• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Humaniora Eco-Living

Gus Muhaimin: Dampak Polusi di DKI Jakarta Nyata dan Mengerikan!

Gus Imin mendorong Pemda DKI untuk alokasikan dana hingga Rp 500 miliar untuk atasi polusi Jakarta dengan memperbanyak RTH.

Redaksi by Redaksi
26 Agustus 2023
in Eco-Living, Humaniora, Nusantara
0
Dampak Polusi di Jakarta nyata dan mengerikan bagi kesehatan - FOTO | Dok. BBCNews - istimewa

Dampak Polusi di Jakarta nyata dan mengerikan bagi kesehatan - FOTO | Dok. BBCNews - istimewa

0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Hari ini RTH DKI baru 5 persen pada UU No 26 tahun 2007 mengamanatkan RTH DKI minimal 30 persen. Berarti ada kekurangan 25 persen, bisa kita lihat dampaknya hari ini kan? Polusi begitu nyata dan mengerikan,” ujar Gus Muhaimin. 

 

PKBTalk24, Jakarta ~ Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Wakil Ketua DPR Bidang Kokesra Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa dampak polusi udara di Jakarta sudah mengganggu kesehatan warga. Banyak anak-anak dan orangtua menderita batuk dan pilek berkepanjangan.

Demikian disampaikan Gus Muhaimin dalam release yang dibagikan kepada awak media, Senin (21/8/2023). Karenanya menurut Gus Muhaimin, polusi udara di DKI Jakarta sudah parah, begitu nyata, mengerikan, dan tidak bisa ditolerir lagi.

Itu artinya, perlu langkah nyata Pemda DKI untuk bisa menurunkan polusi dengan melihat akar masalahnya alias tidak hanya secara parsial-parsial.

Gus Muhaimin kemudian menyampaikan salah satu masalah yang bisa menjadi salah satu penyebab mengapa polusi di DKI Jakarta, cenderung terjadi secara berulang, tidak lain salah satunya adalah kondisi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di Jakarta yang hanya 5 pesen dari yang seharusnya sebesar 30 persen.

“Hari ini RTH DKI baru 5 persen pada UU No 26 tahun 2007 mengamanatkan RTH DKI minimal 30 persen. Berarti ada kekurangan 25 persen, bisa kita lihat dampaknya hari ini kan? Polusi begitu nyata dan mengerikan.”

“Selain tentu saja penyebab polusinya juga kita sentuh, tapi soal RTH ini masalah besar dan dalam otoritas langsung Pemda DKI,” papar Gus Imin, dalam rilis pers yang diterima redaksi, Senin (21/8).

Polusi, ada pengaruh sektor transportasi

Gus Muhaimin mengutip temuan penelitian Puji Lestari dkk. pada 2020, yang menyebutkan bahwa sektor transportasi paling banyak menyumbang Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Oksida (NOx), dan partikel halus PM2,5. Sementara sektor industri paling banyak menyumbang Sulfur Dioksida (SO2), juga PM2,5 dalam jumlah yang signifikan

Fakta lain menyebutkan, DKI Jakarta dikelilingi oleh pabrik pembangkit Listrik. Laporan kajian oleh lembaga riset Center for Research of Energy and Clean Air, yang berbasis di Finlandia, menyebutkan ada sekitar 118 fasilitas industri – termasuk pembangkit listrik – yang beroperasi di Jawa Barat dan Banten.

Transportasi publik perlu terus diperbaiki

Sebenarnya, ujar Gus Muhaimin pemerintah pusat sudah membackup Pemda DKI Jakarta dengan membantu pengadaan transportasi publik yang ramah terhadap pengguna. Namun, hal tersebut masih harus dioptimalkan lagi, sehingga masyarakat bisa tertarik untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Di sisi lain, Gus Muhaimin mengaku mengapresiasi langkah Kementrian KLHK yang telah membentuk Satgas untuk memantau kinerja dan operasi PLTU PLTU di sekitar DKI Jakarta. Juga langkah kementerian, khususnya Kemenko Marves dan juga Pemprov DKI Jakarta yang kembali menerapkan kebijakan Work from home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk pelajar.

Kejar target RTH 30 Persen

Tetapi Gus Muhaimin menyayangkan ada aspek lain yang belum tersentuh, yaitu pemenuhan target RTH 30 di DKI Jakarta sesuai amanat UU.  “RTH yang masih belum tersentuh. Mandeg angkanya di 5-10 persen, datanya beda-beda tapi ya masih jauh dari target amanat UU,” tandas Gus Imin.

Karenanya, ujar Gus Muhaimin pemda DKI perlu segera menetapkan target resmi untuk mencapai “ruang hijau 30 persen” sebagai prioritas utama prioritas Pembangunan DKI Jakarta dalam waktu 1 tahun ke depan.

DKI segera musti memiliki skema dan target untuk Penghijauan dan Reboisasi Skala Besar di DKI Jaarta, Banten (Tangsel dan Kab Tangerang) dan Jabar (Bekasi)

Untuk keperluan itu, menurut Gus Imin, Pemda DKI bisa mengalokasikan anggaran Rp. 200 Miliar-300 Miliar setiap tahun untuk Reboisasi dan Penghijauan dan dilaksanakan serentak bekerjasama dengan seluruh elemen pemerintah dan Masyarakat – TNI, Polri, RT RW, Ormas dan semua Lembaga Pendidikan-Ponpes, Universitas, SD-SMA di seluruh DKI.

Tentunya tidak bisa hanya DKI saja yang musti kejar target RTH-nya. Karenanya, Pemda DKI juga bisa mengalokasikan anggaran Rp. 100-200 Miliar lainnya, untuk eksekusi kerjasama Pendanaan Ko-Financing dengan Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Banten untuk melaksanakan Penghijauan dan Reboisasi Total – dengan focus kepada Bekasi, Tangsel. Kab Tangerang.

“Dengan dana APBD diatas Rp. 70 Triliun, alokasi dana pemda DKI selama ini untuk Lingkungan Hidup dan Reboisasi dan Penghijauan masih terlalu kecil dan minim. Saatnya sekarang dialokasikan, digas,”kata Gus Muahimin.

Perlu kemitraan dengan organisasi masyarakat

Gus Imin juga mengatakan pentingnya Pemda DKI segera melakukan kemitraan dengan organisasi Masyarakat strategis di DKI Jakarta termasuk dengan PW NU, Gereja dan lainnya untuk peran serta aktif melaksanakan program Reboisasi dan Penghijauan.

Kampanye publik massif untuk semua intitusi pemerintah di bawah pemda DKI termasuk sekolah dan kantor kantor semua Kelurahan dan RT RW di DKI Jakarta juga perlu dikerjakan.

“Pemda DKI juga harus secepat mungkin membuat Surat Edaran pelaksanaan Penghijauan daqn Reboisasi kepada seluruh dan gedung-gedung dan perusahaan swasta ikut serta melakukan reboisasi dan penghijauan di lahan-lahan mereka. Kalau perlu siapkan sanksinya, bisa pemberatan pajak atau pungutan lainnya,” kata Gus Muhaimin menandaskan. (***)

Tags: gus muhaiminpolusi jakartapolusi udara di JakartaRTH DKI baru 5 persenRuang terbuka hijausektor transportasi
Previous Post

Survei Litbang Kompas : PKB Masuk Tiga Besar, Unggul atas Golkar dan Demokrat

Next Post

Respon Polusi Udara di Jabodetabek, Gus Imin Bagikan 25 Ribu Bibit Pohon di Acara Green Walk

Next Post
Ketua Umum PKB Gus Muhaimin bagikan 25 ribu bibit pohon di acara green work yang digelar di Bekasi, Minggu (27/8/2023) - FOTO | Dok. Media Center DPP PKB

Respon Polusi Udara di Jabodetabek, Gus Imin Bagikan 25 Ribu Bibit Pohon di Acara Green Walk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

trans7

Trans7 Minta Maaf di DPR, Program Xpose Uncensored Dihentikan Permanen Usai Tuai Kecaman Santri Lirboyo

7 bulan ago
Harlah PKB ke-27

Sambut Harlah ke-27, PKB Ajak Rakyat Produktif Lewat Seni, Olahraga, dan Aksi Hijau!

10 bulan ago

Popular News

  • Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. FOTO | Dok. Media PKB Jakarta

    DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Deras Bongkar Wajah Drainase Jakarta: 16 RT Terendam, Jalan Utama Lumpuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek IPA Buaran III, Siap Layani Suplai Air Bersih untuk 300 Ribu Pelanggan Baru di Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. FOTO | Dok. Media PKB Jakarta
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

29 April 2026
Hengky Wijaya
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

20 Januari 2026
Hengky Wijaya
PKBTalk24

Bahas RPIP DKI 2026–2046, PKB Tekankan Industri Halal, Ekonomi Hijau, dan Keadilan UMKM Jakarta

20 Januari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com