Merujuk survei ini, ada 8 parpol yang diprediksi lolos ke DPR 2024. PKB masuk lima besar di atas Demokrat. Sementara, PPP yang merupakan partai parlemen 2019-2024, mendapatkan elektabilitas 2,7% atau di bawah ambang batas 2,7%.
PKBTalk24, Jakarta ~ Indikator Politik merilis survei elektabilitas partai politik (parpol) menjelang Pemilu 2024. Tiga parpol teratas masih ditempati PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Golkar. PKB berada di urutan ke empat alias masuk lima besar.
“Publik masih mendukung PDIP, selisihnya jauh sama Gerindra sekitar 12,4% persen, Gerindra-Golkar masih dekat,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat konpers, Jumat (18/8/2023).
Merujuk survei ini, ada 8 parpol yang diprediksi lolos ke DPR 2024. PKB masuk lima besar di atas Demokrat. Sementara, PPP yang merupakan partai parlemen 2019-2024, mendapatkan elektabilitas 2,7% atau di bawah ambang batas 2,7%.
Burhanuddin dalam survei ini menyoroti hasil survei elektabilitas PAN. Menurutnya, PAN mengalami kenaikan yang signifikan dalam survei kali ini.
“PAN menarik kalau kita lihat ada peningkatan di beberapa bulan terakhir, di bulan April 2023 suaranya sekitar 1,5 sampai 2 persen, tapi beberapa bulan terakhir Juni dan Juli mengalami peningkatan. Menurut saya ada indikasi menarik, karena biasanya lembaga survei meng-capture PAN ini di bawah PT, dan ini pertama kali ya bagi kita suara PAN di survei kami selama 3 tahun terakhir di atas 4 persen,” ucap Burhanuddin.
Berikut hasil survei elektabilitas Parpol:
- PDIP: 24,7%
- Gerindra: 12,3%
- Golkar: 10,7%
- PKB: 8,0%
- Partai Demokrat: 6,9%
- PKS: 5,3%
- NasDem 5,0%
- PAN: 4,3%
- PPP: 2,7%
- Perindo: 1,6%
- PSI: 0,6%
- Hanura: 0,5%
- Partai Buruh: 0,2%
- PBB: 0,2%
- Gelora: 0,2%
- Partai Garuda: 0,1%
- Partai Ummat: 0,1%
- PKN: 0,0%
- Tidak tahu/tidak jawab: 16,8%.
Untuk diketahui, survei dilaksanakan pada 15 hingga 21 Juli 2023. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.811 responden yang diwawancarai tatap muka langsung. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.811 memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2,35% pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh 38 provinsi yang terdistribusi secara proporsional. (***)