• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 26 Maret, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Figure

Ketua Umum PBNU Gus Yahya: Kalau Agama Ingin Punya Peran, harus Bisa Jadi Solusi Global

"Karena sebagian besar konflik masih berkaitan dengan agama. Itu terbukti dengan 34 titik di dunia di mana PBB mengirimkan tentara perdamaian, 26 konfliknya adalah konflik agama,"ujar Gus Yahya.

by Redaksi
23 Juni 2023
in Figure, UlamaTalks
0
Ketua Umum PBNU Gus Yahya: Kalau Agama Ingin Punya Peran, harus Bisa Jadi Solusi Global

Ketua Umum PBNU KH. Cholil Yahya Staquf - Memandang nilai-nilai agama masih relevan sebagai sumber solusi mengurai masalah konflik global - FOTO | Dok. PBNU Media Center

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Saya sebagai Muslim atau pemeluk agama tidak terima bila agama hanya berperan di bagian pinggir, bukan di tempat yang utama atau sentral,”ujar Gus Yahya di forum yang dihadiri sejumlah pemuka lintas agama dan aliran yang ada di Indonesia itu.

 

PKBTalk24, Surabaya ~ Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menyebut fenomena hari ini, di mana agama tidak lagi menduduki posisi sentral dalam konsolidasi politik global. Berbeda dengan di masa lalu yang semuanya ketika mau melakukan konsolidasi politik atas dasar agama.

“Saat ini yang kita lihat dan alami, pertarungan nilai-nilai untuk konsolidasi tersebut. Dan pertarungan nilai-nilai itu saling bersaing di level gerakan sosial untuk mempromosikan nilai gagasan masing-masing. Tetapi yang memiliki pengaruh itu gagasan-gagasan atau nilai-nilai yang bersumber dari luar agama-agama,” ujar Gus Yahya saat membuka acara sosialisasi menuju ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC), di Surabaya, Kamis (15/6/2023).

Pertanyaannya, kata Gus Yahya, di mana kedudukan agama di dalam konstruksi tersebut? Apakah agama punya nilai yang layak? Sejatinya, agama sangat memiliki nilai tersebut. Namun, bila boleh dikatakan, ia masih disibukkan dengan konflik, baik antar agama atau kelompok berbeda dalam lingkup satu agama.

RelatedPosts

Khataman Al-Qur’an di Malam Nuzulul Qur’an, Hasbiallah Ilyas: Perempuan Adalah Madrasah Pertama Penanam Nilai Al-Qur’an

Respons Dinamika PBNU Pascapleno, PWNU DKI Dorong Muktamar Luar Biasa,

Syaikhona Kholil Bangkalan: Guru Para Pahlawan, Cahaya dari Madura yang Kini Jadi Pahlawan Nasional

“Karena sebagian besar konflik masih berkaitan dengan agama. Itu terbukti dengan 34 titik di dunia di mana PBB mengirimkan tentara perdamaian, 26 konfliknya adalah konflik agama,” ungkapnya.

“Saya sebagai Muslim atau pemeluk agama tidak terima bila agama hanya berperan di bagian pinggir, bukan di tempat yang utama atau sentral,”ujar Gus Yahya di forum yang dihadiri sejumlah pemuka lintas agama dan aliran yang ada di Indonesia itu.

Berkaca para sejarah dan pengalaman peranan agama di masa lalu

Untuk itu, PBNU punya keyakinan untuk mengikhtiarkan sesuatu dalam mengatasi hal tersebut. Bahwa kalau agama ingin punya peran, maka agama harus mampu memecahkan masalah di antara mereka sendiri. “Kalau Sunni dan Syi’ah bertempur terus, siapa yang percaya Islam itu memperjuangkan perdamaian,” ujarnya.

Karena itu, yang ingin ditawarkan dengan ASEAN IIDC ini adalah wacana tentang pengalaman sejarah yang juga menjadi warisan peradaban bersama di lingkup kawasan Asia Pasifik. Yakni, sejarah kepemimpinan kerajaan Sriwijaya yang pusatnya di tepian Sungai Musi, Palembang.

“Peradabannya berhasil mempersatukan seluruh Nusantara dengan tetap mentolerir format-format politik masing-masing elemen di dalamnya,” kata dia.

Kerajaan Sriwijaya bertahan hingga 7 abad karena mengedepankan nilai-nilai toleransi dan harmoni. Hal yang sama juga terjadi dengan Kerajaan Majapahit. Ia tidak pernah memproklamirkan dirinya kerajaan yang berbasis agama, karena di dalamnya banyak rumpun agama.

“Kerajaan Majapahit bukan kerajaan agama, tetapi  memproklamirkan konsep bhinneka tunggal ika,”ujar Gus Yahya di acara sosialisasi menuju ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference (IIDC).

Sebuah acara yang bertujuan sebagai upaya PBNU dalam memfasilitasi dialog, konferensi budaya dan agama dunia.

Pada kesempatan tersebut, KH. Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, menceritakan senjumlah kekhasan lokal yang ada di tanah air. Kekhasan-kekhasan lokal itu menurutnya, bisa menjadi nilai lebih bagi keharmonisan masyarakat. Salah satunya soal bersih desa. “Saat bersih desa, yang lebih ditekankan adalah kebersamaan tanpa memandang latar belakang agama,” ujarnya.

Menurut Marzuki, salah satu kearifan yang ada pada tradisi bersih desa tersebut adalah penghargaan kepada umat Islam. “Khusus untuk penyembelihan hewan, warga di sana memasrahkan kepada tokoh agama Islam,”jelasnya.

Apa yang terjadi di wilayah tersebut ujarnya, merupakan bentuk penghormatan terhadap pengalaman keberagamaan yang sudah menjelma menjadi sebuah sub kultur dalam kehidupan masyakat, di mana nilai-nilai yang bersumber dari agama Islam, teralah diserap dan diakui menjadi tradisi yang bersifat universal dalam lingkup yang lebih kecil atau masayarakat lokal.

Hal itu bisa terjadi lantaran, masyarakat di kawasan setempat mempercayai bahwa penyembelihan hewan tidak boleh dilakukan sembarangan. Apalagi dalam Islam juga mengatur hal tersebut.

“Karena itu, khusus untuk penyembelihan hewan saat bersih desa dipasrahkan kepada tokoh agama Islam, yang dipersepsikan memiliki nilai kebajikan yang terlah diakui sesuai standart yang semestinya,” ungkap dosen di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur ini.

Sementara itu, Holland Taylor, narasumber lainnya di acara tersebut, mengungkapkan bahwa ada kekhasan yang muncul di tengah masyarakat di daerah Magelang, Jawa Tengah. Menurutnya, di kawasan tersebut terjalin hubungan yang demikian harmonis kendati terdapat berbagai perbedaan.

“Perbedaan yang ada tidak menjadi alasan untuk saling berkonflik, namun bagaimana menghargai dan hidup damai dalam perbedaan,” katanya. (***)

Tags: gus yahyaketua pbnu

RelatedPosts

Khataman Al-Qur’an di Malam Nuzulul Qur’an, Hasbiallah Ilyas: Perempuan Adalah Madrasah Pertama Penanam Nilai Al-Qur’an

Khataman Al-Qur’an di Malam Nuzulul Qur’an, Hasbiallah Ilyas: Perempuan Adalah Madrasah Pertama Penanam Nilai Al-Qur’an

by Redaksi
8 Maret 2026
0

Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas menghadiri khataman Al-Qur’an dalam peringatan Nuzulul Qur’an bersama Perempuan Bangsa. Ia menekankan pentingnya...

PWNU DKI Jakarta

Respons Dinamika PBNU Pascapleno, PWNU DKI Dorong Muktamar Luar Biasa,

by Redaksi
16 Desember 2025
0

PWNU DKI Jakarta mengusulkan Muktamar Luar Biasa NU untuk menyikapi dinamika PBNU pascapleno, demi menjaga stabilitas dan marwah organisasi. PKBTalk24...

syaikhona Kholil Bangkalan

Syaikhona Kholil Bangkalan: Guru Para Pahlawan, Cahaya dari Madura yang Kini Jadi Pahlawan Nasional

by Redaksi
11 November 2025
0

Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Ulama karismatik Madura ini dikenal sebagai guru...

Next Post

Dipercaya Bisa Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Nasional, Farum Ulama Se-Jakarta Utara Dukung Gus Muhaimin Presiden 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Libur Nataru, Tommy Kurniawan Apresiasi Langkah Cepat KAI Hadapi Lonjakan Penumpang

Libur Nataru, Tommy Kurniawan Apresiasi Langkah Cepat KAI Hadapi Lonjakan Penumpang

3 tahun ago
Info Haji 2024: Gus Muhaimin Minta Bentuk Pansus untuk Evaluasi Pelaksanaan Haji 2024 

Info Haji 2024: Gus Muhaimin Minta Bentuk Pansus untuk Evaluasi Pelaksanaan Haji 2024 

2 tahun ago

Popular News

  • silaturrahmi dan buka puasa bersama dpc pkb jaktim

    Silaturahmi Ramadhan PKB Jaktim: Fuadi Luthfi Kobarkan Soliditas Kader, Hasbiallah Ilyas Tekankan Politik sebagai Ibadah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Sekolah Pemimpin Perubahan Wilayah 6, Gus Muhaimin Singgung Ada yang Serius Tawarkan Perubahan Tetapi Kalah dengan Joged-joged

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KH. Imam Jazuli : PKB Satu-satunya Partai Paling Nyata Berjuang untuk Umat Islam dan Pesantren

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Libur Nataru, Tommy Kurniawan Apresiasi Langkah Cepat KAI Hadapi Lonjakan Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Debat Cawapres, Ini Visi dan Misi 3 Cawapres di Debat Pertama. Awas Dislepet Cak Imin!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Gubernur DKi jakarta promono Anung dan Hasbiallah Ilyas
Berita Eksekutif

Pramono Anung di Buka Puasa PKB Jakarta: “Saya Pilih Bela Rakyat Terbawah, KJP hingga Layanan Kesehatan Tak Akan Dipotong”

17 Maret 2026
Buka Puasa Bersama PKB jakarta 2026
Berita PKB

Gelar Buka Puasa Bersama, PKB Jakarta Tegaskan Pembelaan pada Kaum Mustad’afin

17 Maret 2026
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Berita Parlemen

PKB Desak Pramono Maksimalkan RDF Rorotan, Proyek Rp1,28 Triliun Baru Beroperasi 40 Persen

10 Maret 2026
Peresmian Kantor DPW PKB Jakarta
Berita PKB

Gus Muhaimin Resmikan Kantor Baru PKB DKI, Puji Kinerja Kader Jakarta dan Targetkan Peran Lebih Besar untuk Ibu Kota

8 Maret 2026
Khataman Al-Qur’an di Malam Nuzulul Qur’an, Hasbiallah Ilyas: Perempuan Adalah Madrasah Pertama Penanam Nilai Al-Qur’an
Figure

Khataman Al-Qur’an di Malam Nuzulul Qur’an, Hasbiallah Ilyas: Perempuan Adalah Madrasah Pertama Penanam Nilai Al-Qur’an

8 Maret 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In