Ratusan warga antusias mengikuti pengobatan gratis yang digelar DPW PKB DKI Jakarta bersama Yayasan Amazing New Beginning di Kemayoran. Kegiatan ini menjadi momentum berbagi jelang Ramadan 1447 H.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Ratusan warga tampak tertib mengantre di BTUL Café, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/2/2026) sore. Sejak pukul 15.00 hingga 17.30 WIB, lokasi tersebut dipadati masyarakat yang ingin mendapatkan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis.
Kegiatan bakti sosial ini digelar oleh DPW Partai Kebangkitan Bangsa DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Amazing New Beginning (YANB) sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga ibu kota, sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di lokasi. Warga dari berbagai usia—mulai dari orang tua hingga anak muda—tampak sabar menunggu giliran untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum dan konsultasi medis.
Momentum Ramadan, Momentum Berbagi
Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta yang juga Ketua DPC PKB Kepulauan Seribu, Dedy, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen partainya untuk selalu hadir di tengah masyarakat.
“Di momen bahagia menyambut Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan bersama masyarakat Jakarta. Ini adalah wujud nyata kepedulian PKB, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Dedy dalam sambutannya.
Ia menegaskan, kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, menurutnya, kader PKB Jakarta terus berjuang agar warga DKI mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik dan merata.
“Melalui peran legislator PKB di DPRD DKI Jakarta, kami terus menyuarakan aspirasi masyarakat, termasuk di bidang kesehatan dan pendidikan seperti KJP Plus. Kami juga aktif mengkritisi persoalan jalan rusak dan berlubang agar segera ditangani pemerintah daerah. Semua itu demi kepentingan warga,” tambahnya.
Menariknya, kegiatan sosial ini juga bertepatan dengan satu tahun berdirinya BTUL Café. Dedy menyebut momentum tersebut sengaja diisi dengan kegiatan yang membawa manfaat sosial.
“Momentum satu tahun BTUL Café kami isi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. PKB harus hadir dan bekerja nyata. Melalui pengobatan gratis ini, kami ingin membantu warga sekaligus mempererat silaturahmi menjelang Ramadan,” ujarnya.
Ketua DPW PKB: Kader Harus Responsif
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas. Ia mengapresiasi inisiatif bakti sosial tersebut dan menegaskan bahwa seluruh kader PKB harus peka terhadap kebutuhan masyarakat.
“PKB tidak boleh diam. Kita harus mampu menangkap aspirasi dan menghadirkan program konkret yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa PKB hadir di tengah masyarakat,” tegas Hasbiallah.
Menurutnya, kolaborasi antara partai politik, organisasi sosial, dan pelaku usaha seperti ini perlu terus diperkuat untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Akses Kesehatan
Sementara itu, perwakilan YANB, Sriwati Jenette, atas nama pimpinan yayasan, dr. Karl H. Silaen, SPM, MARS, menjelaskan bahwa layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum serta konsultasi medis.
“Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus bukti bahwa kerja sama lintas sektor bisa menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Jenette.
Ia berharap sinergi antara organisasi sosial, partai politik, dan pelaku usaha dapat terus diperluas demi membuka akses kesehatan yang lebih merata di Jakarta.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kesehatan adalah kebutuhan dasar, dan semakin banyak pihak terlibat, semakin luas pula manfaatnya bagi masyarakat,” tambahnya.
Warga Sambut Positif
Beberapa warga yang hadir mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut, terutama menjelang Ramadan di mana kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat.
Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, PKB DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di tengah dinamika politik ibu kota, kegiatan ini menjadi pesan bahwa kerja nyata di lapangan tetap menjadi fondasi utama pelayanan publik. (AKH)












