontrol,” ujar Pramono di RSUD Koja.
PKB Soroti Standar Mutu Layanan MBG: Rantai Pasok hingga SDM Harus Dibenahi
Menanggapi insiden ini, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Uwais El Qoroni, menilai tragedi ini adalah alarm keras bahwa pelayanan Menu Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan penguatan standar mutu secara menyeluruh, bukan hanya pada aspek distribusi makanan.
Menurut Uwais, seluruh ekosistem MBG—mulai dari rantai pasok bahan baku, proses produksi, keamanan distribusi, hingga fasilitas layanan di sekolah—harus melalui audit ketat dan terukur.
“Standar mutu MBG harus terbaik di setiap titik. Mulai dari dapur produksi sampai mobil pengangkut. Rekrutmen tenaga di lapangan jangan asal-asalan,” tegas Uwais.
Ia menambahkan, kendaraan pengangkut makanan yang beroperasi di lingkungan sekolah seharusnya disertai prosedur keselamatan yang jelas, pengecekan rutin, dan pelatihan khusus bagi operator maupun sopir.
PKB Minta Pemerintah Gerak Cepat: Pemulihan Korban dan Pendampingan Psikologis
Uwais menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan berharap seluruh korban dapat segera pulih dengan pelayanan terbaik dari pemerintah. PKB juga mendorong agar korban, terutama anak-anak, mendapat pendampingan psikologis untuk mencegah trauma jangka panjang.
“Anak-anak harus mendapat perhatian penuh. Jika diperlukan, pendampingan psikologis wajib diberikan agar mereka tidak menyimpan trauma,” ujarnya.
Momentum Evaluasi Sistemik Program MBG
Menurut Uwais, insiden ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola MBG secara komprehensif, memastikan program unggulan Pemprov DKI ini tidak hanya bermanfaat secara gizi, tetapi juga aman, profesional, dan dikelola oleh SDM yang terlatih.
Ia menegaskan, PKB akan mendorong pembahasan khusus di DPRD guna memastikan evaluasi berjalan serius dan menghasilkan perbaikan nyata.
“Kami ingin layanan MBG menjadi kebanggaan Jakarta—bukan justru menciptakan risiko baru di lingkungan sekolah,” tutupnya. (AKH)












