• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Langkah Bijak Syuriah PBNU di Tengah Badai Internal

Redaksi by Redaksi
25 November 2025
in Feature, Opini
0
PBNU Serukah perdamian dunia
0
SHARES
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

KH Imam jazuliKonflik internal PBNU memanas setelah Syuriah meminta Gus Yahya mundur dari posisi Ketua Umum Tanfidziyah. Minimnya dukungan PWNU dan para ulama memperkuat langkah tegas Syuriah menjaga marwah organisasi.

Oleh: KH Imam Jazuli, Lc., MA. | *

 

PKBTalk24 | Jakarta ~ Riak besar tengah menggoyang tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dua poros kekuatan tertinggi di organisasi ini—Syuriah sebagai pemegang otoritas legislatif dan yudikatif, serta Tanfidziyah sebagai eksekutif—tampak berhadap-hadapan dalam ketegangan yang mencuri perhatian publik Nahdliyin.

Akar persoalan muncul ketika Syuriah mengeluarkan mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Tanfidziyah, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Lewat rapat resmi, Syuriah meminta sang Ketua Umum untuk mengundurkan diri dengan baik-baik. Sebuah langkah yang sebenarnya menunjukkan etika tinggi organisasi: menyelesaikan persoalan secara internal, tanpa gaduh, tanpa menurunkan marwah PBNU di hadapan umat.

Keputusannya bersifat mengikat

Dalam struktur NU, Syuriah bukan sekadar badan pertimbangan—melainkan lembaga tertinggi yang memiliki kewenangan mengawasi Tanfidziyah. Keputusannya bersifat mengikat. Karena itu, imbauan mundur bukan muncul tanpa dasar. Syuriah menilai ada dugaan pelanggaran serius, termasuk masuknya ‘agen zionisme’ serta tata kelola keuangan yang dinilai tidak sejalan dengan ketentuan syariat.

Seandainya imbauan itu direspons dengan elegan—dengan klarifikasi tertutup atau permohonan maaf internal—mungkin konflik ini tak akan melebar. Namun realitas berkata lain. Gus Yahya menolak keputusan tersebut, bahkan meragukan legalitas rapat Syuriah. Ia kemudian menggerakkan manuver politik, menghimpun dukungan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Surabaya.

Sayangnya, manuver ini dinilai tidak berjalan mulus. Dari puluhan Ketua PWNU se-Indonesia, hanya 11 yang hadir. Angka yang jauh dari simbol soliditas. Begitu pula pertemuan berikutnya, ketika Gus Yahya mengundang 76 kiai dan tokoh ulama. Yang datang? Hanya lima. Sebuah sinyal kuat bahwa dukungan kultural dari para kiai sepuh tidak sekuat klaim yang beredar.

Minimnya kehadiran dari berbagai elemen—baik struktural maupun kultural—memberi satu pesan: situasi dukungan tidak bulat. Ada jarak yang nyata antara klaim kekuatan dan kenyataan di lapangan.

Melihat kondisi tersebut, Syuriah kemudian mengambil keputusan lebih tegas. Jika imbauan mundur tak digubris, mekanisme organisasi musti dijalankan. Pleno Syuriah pun dinilai perlu dilakukan untuk memberhentikan Ketua Tanfidziyah dan menunjuk Pejabat Sementara (Pjs). Langkah administratif ini juga dapat dilanjutkan dengan pendaftaran struktur baru ke Kementerian Hukum dan HAM agar organisasi tidak mengalami kekosongan kepemimpinan.

Tata kelola organisasi

Dalam konteks tata kelola organisasi besar seperti PBNU, keputusan semacam ini sebenarnya bukan bentuk konfrontasi, tapi upaya menjaga marwah. Syuriah dan Rais Aam telah memberi kesempatan untuk musyawarah. Namun ketika ruang dialog tidak digunakan, organisasi harus melangkah sesuai mekanisme yang sah.

Apalagi, banyak kalangan Nahdliyin muda—termasuk Poros Muda NU—ikut menyatakan dukungan terhadap langkah Rais Aam. Dukungan ini menjadi penegas bahwa keputusan Syuriah bukan semata-mata persoalan personal, melainkan upaya menjaga stabilitas rumah besar Ahlussunnah wal Jamaah.

Di ujung kisah ini, kita melihat sikap Syuriah yang tetap mengedepankan dua unsur penting: etika dan ketegasan. Etika dalam bentuk ajakan menyelesaikan persoalan secara internal. Ketegasan dalam bentuk penerapan aturan ketika ajakan itu tak direspons.

Di saat banyak organisasi besar memilih mengedepankan panggung opini publik, Syuriah bergerak dengan mekanisme formal organisasi—sebuah langkah yang patut diapresiasi dalam konteks budaya kelembagaan. Wallahu’alam bishawab.

__________

*| Penulis  adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: #BeritaNU#GusYahya#IslamNusantara#KonflikInternalNU#NahdlatulUlama#Nasional#Organisasi#RaisAam#SyuriahNUpbnu
Previous Post

Drama Risalah PBNU – Desakan Mundur Gus Yahya dan Suasana Internal yang Memanas

Next Post

Gus Yahya Tegaskan Tidak Mundur: Saya Dapat Mandat Muktamar 5 Tahun, dan Akan Saya Jalani!

Next Post
Ketum PBNU Gus Yahya

Gus Yahya Tegaskan Tidak Mundur: Saya Dapat Mandat Muktamar 5 Tahun, dan Akan Saya Jalani!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. FOTO | Dok. istimewa

Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027

9 bulan ago
Hery Kustanto, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB. FOTO   | Dok. FPKB Jakarta

FPKB DKI Ingatkan Pramono: Kaji secara Matang Sebelum Putuskan Ragunan Buka 24 Jam

9 bulan ago

Popular News

  • Tanggul Laut Raksasa

    Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Priok dan Jakarta Utara: Jangan Biarkan Pelabuhan Terus Tumbuh, Kota Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemnaker Rilis Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Terbaru 2025, Jadi Penentu Kenaikan Upah Minimum 2026 di Tiap Provinsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo-Cak Imin Menang Telak di Poling RMOL, Gerindra: Presiden-wapres Ditentukan Ketum PKB – Ketum Gerindra 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiang Monorel Mangkrak Mulai Dibongkar, Pramono Pastikan Tak Ganggu Lalu Lintas Rasuna Said

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, M. Fuadi Luthfi - FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita Parlemen

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

30 April 2026
Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

4 Mei 2026
Hengky Wijaya
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

20 Januari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com