PWNU DKI Jakarta mengusulkan Muktamar Luar Biasa NU untuk menyikapi dinamika PBNU pascapleno, demi menjaga stabilitas dan marwah organisasi.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta mengambil langkah strategis menyikapi dinamika yang berkembang di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pascapelaksanaan Rapat Pleno. Melalui Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, PWNU DKI secara resmi mengusulkan digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB) NU.
Rapat tersebut digelar pada Jumat (12/12/2025) di Aula Kantor PWNU DKI Jakarta. Sejumlah pimpinan Syuriyah dan Tanfidziyah hadir untuk membahas perkembangan organisasi secara mendalam, dengan mengedepankan prinsip musyawarah, kehati-hatian, serta etika jam’iyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
PWNU DKI Jakarta menilai, dinamika yang terjadi di tingkat pusat perlu disikapi melalui mekanisme organisasi yang sah dan konstitusional. Karena itu, Muktamar Luar Biasa dipandang sebagai jalan organisasi yang bermartabat untuk mengembalikan stabilitas kepemimpinan serta efektivitas khidmat NU kepada umat.
“Usulan Muktamar Luar Biasa merupakan ikhtiar konstitusional dalam rangka menjaga marwah, persatuan, dan kesinambungan khidmat Jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” demikian salah satu poin hasil rapat harian PWNU DKI Jakarta.
Selain mengusulkan MLB kepada PBNU, rapat juga memberikan mandat penuh kepada Ketua PWNU DKI Jakarta untuk melakukan konsolidasi secara intensif dengan seluruh PWNU se-Indonesia. Konsolidasi ini dimaksudkan sebagai upaya kolektif jam’iyah dalam mempersiapkan pelaksanaan MLB secara tertib, inklusif, dan bertanggung jawab sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU.
PWNU DKI Jakarta menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil tetap berada dalam koridor konstitusi organisasi dan berorientasi pada kemaslahatan jam’iyah. Komitmen menjaga persatuan, ukhuwah, serta kewibawaan NU menjadi pijakan utama dalam menyikapi dinamika internal yang tengah berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, PWNU DKI juga mengimbau seluruh jajaran pengurus, badan otonom, serta warga NU di berbagai daerah untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas organisasi. PWNU mengajak seluruh kader NU agar tidak larut dalam polemik, melainkan tetap fokus pada khidmat kepada umat, bangsa, dan negara.
Langkah PWNU DKI Jakarta ini menandai semakin menguatnya dorongan dari daerah agar dinamika di tubuh PBNU diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang demokratis, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an. (AKH)











