Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PKB, Muhammad Lefi, mendukung rencana Pemprov DKI menggelar haul ulama Betawi. PKB menegaskan pentingnya penguatan pendidikan moral generasi muda serta insentif bagi guru ngaji dan madrasah diniyah.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Muhammad Lefi, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemprov DKI Jakarta menggelar haul tahunan bagi ulama-ulama Betawi yang berjasa dalam pembangunan budaya dan penyebaran agama Islam di ibu kota.
Menurut Lefi, gagasan yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merupakan langkah positif dalam merawat identitas dan sejarah Jakarta sebagai kota yang tumbuh dari tradisi religius dan nilai-nilai kearifan lokal.
“Kami menyambut baik rencana menggelar haul ulama Betawi. Mereka adalah tokoh-tokoh penting yang berperan besar dalam membentuk karakter masyarakat Jakarta, baik dari sisi budaya maupun keagamaan,” ujar Lefi dalam keterangannya.
Jangan Hanya Seremonial
Meski mendukung penuh, Fraksi PKB mengingatkan agar penyelenggaraan haul tidak berhenti pada seremoni tahunan semata. Lefi menegaskan, penghormatan terhadap ulama Betawi harus diterjemahkan dalam kebijakan yang konkret dan berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan moral generasi muda di era digital saat ini semakin kompleks—mulai dari derasnya arus informasi, pengaruh media sosial, hingga krisis keteladanan.
“Kalau kita ingin benar-benar melanjutkan perjuangan ulama Betawi, maka pendidikan moral dan keagamaan generasi muda harus diperkuat. Jangan sampai haul hanya menjadi acara simbolik tanpa dampak substantif,” tegasnya.
Ia menilai Rencana Pembangunan Keluarga yang tengah dibahas DPRD juga harus disinergikan dengan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman dan budaya Betawi.
Dorong Insentif untuk Guru Ngaji dan Madrasah Diniyah
Lebih lanjut, Lefi mendorong agar Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian lebih kepada para guru ngaji, madrasah diniyah, dan majelis taklim yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan akhlak di tingkat akar rumput.
Menurutnya, mereka adalah penerus estafet dakwah ulama Betawi terdahulu yang berkontribusi langsung dalam membina moral masyarakat.
“Kita berharap ada komitmen kuat berupa bantuan dan insentif yang layak bagi guru-guru ngaji, madrasah diniyah, dan majelis taklim. Mereka berperan besar dalam membentuk generasi Jakarta yang berakhlak dan berkarakter,” ujarnya.
PKB menilai, dukungan anggaran dan kebijakan yang jelas akan membuat penghormatan terhadap ulama Betawi tidak hanya dikenang melalui acara haul, tetapi juga diwujudkan dalam penguatan sistem pendidikan moral yang berkelanjutan.
Merawat Tradisi, Menguatkan Masa Depan
Rencana haul ulama Betawi sendiri digagas untuk digelar setiap tahun dan melibatkan unsur masyarakat serta pemerintah daerah. Jika terealisasi, acara ini diharapkan menjadi momentum kolektif untuk merawat tradisi sekaligus meneguhkan arah pembangunan Jakarta yang berakar pada nilai religius dan kebudayaan lokal.
Bagi PKB, penghormatan terhadap ulama bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga memastikan nilai-nilai perjuangan mereka tetap hidup dalam kebijakan publik hari ini.
“Merawat sejarah itu penting. Tapi yang lebih penting adalah melanjutkan perjuangan mereka dalam membangun generasi yang bermoral, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya Betawi,” tutup Lefi. (AKH)











