PKB Jakarta Timur gelar buka puasa bersama di akhir Ramadhan. Fuadi Luthfi ajak kader solid menuju Pemilu 2029, sementara Hasbiallah Ilyas tegaskan politik sebagai bagian dari ibadah sosial.
PKBTalk24 | Jakarta Timur – Menjelang akhir bulan suci Ramadhan, Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Jakarta Timur menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Acara ini dihadiri jajaran pengurus, kader Koordinator RW (Korwe), Koordinator RT (Korte), simpatisan, para ulama dan tokoh masyarakat hingga warga Jakarta Timur di kantor DPC PKB Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).
Ketua DPC PKB Jakarta Timur, M. Fuadi Luthfi, menyampaikan bahwa momentum buka puasa bersama ini sengaja digelar di penghujung Ramadhan agar ibadah yang dijalani semakin khusyuk dan bermakna.
“Alhamdulillah, silaturahmi Ramadhan ini bisa kita laksanakan di akhir bulan suci. Kita ingin ibadah kita lebih khusyuk, sekaligus memperkuat kebersamaan kader dan warga,” ujar Fuadi dalam sambutannya.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk membakar semangat kader dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Fuadi mengajak seluruh elemen partai untuk tetap solid, optimis, dan siap menyongsong masa depan Jakarta yang lebih baik.
Sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta yang bertugas di Komisi D—membidangi pembangunan dan infrastruktur—Fuadi juga memohon doa agar amanah yang diembannya dapat berjalan lancar dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Mohon doa agar tugas-tugas pengawasan di bidang infrastruktur dan lingkungan bisa berjalan dengan baik, sehingga pembangunan Jakarta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tuturnya.
Di hadapan ratusan kader, Fuadi juga melemparkan pertanyaan yang langsung disambut kompak: kesiapan menghadapi Pemilu 2029.
“Apakah semuanya siap?” tanya Fuadi.
“Siap!” jawab para kader serentak, menandakan semangat juang yang terus menyala.
Politik sebagai Jalan Ibadah
Sementara itu, Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas, dalam sambutannya memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang makna politik dalam kehidupan umat.
Ia mengapresiasi kegiatan silaturahmi tersebut, namun mengingatkan agar kader tidak terjebak pada euforia politik semata, melainkan tetap berpegang pada nilai-nilai fundamental.
“Kita memang akan menghadapi Pemilu 2029. Tapi jangan terburu-buru. Ada hal yang lebih prinsip, yakni bagaimana kita memaknai perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah,” ujarnya.
Hasbiallah menjelaskan bahwa dalam Islam, selain ibadah mahdhah seperti puasa, terdapat pula ibadah ghoiru mahdhah yang berkaitan dengan aspek sosial dan kemanusiaan—termasuk politik.
Menurutnya, politik bagi PKB bukan sekadar alat kekuasaan, melainkan sarana untuk memperjuangkan keadilan sosial, kesejahteraan, serta menjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Dengan politik, kita bisa memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan. Ini bagian dari ibadah. Jadi jangan anggap politik hanya urusan duniawi,” tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan pentingnya kecermatan dalam memilih partai politik, khususnya bagi warga Nahdliyin di Jakarta.
“Jangan sampai salah pilih. Karena dari politiklah kita bisa menjaga dan mendakwahkan nilai-nilai Aswaja di tengah masyarakat,” tambahnya.
Meneladani Perjuangan Sahabat Nabi
Untuk memperkuat pesannya, Hasbiallah mencontohkan perjuangan para sahabat Nabi Muhammad SAW yang berdakwah hingga ke berbagai penjuru dunia sebagai bagian dari ibadah.
Ia menyebut nama-nama seperti Abu Dzar al-Ghifari dan Amr bin al-As, yang meninggalkan tanah kelahirannya demi menyebarkan ajaran Islam yang bersifat sosial dan kemanusiaan.
“Jadi jangan ragu. Perjuangan politik yang dilakukan kader PKB untuk masyarakat juga bernilai ibadah,” tandasnya.
Konsolidasi dan Spirit Kebersamaan
Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bukti bahwa PKB Jakarta Timur terus memperkuat konsolidasi internal sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Di tengah dinamika politik yang kian kompleks, semangat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual menjadi fondasi utama perjuangan.
Dengan menggabungkan antara ibadah spiritual dan gerakan sosial-politik, PKB ingin menegaskan posisinya sebagai partai yang tidak hanya hadir dalam kontestasi kekuasaan, tetapi juga dalam pengabdian nyata bagi umat dan bangsa. (AKH)












