• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Nusantara Berita Parlemen

Hasbiallah Ilyas: Saat OTT Negara Sudah Rugi! Kalau Bisa, Kenapa Tidak Dicegah Sejak Dini

Redaksi by Redaksi
25 November 2024
in Berita Parlemen, Nusantara
0
DPW PKB DKI Jakarta dan NasDem Gelar Istighosah, Doakan Anies-Cak Imin Sukses di Pilpres 2024

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, menyebut saat OTT negara sudah rugi. Jadi bagaimana agar jangan sampai negara sudah rugi miliaran KPK baru melakukan tindakan. FOTO | Dok. PkbTalk24

0
SHARES
46
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Maksud saya, yang saya sampaikan tujuan saya primadonanya itu adalah pencegahan, bukan berarti kita tidak mau (OTT), bukan berarti kita tidak setuju dengan tangkap tangan. Saya setuju, di awal saya bilang setuju,” ujar Hasbiallah kepada wartawan, Senin (25/11/2024).

 

PKBTalk24 | Jakarta ~ Saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu negara sudah rugi. Jadi sebaiknya, jangan nunggu kerugian negara terjadi, baru Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) bertindak. Demikian dikatakan oleh Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, terkait maksud pernyataannya yang viral di media sosial.

Sebelumnya berita soal pernyataan yang dikutip media, bahwa baiknya KPK telepon pejabat terkait terlebih dulu jika ingin melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Padahal yang dimaksud adalah agar dilakukan pencegahan lebih maksimal. Misal dengan menelpon, “Hai… Bapak jangan lakukan korupsi (jika) lakukan korupsi nanti Anda saya tangkap”. Maksudnya jangan menunggu sampai ada kerugian negara, baru kemudian KPK bertindak.

Hasbi kemudian menyampaikan jika pernyataannya tersebut, awalnya dimaksudkan sebagai guyonan dan lebih menekankan pada titik pencegahan dari KPK.

Sebagaimana diberitakan, pernyataan Hasbiallah terkait OTT KPK, yang mengundang kontraversi tersebut disampaikan saat proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon pimpinan KPK di DPR RI. Ia mengatakan perlu ada kebijakan yang dititik-beratkan pada upaya pencegahan.

“KPK ini lebih banyak pemborosannya OTT (proses) satu tahun, sudah satu tahun setelah itu uang negara hilang dulu baru ditangkap. Kenapa kita tidak bisa kalau nanti bapak terpilih, bapak harus ambil sikap ekstrem. Kalau sudah tahu misalnya salah satu pejabat negara, gubernur, atau bupati melakukan korupsi, atau indikasi melakukan korupsi itu paling tidak kita sampaikan, kita telepon, ‘hai bapak jangan lakukan korupsi, lakukan korupsi anda saya tangkap’, selesai. Tidak ada uang negara yang dirugikan,” ujar Hasbiallah dalam fit and proper test Johanis Tanak beberapa waktu lalu.

Setuju OTT, tapi aspek pencegahan harus diperkuat

Terkait pernyataannya yang dikutip media dan mengundang kontraversi tersebut, Hasbiallah menjelaskan banwa apa yang disampaikan maksudkan sebagai guyonan. Pada prinsipnya, ia tetap setuju dengan OTT, namun ada baiknya aspek pencegahan harus diperkuat diutamakan, supaya tak ada ada kerugian negara.

“Maksud saya, yang saya sampaikan tujuan saya primadonanya itu adalah pencegahan, bukan berarti kita tidak mau (OTT), bukan berarti kita tidak setuju dengan tangkap tangan. Saya setuju, di awal saya bilang setuju,” ujar Hasbiallah kepada wartawan, Senin (25/11/2024).

Hasbiallah pun menyarankan agar awak media melihat kembali vidoenya secara utuh. Di sana ia menjelaskan, selama proses OTT tersebut, prosesnya sangat panjang. Berlangsung ada yang satu tahun atau lebih dipantau disadap alat komunikasinya, sehingga ini memakan waktu dan biaya yang mahal.

Sebab menurut Hasbi biasanya itu proses transaksi sudah terjadi bukan hanya sekali atau bisa jadi sudah tiga kali transaksi, sehingga kerugian negara sudah terjadi. Hasbi menyampaikan, kenapa tidak diproses awal KPK bertindak, melalui sistem peringatan dini,  sehingga kerugian negara belum terjadi.

“Ini cuma, lihat dong videonya. Nah, di situ tangkap tangan, dalam artiannya kan begini. Di waktu yang nangkap tangan itu kan ada proses, ada indikasi, yang selama ini yang saya tahu, yang saya amati itu, sudah penerimaan kedua kali yang ditangkap itu kan. Atau penerimaan yang ketiga kali yang ditangkap. Kenapa tidak dari awal sudah ada indikasi, diperingatkan. Itu tidak ada uang negara yang hilang,” tambahnya.

Lebih lanjuty Hasbi menyampaikan, sebetulnya KPK bisa melakukan antisipasi, jika ada indikasi pejabat melakukan pelanggaran. Karena KPK memiliki alat deteksi dini yang canggih, semestinya bisa melakukan tindak pencegahan secara dini.

“Antisipasi di awal. Itu kan yang saya bahasakan dengan  “ditelepon”  itu bahasa lelucon itu, bahasa bercanda. Karena KPK ini kan punya alat yang sangat canggih dan biaya negara mahal. Kenapa tidak mendeteksi dari awal? Misalnya begini, saya kasih ilustrasi kalau kita malam-malam ronda, kita lihat orang lagi nggak punya duit, terus mau berusaha untuk maling rumah orang. Di waktu dia ada gerak-gerik mau maling rumah orang, kita cegah tidak?” katanya.

Karenanya, ujar Hasbi jika memang KPK sudah mengetahui adanya indikasi tindak korupsi, mengapa tak dilakukan antisipasi sejak awal.

“Saya bilang telepon, KPK punya alat yang sangat canggih, kenapa tidak menghubungi lah, mengantisipasi itu bahasa-bahasa gitu aja lah, bahasa ngobrol,”tutur politikus PKB ini.

“Antisipasi karena dia punya alat yang canggih karena penyadapan itu kan butuh makan waktu beberapa lama, sebelum dia bertindak kenapa kita tidak antisipasi,” katanya menambahkan.

Ia mengatakan dengan melakukan pencegahan di awal bukan pada akhirnya, KPK justru mengintervensi “ikut bermain” dengan pelaku tindak korupsi. Hasbi menyebutkan, dirinya masih waras untuk menyampaikan hal itu. “Bukan! Tidak mungkin lah, saya masih waras. Pasti tidak bermaksud ngomong yang seperti itu,”ungkapnya. (***)

Tags: Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah IlyasHasbiallahOperasi Tangkap Tangan (OTT)OTT KPK
Previous Post

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jakarta, H. Sutikno Dorong Transparansi Pengelolaan Kantin Sekolah Negeri

Next Post

Ketua Timses RIDO Yakin Pilkada Jakarta 2 Putaran

Next Post
Ketua Timses RIDO Yakin Pilkada Jakarta 2 Putaran

Ketua Timses RIDO Yakin Pilkada Jakarta 2 Putaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Anggota Komisi E FPKB DPRD Jakarta, Uwais El Qoroni: MBG untuk Bumil dan Busui Penting untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Uwais El Qoroni: Hunian Jakarta Jangan Jauhkan Anak Muda dari Dunia Kerja dan Kampung Halaman

5 bulan ago
Beda dengan Gibran, Cak Imin Tawarkan Tiga Strategi Atasi Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun!

Beda dengan Gibran, Cak Imin Tawarkan Tiga Strategi Atasi Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun!

2 tahun ago

Popular News

  • DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

    DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Deras Bongkar Wajah Drainase Jakarta: 16 RT Terendam, Jalan Utama Lumpuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek IPA Buaran III, Siap Layani Suplai Air Bersih untuk 300 Ribu Pelanggan Baru di Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FGD Pra MLB NU Respon Keresahan Atas Kepempimpinan PBNU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiang Monorel Mangkrak Mulai Dibongkar, Pramono Pastikan Tak Ganggu Lalu Lintas Rasuna Said

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Duet Hasbiallah Ilyas dan Mohammad Fauzi kembali Nahkodai PKB Jakarta
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

26 Januari 2026
DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

26 Januari 2026
Hengky Wijaya
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

20 Januari 2026
Hengky Wijaya
PKBTalk24

Bahas RPIP DKI 2026–2046, PKB Tekankan Industri Halal, Ekonomi Hijau, dan Keadilan UMKM Jakarta

20 Januari 2026
Hujan Deras Bongkar Wajah Drainase Jakarta: 16 RT Terendam, Jalan Utama Lumpuh
Berita Parlemen

Hujan Deras Bongkar Wajah Drainase Jakarta: 16 RT Terendam, Jalan Utama Lumpuh

18 Januari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com