• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 19 April, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Jakarta Butuh Perda Sungai: Saatnya Kelola Sungai dari Sumber Masalah ke Sumber Peradaban

by Redaksi
20 Juni 2025
in Feature, Nusantara, Opini
0
Jakarta Butuh Perda Sungai: Saatnya Kelola Sungai dari Sumber Masalah ke Sumber Peradaban

Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan. FOTO/ILUSTRASI | Dok. www.klook.com/id/destination

0
SHARES
80
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Tri WaluyoJakarta dilintasi oleh 13 Daerah Aliran Sungai (DAS), mulai dari Ciliwung, Pesanggrahan, hingga Sunter dan Angke. Sayangnya, hingga kini belum satu pun sungai ini dikelola dengan pendekatan ekosistem secara terpadu. Padahal, dunia sudah memberi banyak contoh bahwa sungai bukanlah sumber masalah, melainkan sumber peradaban.

Oleh: H. Tri Waluyo, S.H | Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Pemerhati Tata Kota dan Lingkungan, Tinggal di Pesisir Pantai Jakarta Utara

PKBTalk24 | Jakarta ~ Setiap musim hujan, Jakarta kembali dihadapkan pada wajah klasiknya: banjir, kemacetan, dan krisis air bersih. Meski berulang tiap tahun, solusi yang ditawarkan seringkali teknis dan jangka pendek—tanggul ditinggikan, sungai dikeruk, drainase diperlebar. Namun, kita luput memandang sungai sebagai bagian strategis dari pembangunan kota, bukan sekadar saluran air.

Jakarta dilintasi oleh 13 Daerah Aliran Sungai (DAS), mulai dari Ciliwung, Pesanggrahan, hingga Sunter dan Angke. Sayangnya, hingga kini belum satu pun sungai ini dikelola dengan pendekatan ekosistem secara terpadu. Padahal, dunia sudah memberi banyak contoh bahwa sungai bukanlah sumber masalah, melainkan sumber peradaban.

Dari Sungai Cheonggyecheon hingga Sungai Nil

Ambil contoh Sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan. Pada awal 2000-an, sungai ini hanyalah saluran air kotor yang tertutup jalan layang dan kumuh. Namun pemerintah kota di bawah kepemimpinan Walikota Lee Myung-bak kala itu mengambil langkah radikal: membongkar jalan layang, membebaskan sempadan sungai, dan mengembalikannya menjadi ruang publik hijau. Hasilnya? Selain mengurangi suhu mikroklimat kota dan banjir, Cheonggyecheon kini menjadi ikon wisata dan pusat ekonomi kota yang menghidupi ribuan UMKM.

RelatedPosts

PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

Lalu lihat Sungai Nil di Mesir, yang sejak ribuan tahun lalu menjadi sumber kehidupan dan pusat budaya. Mesir kuno berkembang karena mampu menjadikan Nil sebagai sumber air, transportasi, irigasi, dan spiritualitas. Hari ini pun, modernisasi sistem kanal dan embung di sepanjang Nil masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan Mesir.

Begitu pula dengan Sungai Eufrat, yang mengalir melewati Turki, Suriah, hingga Irak. Meskipun saat ini menjadi sumber ketegangan geopolitik, sejarah menunjukkan bahwa kawasan ini menjadi salah satu pusat peradaban kuno—Mesopotamia—karena sungainya yang subur dan sistem pengairan yang canggih. Artinya, sungai tak hanya membawa air, tapi juga kemajuan peradaban.

Jakarta: Sungai Masih Dipinggirkan

Bandingkan itu dengan Jakarta. Sungai-sungai kita justru jadi tempat pembuangan, terjepit bangunan liar, dan dikelola oleh terlalu banyak dinas yang bekerja sendiri-sendiri. Tidak heran jika banjir tetap datang, kualitas air memburuk, dan warga makin jauh dari sungai yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan kota.

Kita butuh lompatan kebijakan. Salah satunya adalah dengan menghadirkan Peraturan Daerah (Perda) Khusus tentang Tata Kelola 13 DAS di Jakarta.

Perda Sungai: Kenapa Penting?

  1. Memberikan kepastian hukum dan arah pengelolaan DAS dari hulu ke hilir secara ekosistemik.

  2. Menyatukan kewenangan yang selama ini tersebar di berbagai dinas—PU, lingkungan hidup, SDA, hingga pertamanan.

  3. Mengatur tata ruang sempadan sungai secara tegas dan berkeadilan, agar tidak ada lagi alih fungsi liar atau pendudukan ilegal.

  4. Memanfaatkan DAS secara produktif sebagai sumber air baku, ruang publik, koridor hijau, dan jalur transportasi.

  5. Membangun kelembagaan khusus seperti Badan Pengelola DAS DKI Jakarta yang lintas sektor dan responsif terhadap tantangan iklim.

Kota Tanpa Sungai Adalah Kota Tanpa Masa Depan

Jika Jakarta ingin menjadi kota kelas dunia, maka sungai-sungainya harus menjadi pusat kehidupan. Bukan hanya drainase, tapi nadi kota. Kita tidak bisa lagi berpikir tambal sulam: perlu keberanian politik, visi ekologis, dan kerangka hukum yang kokoh. Perda DAS bisa menjadi awal perubahan.

Dengan mengelola sungai secara menyeluruh—dari Ciliwung hingga Angke—Jakarta tidak hanya mengurangi banjir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperbaiki kualitas lingkungan, dan membangun identitas kota yang kuat.

Karena pada akhirnya, seperti Sungai Nil dan Eufrat, peradaban besar selalu tumbuh dari sungai yang dikelola dengan bijak. (***)

________

Penulis : H. Tri Waluyo, S.H | Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Pemerhati Tata Kota dan Lingkungan, Tinggal di Pesisir Pantai Jakarta Utara

Tags: 13 Daerah Aliran Sungai (DAS)CiliwungPeraturan Daerah (Perda) Khusus tentang Tata Kelola 13 DAS di Jakarta.PesanggrahanSungai CheonggyecheonSungai Nil di Mesir

RelatedPosts

Ketua DPW PKB Jakarta Hasbialllah Ilyas

PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

by Redaksi
18 April 2026
0

“PKB ingin jadi rumah besar politik yang terbuka, inklusif, tapi tetap berakar kuat pada nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan semangat...

badal haji

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

by Redaksi
13 April 2026
0

Polemik “war tiket haji 2026” memicu pro-kontra. Pemerintah fokus tuntaskan antrean hingga 40 tahun dan bersihkan potensi kecurangan dalam tata...

Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

by Redaksi
14 April 2026
0

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta menolak privatisasi Sistem Penyediaan Air Minum dalam pembahasan Ranperda SPAM. Air ditegaskan sebagai hak dasar...

Next Post
Ketua FPKB M. Fuadi Luthi

Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Soroti Taman 24 Jam: Jangan Sampai Jadi Ajang Mesum, Perlu Pengawasan Ketat!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Waketum PKB, Jazilul Fawaid : Ketum Gerindra Prabowo Subianto akan Hadiri Harlah ke-25 PKB

PKB: Gus Muhaimin Masih Bisa Terima Lamaran, Selama Belum Ada Kepastian Siapa Cawapres Prabowo

3 tahun ago
Jelang Puasa Anggota Komisi B FPKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas, Minta Dugaan Mafia Beras di Jakarta Diusut Tuntas!

Dinilai Tak Efektif, PKB DKI Tak Setuju Penerapan Gage 24 Jam

3 tahun ago

Popular News

  • Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB

    FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muscab PKB Jaktim Dihadiri Bang Doel, Fuadi Luthfi Sentil Kinerja Pemprov: “Jangan Lambat, Warga Butuh Gerak Cepat!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wafa Patria Umma: Bukan Cuma Kuota, Saatnya Perempuan Naik Level Jadi ‘Decision Maker’ di Politik Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respons Dinamika PBNU Pascapleno, PWNU DKI Dorong Muktamar Luar Biasa,

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Ketua DPW PKB Jakarta Hasbialllah Ilyas
Berita PKB

PKB Gelar Muscab Serentak se-Jakarta, Anak Muda hingga Isu Lingkungan Jadi Fokus Utama

18 April 2026
badal haji
Berita Eksekutif

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

13 April 2026
Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB
Berita Parlemen

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

14 April 2026
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar
Berita PKB

Boarding Pass 2029 di Tangan, PKB Siap Terbangin Cak Imin ke Kursi RI-1

12 April 2026
Wafa Patria Umma, Wakil Ketua DPW PKB Jakarta
Figure

Wafa Patria Umma: Bukan Cuma Kuota, Saatnya Perempuan Naik Level Jadi ‘Decision Maker’ di Politik Jakarta

11 April 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In