Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam agenda buka puasa bersama yang digelar DPW PKB DKI Jakarta. Namun di balik momen religius itu, terselip pesan politik yang tegas: keberpihakan pada rakyat kecil tak boleh ditawar.
PKBTalk24 | Jakarts ~ Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai partai pembela kaum mustad’afin atau masyarakat kecil. Penegasan ini disampaikan dalam acara buka puasa bersama ratusan warga di kawasan Jakarta Timur, Minggu (15/3/2026).
Acara yang digelar rutin setiap bulan Ramadan ini dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, jajaran pengurus PKB, anggota DPRD DKI dari Fraksi PKB, tokoh masyarakat, ulama, hingga para habaib.
Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas atau yang akrab disapa Baba Hasbi, menegaskan bahwa PKB lahir dari rahim ulama dan memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
“PKB Jakarta akan terus mendampingi dan mengawal kebijakan Pemprov agar selalu berpihak kepada kaum mustad’afin,” tegasnya di hadapan Gubernur Pramono.
Dalam suasana santai yang diselingi canda, Baba Hasbi juga mengungkapkan kedekatannya dengan Gubernur. Ia menyebut komunikasi berjalan lancar tanpa sekat.
“WhatsApp saya dengan gubernur dijawab, kapan pun selalu dijawab,” ujarnya, disambut tawa para hadirin.
Menurutnya, kehadiran Pramono dalam acara tersebut menjadi bukti nyata kedekatan pemerintah dengan rakyat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sejumlah program pro-rakyat yang mulai dirasakan manfaatnya.
“Alhamdulillah program seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), penanganan banjir, dan sampah sudah berjalan sekitar 50 persen dari janji kampanye,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Baba Hasbi juga memberikan pujian khusus kepada jajaran pemerintah kota Jakarta Timur. Ia menilai pelayanan publik mengalami peningkatan signifikan, termasuk dalam penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan klasik.
“Alhamdulillah, yang biasanya banjir, sekarang sudah tidak banjir,” katanya.
Buka puasa bersama ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi antara partai, pemerintah, dan masyarakat. PKB Jakarta ingin memastikan bahwa semangat Ramadan tidak hanya berhenti pada ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan dalam keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil.
Dengan momentum Ramadan, PKB Jakarta mempertegas posisinya: menjadi jembatan antara kekuasaan dan kebutuhan rakyat. Sebuah pesan yang relevan di tengah dinamika pembangunan ibu kota yang terus bergerak cepat. (AKH)












