• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Humaniora

Dinilai Menyimpang, LP Maarif NU Tarik Buku Sejarah Berdirinya NU Yang Sebut Kakek Habib Luthfi Pendiri NU

Redaksi by Redaksi
1 Agustus 2024
in Humaniora, Pendidikan
0
0
SHARES
80
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Dalam buku tersebut ditulis beberapa ulama besar berkumpul di Masjidil Haram. Mereka menyimpulkan bahwa sudah sangat mendesak berdirinya wadah bagi tumbuh kembang dan terjaganya ajaran Ahalissunnah wal jamaah (Aswaja).

 

PKBTalk24 | Jakarta ~ Dinilai menyimpang, LP Maarif NU menarik buku sejarah ke-NU-an yang isinya menyebut kakek Habib Luthfi, Habib Hasyim sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Penulisan sejarah berdirinya NU yang dinilai menyimpang tersebut ditemukan di dalam buku Pelajaran Ahlusunnah Waljamaah Ke-NU-an, jilid 1 untuk kelas 2, Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren yang disusun oleh Divisi Keilmuan RMI PCNU, Penerbit RMI PCNU Kabupaten Tegal.

Dalam buku tersebut ditulis beberapa ulama besar berkumpul di Masjidil Haram. Mereka menyimpulkan bahwa sudah sangat mendesak berdirinya wadah bagi tumbuh kembang dan terjaganya ajaran Ahalissunnah wal jamaah (Aswaja).

Akhirnya, diistikarahi oleh para ulama Haramain. Kemudian mereka mengutus KH Hasyim Asy’ari untuk pulang ke Indonesia agar menemui dua orang yang diyakini sebagai kekasih Allah, yang bermukim di Indonesia.

Diceritakan, jika kedua orang ulama tersebut menyetujui, maka rencana pembuatan wadah untuk Aswaja akan dilanjutkan. Sebaliknya, jika tidak setuju, maka rencana pendirian jangan dilanjutkan.

Dua ulama tersebut adalah Habib Hasyim bin Umar bin Thoha bin Yahya, Pekalongan (kakek Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya.

Sementara, satunya lagi adalah Syekhona Muhammad Kholil Bangkalan. Oleh sebab itu, tidak heran jika Muktamar NU yang ke-5 dilaksanakan di Pekalongan, tepatnya pada tahun 13 Rabiul Akhir 1349 H/7 September 1930 M. Disebutkan, ternyata hal itu dimaksudkan untuk menghormati Habib Hasyim bin Yahya yang wafat pada tahun tersebut.

Mbah Kiai Hasyim Asy’ari datang ke tempat mbah Kiai Yasin. Kiai Sanusi ikut serta pada waktu itu. Di situ, mereka diiringi oleh Kiai Asnawi Kudus, terus diantar datang ke Pekalongan. Lalu, bersama Kiai Irfan, datang ke kediaman Habib Hasyim

Begitu KH Hasyim Asy’ari duduk, Habib Hasyim langsung berkata, ”Kiai Hasyim Asy’ari, silakan laksanakan niatmu kalau mau membentuk wadah Aswaja. Saya rela (rida), tapi tolong nama saya jangan ditulis.”

Itu wasiat Habib Hasyim. Kiai Hasyim Asy’ari merasa lega dan puas. Kemudian Hasyim Asy’ari menuju ke tempatnya Mbah Kiai Kholil Bangkalan.

Mbah Kiai Kholil berkata kepada Kiai Hasyim Asy’ari, “Laksanakan apa niatmu. Saya rida seperti ridanya Habib Hasyim.Tapi, saya juga minta tolong nama saya jangan ditulis.”

Kiai Hasyim agak bingung. Bagaimana ini, kok tidak mau ditulis namanya semua. Terus Mbah Kiai Kholil menimpali Kiai Hasyim. “Kalau mau ditulis silakan tapi sedikit saja.” Itulah wujud tawadunya Mbah Kiai Muhammad Kholil Bangkalan.

Dalam buku ini lalu diberikan keterangan bahwa sejarah tersebut tetap dicantumkan meskipun Habib Hasyim bin Yahya mungkin tidak terlalu berkenan.

Alasan tim penulis buku

Tim penulis beralasan jika sejarah semacam ini tidak akan ditemukan lagi di kemudian hari. Muhammad Ali Rahman menulis di NU Online berjudul “Tanggapan atas Kisah Berdirinya NU Versi Habib Luthfi (I) (II) (III)”

Ali Rahman mengatakan, keterangan Habib Luthfi, yang katanya didapat dari Kiai Irfan bahwa Habib Hasyim (kakek Habib Luthfi) terlibat pendirian NU, tidak dilengkapi dengan penjelasan siapa tokoh Kiai Irfan yang dimaksud.

Apakah beliau terlibat langsung saat peristiwa di Masjidil Haram tersebut sehingga mengetahui kisahnya. Apakah semasa dengan Syaikhona dan Habib Hasyim dan seterusnya dan sebagainya.

“Terlepas siapa Kiai Irfan, yang pasti, keterangan Kiai As’ad Syamsul Arifin yang runutannnya jelas dan selaras dengan data-data tertulis tentang pembentukan NU, sehingga memenuhi syarat ilmiah dalam standar penulisan sejarah,” paparnya. (**)

Sumber : suaranasional

Previous Post

Anggota Pansus Haji Bantah Pernyataan Gus Yahya: Pelaksanaan Haji 2024 Carut Marut

Next Post

Kisruh PBNU dan PKB : Berebut Tiket Kabinet dan Jaga Suara Muktamar Tidak Ambyar

Next Post

Kisruh PBNU dan PKB : Berebut Tiket Kabinet dan Jaga Suara Muktamar Tidak Ambyar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

jakarta sebagai kota global

Jakarta Menuju Kota Global: Dari Pusat Peradaban ke Panggung Dunia

1 tahun ago
dam haji jamaah indonesia

Berita Bagus! Rencana Dam Haji Bisa Ditunaikan di Indonesia, Berpotensi Bantu Atasi Stunting

1 tahun ago

Popular News

  • Priok dan Jakarta Utara: Jangan Biarkan Pelabuhan Terus Tumbuh, Kota Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemnaker Rilis Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Terbaru 2025, Jadi Penentu Kenaikan Upah Minimum 2026 di Tiap Provinsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KH Ma’ruf Amin: Arus Balik PKB, Minimal Harus Kembali Meraih Posisi 3, Maksimal No.1 di Pemilu 2024

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo-Cak Imin Menang Telak di Poling RMOL, Gerindra: Presiden-wapres Ditentukan Ketum PKB – Ketum Gerindra 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, M. Fuadi Luthfi - FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita Parlemen

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

30 April 2026
Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

4 Mei 2026
Hengky Wijaya
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

20 Januari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com