• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 19 April, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto: Negara Maju Baca Buku, Negara Berkembang Nonton! Yuk, Santri Harus Melek Literasi!

by Redaksi
26 Juni 2025
in Feature, Santri Digital
0
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto - FOTO | Dok. PKBTalk24

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Membaca buku itu budaya negara maju. Kalau lebih senang nonton, ya berarti kita masih di level negara berkembang,” kata Brian di hadapan para pengurus pondok pesantren se-Indonesia.

PKBTalk24 | Jakarta ~ Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melontarkan pernyataan tajam namun menggugah: negara maju itu budaya utamanya membaca, sementara negara berkembang lebih suka nonton. Pernyataan ini ia sampaikan saat menghadiri International Conference on the Transformation of Pesantren (ICTP), Rabu (25/6/2025) di kawasan Sudirman, Jakarta.

“Membaca buku itu budaya negara maju. Kalau lebih senang nonton, ya berarti kita masih di level negara berkembang,” kata Brian di hadapan para pengurus pondok pesantren se-Indonesia.

Pernyataan ini bukan sekadar sindiran, tapi juga ajakan serius. Menurut Brian, budaya literasi adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Dan pesantren, dengan ekosistem pendidikannya yang khas, punya peran strategis untuk menanamkan budaya tersebut.

Buku Tajamkan Pikiran, HP Bikin Tumpul?

Brian mengibaratkan semakin banyak orang membaca, semakin tajam ‘pisau’ analisis di kepala mereka. Ia mencontohkan negara-negara maju, di mana anak-anak SD sudah terbiasa membaca dan menulis sejak dini. Mereka membaca buku, lalu menuliskannya kembali dengan pemahaman sendiri.

RelatedPosts

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

Bara Tambang di Rumah Besar Nahdlatul Ulama

“Anak-anak membaca, lalu merangkum. Itu latihan berpikir kritis sejak kecil,” jelasnya.

Sebaliknya, terlalu banyak main HP justru bisa bikin otak jadi malas berpikir. Ia mengingatkan bahwa gawai dan teknologi seperti AI memang berguna, tapi jika dipakai tanpa dasar pemikiran yang kuat, bisa menurunkan kemampuan berpikir kritis.

“Anak-anak yang enggak paham framework berpikir, lalu langsung pakai ChatGPT, itu malah bisa jadi makin bodoh,” ucap Brian blak-blakan.

AI Tak Bisa Dihindari, Tapi Harus Dikendalikan

Menteri Brian tidak anti-teknologi. Ia mengakui bahwa kecerdasan buatan (AI) adalah masa depan dan tidak bisa dihindari. Namun, menurutnya, AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan alat utama. Kalau manusia sudah menyerahkan proses berpikir sepenuhnya pada mesin, maka pelan-pelan kapasitas intelektual akan menurun.

“AI harus dipakai, tapi framework berpikirnya tetap dari kepala kita. Bukan dari algoritma,” tegasnya.

Kepada para kiai dan pengurus ponpes, Brian menitip pesan penting: bangun budaya baca di kalangan santri. Jangan biarkan mereka lebih akrab dengan gadget daripada buku.

“Tolong, sediakan buku-buku yang menarik di pondok. Biar yang sering dilihat itu buku, bukan handphone,” pesannya.

Ia berharap pesantren bisa menjadi pionir dalam membentuk generasi yang tajam menganalisis, peka membaca situasi, dan piawai menyampaikan gagasan. Semua itu, katanya, hanya bisa dimulai dari kebiasaan membaca.

Sebagai penutup, Menteri Brian mengingatkan satu hal penting: di tengah dunia yang makin cepat dan serba instan, kemampuan berpikir kritis adalah soft skill paling mahal. Dan untuk mencapainya, mulailah dari membuka buku, bukan membuka notifikasi!

Konferensi Internasional Transformasi Pesantren 2025 digelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai forum strategis untuk membicarakan masa depan pendidikan pesantren di era global. (AKH)

RelatedPosts

Tanggul Laut Raksasa

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

by Redaksi
27 Januari 2026
0

Krisis ekologis Indonesia menguji klaim PKB sebagai Green Party. Politik hijau ditimbang dari etika Islam, regulasi, dan keberanian dalam pengambilan...

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

by Redaksi
14 Januari 2026
0

Kelakar Presiden Prabowo soal PKB yang “harus diawasi terus” memantik tafsir politik. Cak Imin menepisnya sebagai candaan. Humor elite atau...

Bara Tambang di Rumah Besar Nahdlatul Ulama

Bara Tambang di Rumah Besar Nahdlatul Ulama

by Redaksi
26 Desember 2025
0

Konflik internal PBNU mencerminkan ujian besar Nahdlatul Ulama di awal abad kedua. Dari polemik kepemimpinan hingga isu konsesi tambang, apakah...

Next Post
Ketua DKW Panji Bangsa DKI Jakarta, Heri Kustanto.

Kirim Kader ke Pendidikan Instruktur, Panji Bangsa DKI Jakarta Siapkan Ujung Tombak Perubahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Wapres KH Ma’ruf Amin Terpilih sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Periode 2024-2029

Wapres KH Ma’ruf Amin Terpilih sebagai Ketua Dewan Syuro PKB Periode 2024-2029

2 tahun ago
Muhammad Lefy

DPRD DKI Desak PAM Jaya Tekan Kebocoran Air yang Capai 46%, Potensi Rugi Rp1 Triliun

7 bulan ago

Popular News

  • Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB

    FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wafa Patria Umma: Bukan Cuma Kuota, Saatnya Perempuan Naik Level Jadi ‘Decision Maker’ di Politik Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Jaktim Dihadiri Bang Doel, Fuadi Luthfi Sentil Kinerja Pemprov: “Jangan Lambat, Warga Butuh Gerak Cepat!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respons Dinamika PBNU Pascapleno, PWNU DKI Dorong Muktamar Luar Biasa,

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Ketua DPW PKB Jakarta Hasbialllah Ilyas
Berita PKB

PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

18 April 2026
badal haji
Berita Eksekutif

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

13 April 2026
Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB
Berita Parlemen

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

14 April 2026
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar
Berita PKB

Boarding Pass 2029 di Tangan, PKB Siap Terbangin Cak Imin ke Kursi RI-1

12 April 2026
Wafa Patria Umma, Wakil Ketua DPW PKB Jakarta
Figure

Wafa Patria Umma: Bukan Cuma Kuota, Saatnya Perempuan Naik Level Jadi ‘Decision Maker’ di Politik Jakarta

11 April 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In