Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas menghadiri khataman Al-Qur’an dalam peringatan Nuzulul Qur’an bersama Perempuan Bangsa. Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan peran perempuan dalam menanamkan nilai keimanan di keluarga.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Suasana khidmat menyelimuti peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar bersama Perempuan Bangsa dengan rangkaian khataman Al-Qur’an. Kegiatan ini dihadiri Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas, yang menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi pedoman hidup yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Hasbiallah menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum spiritual yang mengingatkan umat Islam akan turunnya kitab suci sebagai petunjuk hidup bagi manusia.
“Peringatan Nuzulul Qur’an mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Khataman Al-Qur’an yang kita lakukan hari ini adalah bukti kecintaan kita kepada kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam,” ujarnya.
Tradisi khataman Al-Qur’an sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya keagamaan umat Islam di Indonesia, terutama pada momentum bulan Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an. Selain menjadi bentuk ibadah, khataman juga dipandang sebagai sarana memperkuat hubungan spiritual dengan Al-Qur’an.
Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa kitab suci ini diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Dalam firman Allah SWT disebutkan:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
Menurut Hasbiallah, peran perempuan menjadi sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah keluarga dan masyarakat. Ia menilai perempuan memiliki posisi penting sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya.
“Sebagai organisasi perempuan, Perempuan Bangsa memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah keluarga dan masyarakat. Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangan dan keteladanan perempuanlah nilai-nilai keimanan, akhlak, dan kebaikan ditanamkan sejak dini,” jelasnya.
Ia berharap momentum Nuzulul Qur’an tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.
Menurutnya, ketika nilai-nilai Al-Qur’an hidup di tengah keluarga, maka akan lahir masyarakat yang berakhlak dan bangsa yang penuh keberkahan.
“Karena itu, momentum Nuzulul Qur’an ini mari kita jadikan sebagai pengingat untuk terus memperkuat hubungan kita dengan Al-Qur’an, menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam membangun keluarga yang sakinah, masyarakat yang berakhlak, dan bangsa yang penuh keberkahan,” tuturnya.
Di akhir acara, para peserta bersama-sama menutup rangkaian kegiatan dengan doa, berharap khataman Al-Qur’an tersebut membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia.
“Semoga kegiatan khataman Al-Qur’an ini membawa keberkahan bagi kita semua, bagi keluarga kita, dan bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (AKH)











