• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Selasa, 21 April, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Ekbis

Ma’ruf Amin Respons Kritik Menkeu: Bank Syariah Mahal? Soal Skala dan Efisiensi, Bukan Prinsip

by Redaksi
26 Februari 2026
in Ekbis, Ekonomi Syariah, Nusantara
0
Prof. KH Ma'ruf Amin

Wakil Presiden RI 2019–2024, Ma’ruf Amin, kembali mengingatkan Presiden Prabowo Subianto soal janji pembentukan Badan Ekonomi Syariah. FOTO | Dok. kompas.com

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Ma’ruf Amin menanggapi kritik Menteri Keuangan soal mahalnya bank syariah. Ia menilai persoalan ada pada skala dan efisiensi industri, bukan pada prinsip syariahnya.

PKBTalk24 | Jakarta ~  Perdebatan soal mahal atau tidaknya layanan bank syariah kembali mengemuka. Wakil Presiden RI ke-13, Ma’ruf Amin, menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut perbankan syariah lebih mahal dibanding perbankan konvensional.

Bagi Ma’ruf, persoalan ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih. Ada aspek model bisnis, struktur biaya, hingga skala industri yang perlu dipahami secara komprehensif.

“Saya kira kita lihatnya dari sisi mana. Karena kalau berbagi hasil itu memang kalau keuntungannya besar tentu yang diterima bank besar, tapi risikonya juga besar,” ujar Ma’ruf saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Risiko Lebih Tinggi, Skema Berbeda

Ma’ruf menekankan bahwa sistem bagi hasil dalam perbankan syariah berbeda secara fundamental dengan sistem bunga tetap di bank konvensional. Dalam skema syariah, bank ikut menanggung risiko usaha nasabah. Artinya, potensi imbal hasil tinggi selalu beriringan dengan risiko yang juga lebih besar.

Dengan perspektif ini, biaya pembiayaan tak bisa semata dibandingkan secara nominal. Ada elemen risk sharing yang menjadi karakter utama sistem syariah.

RelatedPosts

Ketua DPW PKB Jakarta Dihadang Golok saat Memasuki Area Muscab DPC PKB Jaksel

PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

Namun Ma’ruf tidak menampik adanya persoalan efisiensi di industri ini. Ia mengakui, skala usaha bank syariah yang masih relatif kecil membuat ongkos operasional per transaksi menjadi lebih tinggi.

“Yang harus dibenahi bukan prinsip syariahnya, tetapi efisiensi dan struktur biayanya,” tegas Ketua Penasihat Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF tersebut.

Skala Kecil, Biaya Tinggi

Dalam teori industri keuangan, skala menentukan harga. Semakin besar volume transaksi dan dana kelolaan, semakin rendah cost per unit. Di sinilah tantangan utama bank syariah nasional yang pangsa pasarnya masih tertahan di bawah dua digit.

Wakil Kepala CSED INDEF, Handi Risza, menilai pemerintah perlu menghadirkan playing field yang lebih proporsional. Salah satu caranya dengan menempatkan dana giro pemerintah secara lebih merata ke bank syariah, khususnya yang berkaitan dengan lembaga keagamaan.

Selain itu, ia mendorong pemberian insentif pajak, penambahan permodalan bank syariah BUMN, hingga pembentukan entitas baru agar struktur pendanaan (cost of fund) menjadi lebih murah dan kompetitif.

Menurutnya, kritik dari Menteri Keuangan harus dipandang sebagai bentuk perhatian. “Kritik Purbaya harus kita anggap sebagai bentuk tanggung jawab beliau sebagai Menteri Keuangan,” kata Handi.

Kritik dari Menteri Keuangan

Sebelumnya, Purbaya dalam sebuah forum ekonomi syariah menyoroti bahwa biaya layanan bank syariah dinilai lebih mahal dan lebih rumit dibanding konvensional.

“Kalau saya tanya ke pelaku bisnis, lebih mahal atau lebih murah? Rata-rata lebih mahal. Bahkan lebih menyulitkan. Jadi bukan itu yang diinginkan dari ekonomi berbasis syariah,” ujarnya.

Ia menekankan, esensi ekonomi syariah bukan sekadar mengganti istilah bunga, tetapi memastikan sistem berjalan adil, efisien, dan mendukung kegiatan produktif.

Momentum Pembenahan Industri

Perdebatan ini membuka ruang refleksi bagi industri keuangan syariah nasional. Prinsip syariah sejatinya menawarkan keadilan dan keseimbangan risiko. Namun tanpa efisiensi operasional dan dukungan skala ekonomi, daya saing akan sulit tercapai.

Narasi yang muncul bukan soal menggugat prinsip, tetapi bagaimana mengoptimalkan ekosistem. Dari sisi kebijakan, dukungan likuiditas dan insentif fiskal menjadi faktor penting. Dari sisi industri, transformasi digital dan efisiensi internal menjadi agenda mendesak.

Bagi para pemangku kepentingan, ini adalah momentum konsolidasi. Bank syariah tidak cukup hanya mengusung nilai, tetapi juga harus unggul dalam harga, layanan, dan kecepatan.

Jika struktur biaya bisa ditekan dan skala usaha diperbesar, maka pembiayaan syariah berpotensi menjadi lebih kompetitif—bukan hanya karena nilai religiusnya, tetapi karena efisiensi dan keberlanjutannya. (AKH)

Tags: #CostOfFund#EfisiensiBank#EkonomiSyariah#IndustriKeuangan#KebijakanFiskal#MaRufAmin#PerbankanSyariah

RelatedPosts

Mescab DPC PKB Jakarta Selatan

Ketua DPW PKB Jakarta Dihadang Golok saat Memasuki Area Muscab DPC PKB Jaksel

by Redaksi
19 April 2026
0

Ketua DPW PKB Jakarta Hasbiallah Ilyas “dihadang” golok saat masuk Muscab PKB Jaksel. Ternyata ini bagian tradisi palang pintu Betawi,...

Ketua DPW PKB Jakarta Hasbialllah Ilyas

PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

by Redaksi
18 April 2026
0

“PKB ingin jadi rumah besar politik yang terbuka, inklusif, tapi tetap berakar kuat pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan semangat...

badal haji

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

by Redaksi
13 April 2026
0

Polemik “war tiket haji 2026” memicu pro-kontra. Pemerintah fokus tuntaskan antrean hingga 40 tahun dan bersihkan potensi kecurangan dalam tata...

Next Post
Perempuan Bangsa Jakarta Turun ke Muara Angke, 600 Takjil Dibagikan untuk Nelayan hingga Driver Ojol

Perempuan Bangsa Jakarta Turun ke Muara Angke, 600 Takjil Dibagikan untuk Nelayan hingga Driver Ojol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Proses Penuh Dugaan Transaksional, SK Gubernur DKI Soal Dewan Kota Jakarta Digugat ke Meja Hijau!

Proses Penuh Dugaan Transaksional, SK Gubernur DKI Soal Dewan Kota Jakarta Digugat ke Meja Hijau!

10 bulan ago
Wagud DKI Rano Karno

Rano Karno Bacakan Tiga Ranperda di Rapat Paripurna DPRD Jakarta: Jakarta Siap Jadi Kota Global dan Ramah Kesehatan

11 bulan ago

Popular News

  • Mescab DPC PKB Jakarta Selatan

    Ketua DPW PKB Jakarta Dihadang Golok saat Memasuki Area Muscab DPC PKB Jaksel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Jaktim Dihadiri Bang Doel, Fuadi Luthfi Sentil Kinerja Pemprov: “Jangan Lambat, Warga Butuh Gerak Cepat!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu-satunya Calon Perempuan di Muscab PKB Jakbar, Puti Hasni: “Kartini Harus Diteruskan, Bukan Cuma Diperingati”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dapat Tambahan Kuota Petugas Haji dari Arab Saudi, Menag: Alhamdulillah, Ini Untuk Layanan Terbaik Jemaah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Mescab DPC PKB Jakarta Selatan
Berita PKB

Ketua DPW PKB Jakarta Dihadang Golok saat Memasuki Area Muscab DPC PKB Jaksel

19 April 2026
Ketua DPC PKB Jakarta Timur
PKBTalk Event

Muscab PKB Jaktim Dihadiri Bang Doel, Fuadi Luthfi Sentil Kinerja Pemprov: “Jangan Lambat, Warga Butuh Gerak Cepat!”

18 April 2026
Ketua DPW PKB Jakarta Hasbialllah Ilyas
Berita PKB

PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

18 April 2026
badal haji
Berita Eksekutif

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

13 April 2026
Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB
Berita Parlemen

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

14 April 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In