• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 28 Februari, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Ekbis

Ma’ruf Amin Respons Kritik Menkeu: Bank Syariah Mahal? Soal Skala dan Efisiensi, Bukan Prinsip

by Redaksi
26 Februari 2026
in Ekbis, Ekonomi Syariah, Nusantara
0
Prof. KH Ma'ruf Amin

Wakil Presiden RI 2019–2024, Ma’ruf Amin, kembali mengingatkan Presiden Prabowo Subianto soal janji pembentukan Badan Ekonomi Syariah. FOTO | Dok. kompas.com

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Ma’ruf Amin menanggapi kritik Menteri Keuangan soal mahalnya bank syariah. Ia menilai persoalan ada pada skala dan efisiensi industri, bukan pada prinsip syariahnya.

PKBTalk24 | Jakarta ~  Perdebatan soal mahal atau tidaknya layanan bank syariah kembali mengemuka. Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut perbankan syariah lebih mahal dibanding perbankan konvensional.

Bagi Ma’ruf, persoalan ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih. Ada aspek model bisnis, struktur biaya, hingga skala industri yang perlu dipahami secara komprehensif.

“Saya kira kita lihatnya dari sisi mana. Karena kalau berbagi hasil itu memang kalau keuntungannya besar tentu yang diterima bank besar, tapi risikonya juga besar,” ujar Ma’ruf saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Risiko Lebih Tinggi, Skema Berbeda

Ma’ruf menekankan bahwa sistem bagi hasil dalam perbankan syariah berbeda secara fundamental dengan sistem bunga tetap di bank konvensional. Dalam skema syariah, bank ikut menanggung risiko usaha nasabah. Artinya, potensi imbal hasil tinggi selalu beriringan dengan risiko yang juga lebih besar.

Dengan perspektif ini, biaya pembiayaan tak bisa semata dibandingkan secara nominal. Ada elemen risk sharing yang menjadi karakter utama sistem syariah.

RelatedPosts

Di Balik Angka 97 Persen: PKB Soroti Jurang Antara Klaim dan Realitas Kinerja Satu Tahun Pramono–Rano

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis, 19 Februari 2026: Puasa Dimulai Lusa

PKB Dorong Dewan Pangan Jakarta: Tutup Celah Rapuh Sistem Pangan Ibu Kota

Namun Ma’ruf tidak menampik adanya persoalan efisiensi di industri ini. Ia mengakui, skala usaha bank syariah yang masih relatif kecil membuat ongkos operasional per transaksi menjadi lebih tinggi.

“Yang harus dibenahi bukan prinsip syariahnya, tetapi efisiensi dan struktur biayanya,” tegas Ketua Penasihat Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF tersebut.

Skala Kecil, Biaya Tinggi

Dalam teori industri keuangan, skala menentukan harga. Semakin besar volume transaksi dan dana kelolaan, semakin rendah cost per unit. Di sinilah tantangan utama bank syariah nasional yang pangsa pasarnya masih tertahan di bawah dua digit.

Wakil Kepala CSED INDEF, Handi Risza, menilai pemerintah perlu menghadirkan playing field yang lebih proporsional. Salah satu caranya dengan menempatkan dana giro pemerintah secara lebih merata ke bank syariah, khususnya yang berkaitan dengan lembaga keagamaan.

Selain itu, ia mendorong pemberian insentif pajak, penambahan permodalan bank syariah BUMN, hingga pembentukan entitas baru agar struktur pendanaan (cost of fund) menjadi lebih murah dan kompetitif.

Menurutnya, kritik dari Menteri Keuangan harus dipandang sebagai bentuk perhatian. “Kritik Purbaya harus kita anggap sebagai bentuk tanggung jawab beliau sebagai Menteri Keuangan,” kata Handi.

Kritik dari Menteri Keuangan

Sebelumnya, Purbaya dalam sebuah forum ekonomi syariah menyoroti bahwa biaya layanan bank syariah dinilai lebih mahal dan lebih rumit dibanding konvensional.

“Kalau saya tanya ke pelaku bisnis, lebih mahal atau lebih murah? Rata-rata lebih mahal. Bahkan lebih menyulitkan. Jadi bukan itu yang diinginkan dari ekonomi berbasis syariah,” ujarnya.

Ia menekankan, esensi ekonomi syariah bukan sekadar mengganti istilah bunga, tetapi memastikan sistem berjalan adil, efisien, dan mendukung kegiatan produktif.

Momentum Pembenahan Industri

Perdebatan ini membuka ruang refleksi bagi industri keuangan syariah nasional. Prinsip syariah sejatinya menawarkan keadilan dan keseimbangan risiko. Namun tanpa efisiensi operasional dan dukungan skala ekonomi, daya saing akan sulit tercapai.

Narasi yang muncul bukan soal menggugat prinsip, tetapi bagaimana mengoptimalkan ekosistem. Dari sisi kebijakan, dukungan likuiditas dan insentif fiskal menjadi faktor penting. Dari sisi industri, transformasi digital dan efisiensi internal menjadi agenda mendesak.

Bagi para pemangku kepentingan, ini adalah momentum konsolidasi. Bank syariah tidak cukup hanya mengusung nilai, tetapi juga harus unggul dalam harga, layanan, dan kecepatan.

Jika struktur biaya bisa ditekan dan skala usaha diperbesar, maka pembiayaan syariah berpotensi menjadi lebih kompetitif—bukan hanya karena nilai religiusnya, tetapi karena efisiensi dan keberlanjutannya. (AKH)

Tags: #CostOfFund#EfisiensiBank#EkonomiSyariah#IndustriKeuangan#KebijakanFiskal#MaRufAmin#PerbankanSyariah

RelatedPosts

PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

Di Balik Angka 97 Persen: PKB Soroti Jurang Antara Klaim dan Realitas Kinerja Satu Tahun Pramono–Rano

by Redaksi
21 Februari 2026
0

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta menilai terdapat jurang antara klaim 97 persen realisasi program Pramono–Rano dan kondisi riil warga. PKB...

Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis, 19 Februari 2026: Puasa Dimulai Lusa

by Redaksi
17 Februari 2026
0

Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan diambil dalam sidang...

Ahmad Moetaba, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta

PKB Dorong Dewan Pangan Jakarta: Tutup Celah Rapuh Sistem Pangan Ibu Kota

by Redaksi
10 Februari 2026
0

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta mendorong pembentukan Dewan Pangan Jakarta untuk menutup celah rapuh sistem pangan ibu kota, memperkuat koordinasi...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Khabar Baik, Bahasa Indonesia Resmi Ditetapkan sebagai Bahasa Resmi ke-10 di UNESCO

Khabar Baik, Bahasa Indonesia Resmi Ditetapkan sebagai Bahasa Resmi ke-10 di UNESCO

2 tahun ago
Kalau Ingin Hidup Sehat di Tengah  ’Kota Polusi’ Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau Ingin Hidup Sehat di Tengah  ’Kota Polusi’ Apa yang Harus Dilakukan?

3 tahun ago

Popular News

  • PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    Di Balik Angka 97 Persen: PKB Soroti Jurang Antara Klaim dan Realitas Kinerja Satu Tahun Pramono–Rano

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Butuh Modal? Ini Tabel Pinjaman KUR Bank DKI 2025 Plafon Rp1-Rp500 Juta, Cek Syarat dan Cara Pengajuannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Ramadan 1447 H, PKB DKI Jakarta Gelar Pengobatan Gratis, Ratusan Warga Antusias di Kemayoran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poltracking Indonesia: Mayoritas (70,7 %) Warga Jakarta Percaya Ridwan Kamil Bisa Memimpin Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Ais Shafiyah Asfar, Sosok Perempuan Muda Ketua Harian DPP PKB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Layanan Pemeriksaan dan kesehatan Gratis PKB Jakarta
Healthy Living

Sambut Ramadan 1447 H, PKB DKI Jakarta Gelar Pengobatan Gratis, Ratusan Warga Antusias di Kemayoran

22 Februari 2026
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Berita Parlemen

Di Balik Angka 97 Persen: PKB Soroti Jurang Antara Klaim dan Realitas Kinerja Satu Tahun Pramono–Rano

21 Februari 2026
Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026
Berita Eksekutif

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Kamis, 19 Februari 2026: Puasa Dimulai Lusa

17 Februari 2026
Anggota Komisi C DPRD DKI dari FPKB H. Ahmad Ruslan
Eco-Living

Dukung Gerakan Tanam 3.000 Pohon di Jakarta Barat, Ahmad Ruslan Tegaskan Komitmen PKB sebagai Green Party

15 Februari 2026
Ahmad Moetaba, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta
Berita Parlemen

PKB Dorong Dewan Pangan Jakarta: Tutup Celah Rapuh Sistem Pangan Ibu Kota

10 Februari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In