Bagikan 3.000 bibit pohon di Jakarta Barat, Anggota DPRD DKI Jakarta dari PKB Ahmad Ruslan tegaskan komitmen PKB sebagai Green Party di tengah krisis polusi dan minimnya ruang terbuka hijau di Jakarta.
PKBTalk24 | Jakarta – Komitmen terhadap isu lingkungan tak berhenti pada wacana. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, H. Ahmad Ruslan, kembali turun langsung menggalakkan gerakan penghijauan di Daerah Pemilihannya: Cengkareng, Kalideres, dan Tambora.
Setelah sebelumnya melakukan penanaman pohon di kawasan TPU Tegal Alur, Ahmad Ruslan kembali memimpin aksi serupa bersama warga dan pengurus RW di wilayah Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (14/2/2026).
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 3.000 bibit pohon dibagikan dan disebar ke berbagai titik di Jakarta Barat. Jenisnya pun beragam, termasuk Tabebuya Pink yang dikenal memiliki daya serap karbon tinggi sekaligus mempercantik kawasan permukiman.
“Yuk, kita menanam pohon untuk keasrian wilayah kita, untuk kesehatan dan supaya meningkatkan kualitas oksigen atau udara yang bersih dengan berbagai pohon seperti Tabebuya Pink dan lain-lain,” ajak Ahmad Ruslan kepada warga.
Jakarta dan Alarm Krisis Lingkungan
Langkah ini bukan tanpa alasan. Jakarta masih menghadapi persoalan serius terkait kualitas udara dan minimnya ruang terbuka hijau (RTH). Berdasarkan berbagai laporan lembaga pemantau kualitas udara global, Jakarta beberapa kali masuk daftar kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Konsentrasi partikel halus (PM2.5) kerap melampaui ambang batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di sisi lain, proporsi RTH Jakarta masih belum ideal dibanding kebutuhan kota megapolitan dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa. Urbanisasi masif, pertumbuhan kendaraan bermotor, serta penyempitan lahan hijau memperparah risiko banjir, gelombang panas (urban heat island), dan penurunan kualitas udara.
Dalam konteks itulah, gerakan menanam pohon menjadi ikhtiar konkret, bukan sekadar simbolik.
Dari Dapil untuk Jakarta yang Lebih Hijau
Ahmad Ruslan menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari dorongan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih asri dan sehat, khususnya di wilayah padat seperti Kalideres dan sekitarnya.
“Langkah kecil ini adalah bagian dari upaya mendorong terciptanya ruang terbuka hijau di lingkungan warga. Kita ingin Jakarta Barat lebih teduh, lebih sehat, dan lebih nyaman untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Sebagai anggota Komisi C yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, ia melihat isu lingkungan tidak bisa dilepaskan dari perencanaan kota yang berkelanjutan.
PKB dan Visi Besar Green Party
Gerakan ini juga selaras dengan visi besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai Green Party—partai yang konsisten mendorong keseimbangan lingkungan hidup dan respons serius terhadap dampak perubahan iklim.
PKB sejak lama mengusung agenda politik ramah lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial. Tidak hanya di level kebijakan, tetapi juga aksi nyata di akar rumput.
“Kami mendorong setiap kader untuk terus berkomitmen mewujudkan visi besar PKB sebagai Green Party, melakukan kerja nyata dalam pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas udara di Jakarta,” tegas Ahmad Ruslan.
Bagi PKB, isu lingkungan bukan sekadar tren global, melainkan panggilan etis untuk menjaga keberlanjutan hidup manusia. Penghijauan, penguatan RTH, pengelolaan sampah, hingga mitigasi perubahan iklim menjadi bagian dari agenda strategis yang harus dijalankan secara konsisten.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Pembagian dan penanaman 3.000 bibit pohon mungkin terlihat sederhana. Namun dalam jangka panjang, pohon-pohon itu akan berperan sebagai penyerap karbon, peneduh kawasan, pengurang debu, sekaligus penjaga keseimbangan ekosistem kota.
Di tengah ancaman krisis iklim dan polusi yang kian nyata, aksi konkret seperti ini menjadi pesan bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan terdekat.
Dari Pegadungan hingga Cengkareng, dari Kalideres hingga Tambora, gerakan hijau ini menjadi bukti bahwa politik juga bisa hadir untuk bumi. (AKH)












