- Sekwil DPW PKB DKI Jakarta Mohammad Fauzi menegaskan bahwa politik adalah keniscayaan. Politik yang mengatur seluruh aspek kehidupan masyarakat. Karena itu PKB Jakarta harus memperkuat pengaruhnya untuk memaksimalkan pelayanan publik.
- Ketua DPC PKB Jaktim M. Fuadi Luthfi menekankan komitmen PKB terhadap dakwah, NKRI, dan harmoni Jakarta.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Sekretaris Wilayah DPW PKB DKI Jakarta, Mohammad Fauzi, menegaskan bahwa politik adalah keniscayaan yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, seluruh aspek kehidupan warga Jakarta—dari kebebasan menggunakan seragam ormas, harga motor, hingga akses kredit—ditentukan oleh kebijakan politik.
“Semua sendi kehidupan kita diatur oleh kebijakan politik. Pemerintah dan DPRD yang menentukan. Karena itu, kita tidak bisa menjauh dari politik,” ujar Fauzi saat membuka acara Sekolah Pendidikan Kader PKB di Jakarta Timur, yang diselenggarakan oleh Lembaga kaderisasi Nasional (LKN) PKB, Sabtu (29/11/2025).
Fauzi menegaskan bahwa jika PKB ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat secara lebih maksimal, maka partai harus memiliki posisi strategis di legislatif maupun eksekutif.
“Politik itu soal siapa menguasai apa, dan siapa. Kalau PKB punya unsur pimpinan di DPRD, bahkan punya wakil gubernur, kita bisa bekerja jauh lebih mudah dan maksimal untuk warga Jakarta,” tegasnya di depan seratusan lebih peserta Sekolah Pendidikan Kader PKB.
PKB Dididirikan Ulama, Berpolitik untuk Dakwah dan Keutuhan NKRI
Sementara itu, Ketua DPC PKB Jakarta Timur sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi, mengingatkan bahwa PKB lahir dari para ulama NU untuk menjaga amanah dakwah Islam dan keutuhan NKRI.
“KH. Wahab Hasbullah mengajarkan Hubbul Wathan minal Iman. Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Itu prinsip PKB dalam berpolitik,” ucap Fuadi.
Fuadi menekankan bahwa PKB di Jakarta memiliki peran penting dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
“Jakarta sangat rentan terhadap radikalisme. PKB harus menjadi bentengnya. Kita wajib menghargai perbedaan suku, budaya, dan menjaga persatuan,” tambahnya.
Target 2029: PKB Harus Lebih Kuat
PKB Jakarta pada Pemilu 2024 berhasil naik signifikan menjadi 10 kursi DPRD DKI Jakarta. Namun menurut Fuadi, capaian itu bukan titik akhir.
“Apakah kita berhenti di sini? Tentu tidak. Minimal 15 kursi lagi di 2029. Kita harus lebih bermanfaat dan memberi pengaruh nyata,” tegasnya.
Fuadi menutup dengan ajakan agar setiap kader tidak berpolitik untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kemaslahatan masyarakat. “Kalau Ber-PKB hanya untuk diri sendiri, itu sia-sia. Ber-PKB harus memberi manfaat yang lebih luas dibanding partai lain.” (AKH)












