Pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said dilakukan pada malam hari untuk meminimalisir kemacetan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proyek penataan kawasan berjalan aman dan lancar, didukung FPKB DPRD DKI dengan catatan pengaturan lalu lintas optimal dan mempertimbangkan estetika kota.
PKBTalk24 | Jakarta — Setelah puluhan tahun menjadi “monumen mangkrak” di jantung ibu kota, tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akhirnya mulai dibongkar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih waktu malam hari untuk mengeksekusi proyek ini demi meminimalkan dampak terhadap arus lalu lintas.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, pembongkaran dilakukan tanpa penutupan jalan. Seluruh pihak terkait diminta bekerja ekstra agar mobilitas masyarakat tetap lancar.
“Pengerjaan pembongkaran dilakukan pada malam hari dan tidak ada penutupan jalur,” ujar Pramono Anung saat meninjau langsung pembongkaran tiang besi pertama di sisi timur Stasiun LRT Setiabudi Utara, Rabu (14/1/2026) malam.
Pramono menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengatur lalu lintas secara optimal agar proses pembongkaran tidak memicu kemacetan di salah satu kawasan tersibuk Jakarta tersebut.
Pembongkaran tiang monorel yang telah mangkrak lebih dari dua dekade ini menandai dimulainya penataan menyeluruh kawasan Rasuna Said. Proyek tersebut dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, dengan pengamanan lokasi menggunakan garis polisi (police line) di sejumlah titik.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan rekayasa lalu lintas sudah disiapkan sejak awal. Menurutnya, pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan target satu tiang dibongkar setiap malam.
“Tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran tiang monorel karena dilakukan malam hari. Rencana satu tiang dikerjakan satu malam,” kata Syafrin.
Meski demikian, ia mengakui akan ada penyesuaian di lapangan. Penutupan lajur dilakukan secara terbatas dan bertahap, khususnya di lajur lambat pada lokasi pekerjaan.
Langkah Pemprov DKI ini mendapat dukungan dari Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi. Ia menilai pembongkaran tiang monorel mangkrak merupakan keputusan tepat demi penataan kota yang lebih tertib dan manusiawi.
Namun, Fuadi mengingatkan agar proses pembongkaran benar-benar dijalankan dengan manajemen lalu lintas yang cermat.
“Kami mendukung pembongkaran tiang monorel mangkrak di Rasuna Said, dengan catatan dampak kemacetan harus diminimalisir semaksimal mungkin. Jangan sampai niat baik penataan kota justru menyulitkan masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Fuadi mendorong agar pembangunan Jakarta ke depan tidak hanya berorientasi pada fungsi semata, tetapi juga memperhatikan aspek estetika kota.
“Pembangunan Jakarta ke depan harus diselaraskan antara kebutuhan fungsional dan nilai estetika. Dengan begitu, setiap proyek tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memperindah wajah kota dan memberi nilai tambah bagi warga,” pungkasnya.
Pembongkaran tiang monorel Rasuna Said diharapkan menjadi simbol berakhirnya proyek-proyek mangkrak di Jakarta, sekaligus membuka babak baru penataan kawasan strategis ibu kota yang lebih tertib, aman, dan berwajah modern. (AKH)









