• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Senin, Mei 18, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Mengapa Jakarta Belum Siap Mengubah PAM Jaya Menjadi Perseroda

Redaksi by Redaksi
29 November 2025
in Feature, Opini
0
FOTO/ILUSTRASI | Dok. Istimewa

FOTO/ILUSTRASI | Dok. Istimewa

0
SHARES
31
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

 

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta menolak rencana perubahan badan hukum PAM Jaya dari Perumda menjadi Perseroda. Alasanya, begitu logika perusahaan berjalan, orientasinya bergeser: dari pelayanan publik → ke efisiensi finansial → lalu ke profitabilitas. Di sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak, pergeseran ini bukan sekadar teknis. Ia politis dan berdampak langsung pada warga.

Oleh: M. Fuadi Luthfi, Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta *

PKBTalk24 | Jakarta ~ Air adalah ruang paling nyata perjumpaan negara dan warganya. Di Jakarta, pengalaman panjang warga dalam layanan air meninggalkan jejak trauma: dari privatisasi tahun 1998, sengketa berulang, hingga janji peningkatan layanan yang tak pernah benar-benar tuntas. Setelah lebih dari 20 tahun, seluruh pengelolaan air kembali dipulihkan ke tangan negara melalui Perumda PAM Jaya pada 2023. Luka sejarah itu belum pulih, kini muncul lagi rencana mengubah PAM Jaya menjadi Perseroda.

Pertanyaannya sederhana namun fundamental: apakah kita siap menggeser air—hak dasar warga—ke dalam orbit logika bisnis? Bagi Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta, jawaban sementara adalah belum.

Risiko Pergeseran: Dari Pelayanan Publik ke Orientasi Profit

Mengubah PAM Jaya menjadi Perseroda berarti mengubah locus keputusan strategis ke forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Di atas kertas, pemerintah daerah tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Namun secara struktural, skema ini membuka pintu bagi masuknya pemegang saham lain—termasuk modal swasta—yang membawa kepentingannya sendiri.

Begitu logika perusahaan berjalan, orientasinya bergeser: dari pelayanan publik → ke efisiensi finansial → lalu ke profitabilitas. Di sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak, pergeseran ini bukan sekadar teknis. Ia politis dan berdampak langsung pada warga.

Ancaman Kenaikan Tarif yang Tak Terhindarkan

Tarif dasar air memang ditetapkan pemerintah. Tetapi dalam praktik, argumentasi teknokratis manajemen Perseroda dapat dengan mudah menggiring pemerintah pada penyesuaian tarif: kebutuhan investasi, kewajiban ke kreditor, dan tuntutan dividen kepada pemegang saham.

Dalam model Perseroda, tekanan finansial akan semakin kuat. Siapa yang paling rentan menanggung beban Ratusan ribu warga berpenghasilan rendah, yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan. Kenaikan kecil bagi kelas menengah bisa menjadi pukulan besar bagi kelompok rentan.

Perluasan cakupan layanan air di Jakarta masih membutuhkan kerja besar, terutama di kawasan padat penduduk, kampung-kampung kota, dan wilayah seperti Kepulauan Seribu. Lokasi ini secara bisnis tidak menarik: biaya tinggi, daya beli rendah, dan risiko finansial besar.

Model Perseroda, secara desain, lebih condong fokus pada area yang menghasilkan—kawasan komersial dan perumahan formal menengah-atas. Tanpa regulasi ketat, jurang akses air antara warga “bankable” dan warga di pinggiran kota akan melebar. Pengalaman dua dekade privatisasi air seharusnya cukup menjadi pengingat.

Akuntabilitas Bergeser dari Publik ke Korporat

Sebagai Perumda, akuntabilitas PAM Jaya masih berada langsung di tangan kepala daerah, dengan DPRD dan publik bisa mengawasi arah kebijakan dan pengelolaan aset melalui mekanisme anggaran.

Namun dalam model Perseroda, keputusan strategis berada di dalam RUPS—forum korporat yang lebih tertutup, teknokratis, dan sulit dijangkau publik. Ada risiko nyata orientasi perusahaan bergerak ke kepentingan pemegang saham dan bukan ke hak warga atas air. Dalam isu yang menyangkut hak dasar, jarak semacam ini tidak boleh dibiarkan melebar.

Alasan Teknis Perubahan Tidak Menjawab Masalah Utama

Argumentasi bahwa Perumda “tidak fleksibel” dan butuh sentuhan New Public Management tidak cukup untuk mengganti badan hukum. Hampir semua perbaikan—dari efisiensi, digitalisasi, hingga perbaikan tata kelola—bisa dilakukan dalam kerangka Perumda.

Langkah transformasi harus menjawab tiga masalah PAM Jaya hari ini: NRW (kebocoran air) yang masih tinggi,, eksekusi proyek infrastruktur yang lambat,, dan tata kelola internal yang belum optimal. Perubahan badan hukum tidak otomatis menyelesaikan ini.

Fraksi PKB Menolak Perubahan, Mendorong Reformasi Perumda

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta dengan tegas menolak rencana perubahan Perumda PAM Jaya menjadi Perseroda dalam bentuk yang diajukan saat ini.

Penolakan ini bukan penolakan terhadap perbaikan. Justru sebaliknya—kami ingin perbaikan dilakukan dengan cara yang benar, transparan, dan aman bagi hak dasar warga.

Kami mendorong: penurunan NRW secara nyata dan bertahap,, percepatan program SPAM dan proyek strategis, reformasi tata kelola internal yang berbasis akuntabilitas, penguatan perlindungan bagi pelanggan berpenghasilan rendah, dan evaluasi menyeluruh dan terbuka atas seluruh pengalaman privatisasi air di Jakarta.

Sebelum seluruh prasyarat itu terpenuhi, mendorong perubahan bentuk menjadi Perseroda hanya akan memindahkan Jakarta dari satu risiko ke risiko lain.

Air adalah hak dasar, bukan instrumen akumulasi laba. Konstitusi menempatkannya sebagai mandat negara, bukan pasar. Karena itu, perubahan yang menyangkut pengelolaan air harus dilakukan dengan kehati-hatian ekstrem, bukan semangat deregulasi.

Kami percaya: Jakarta membutuhkan PAM Jaya yang kuat, bukan PAM Jaya yang diprivatisasi dengan nama lain. (***)

_________

Penulis:  Ketua Fraksi FPKB DPRD DKI Jakarta, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta | Ketua DPC PKB Jakarta Timur.

Tags: #AirUntukRakyat#DPRDDKI#FPKBDKI#FuadiLuthfi#HakAtasAir#KeadilanSosial#OpiniPKB#PAMJaya#PerserodaJakarta
Previous Post

Sekwil PKB DKI Jakarta: Politik Itu Mengatur Hidup Kita, PKB Harus Jadi Penentu Kebijakan Jakarta

Next Post

PKB Jakarta dan Transformasi Politik Kaum Santri di Ibu Kota

Next Post

PKB Jakarta dan Transformasi Politik Kaum Santri di Ibu Kota

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Rombongan Pengurus DPW PKB Jakarta Silaturrahmi - Halal bihalal dengan Mantan Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Anies Baswedan di Kediamannya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, belaum lama ini. FOTO | Dok. Istimewa

PKB Jakarta Bilang Aspirasi Akar Rumput Inginkan Anies Maju Pilkada Jakarta 2024

2 tahun ago
Pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hadir langsung ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang perdana gugatan sengketa Pilpres 2024, Rabu (27/3/2024). FOTO | Dok. Media Center DPW PKB Jakarta

Sidang Perdana Gugatan Hasil Pemilu di MK: Anies Ingatkan Indonesia di Persimpangan Jalan

2 tahun ago

Popular News

  • Priok dan Jakarta Utara: Jangan Biarkan Pelabuhan Terus Tumbuh, Kota Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petugas Haji Wajah Negara di Tanah Suci, Profesionalisme dan Integritas Jadi Harga Mati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Syaikhona Kholil Bangkalan: Guru Para Pahlawan, Cahaya dari Madura yang Kini Jadi Pahlawan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, Pendidikan Berkualitas untuk Anak dari Keluarga Miskin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muhammad Lefy, Caleg Gen Z dari PKB, Diprediksi Raih Kursi DPRD DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, M. Fuadi Luthfi - FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita Parlemen

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

30 April 2026
Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

4 Mei 2026
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Hengky Wijaya, dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (19/1/2025). FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

12 Mei 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In