Jumat, 29 Agustus, 2025
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Figure

R.A. Kartini: Surat dari Kegelapan yang Menyalakan Cahaya Perempuan Indonesia

by Redaksi
22 April 2025
in Figure, Khasanah Aswaja, WomenTalks
0
R.A. Kartini

R.A. Kartini dan

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Kartini menolak tunduk pada takdir yang hanya menempatkan perempuan sebagai pemanis rumah tangga, atau pelengkap laki-laki. Ia menolak dijodohkan, tapi akhirnya tetap menikah demi menyelamatkan kehormatan keluarga. Meski demikian, ia tidak menyerah. Justru dari dalam rumah tangga, Kartini membuka sekolah, menulis surat, dan memantik api perubahan.

PKBTalk24 | Jepara, 21 April – Di sebuah kota pesisir kecil bernama Jepara, Jawa Tengah, Hindia Belanda (saat itu) pada 21 April 1879, lahirlah seorang perempuan bangsawan yang kemudian menjadi cahaya bagi jutaan perempuan Nusantara. Namanya Raden Ajeng Kartini. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, adalah Bupati Jepara.

Terlahir dari rahim budaya Jawa yang kental dengan tradisi patriarki, Kartini tumbuh di tengah benteng adat yang membatasi langkah perempuan.

Namun, siapa sangka, dari balik tembok keraton dan keterkungkungan “pingitan”, lahir suara yang mengguncang zaman—bukan lewat teriakan di podium, melainkan lewat sepucuk demi sepucuk surat yang ditulis dengan penuh perasaan, keteguhan, dan harapan.

Ketika Pena Lebih Tajam dari Pedang

Kartini tak panjang umur. Ia wafat di usia 25 tahun, pada 17 September 1904, hanya beberapa hari setelah melahirkan anak pertamanya. Namun, dalam usia yang singkat itu, ia mewariskan sesuatu yang lebih abadi dari sekadar nama: gagasan, cita-cita, dan keberanian melawan gelap.

RelatedPosts

Baba Hasbi: Cari Duit Tanpa Ideologi Itu Kayak Puasa Tapi Nggak Sholat!

KH Ma’ruf Amin Minta Presiden Prabowo Gunakan Tambang untuk Rakyat: Kami Dukung Bapak!

Tri Waluyo: Perempuan Bangsa Harus Jadi Kekuatan Tangguh PKB di Jakarta

Surat-surat Kartini yang ditulis kepada sahabat-sahabat penanya di Belanda, menjadi saksi betapa keras pergulatan batin seorang perempuan Jawa muda yang mengimpikan dunia baru bagi kaumnya. Surat itu tak hanya berisi rengekan getir, tapi juga cetak biru masa depan perempuan Indonesia.

Kartini menolak tunduk pada takdir yang hanya menempatkan perempuan sebagai pemanis rumah tangga, atau pelengkap laki-laki. Ia menolak dijodohkan, tapi akhirnya tetap menikah demi menyelamatkan kehormatan keluarga. Meski demikian, ia tidak menyerah. Justru dari dalam rumah tangga, Kartini membuka sekolah, menulis surat, dan memantik api perubahan.

Surat-surat inilah yang kemudian dikumpulkan oleh Mr. J.H. Abendanon, dan dijadikan buku legendaris “Door Duisternis Tot Licht” atau dalam bahasa Indonesia, “Habis Gelap Terbitlah Terang.” Sebuah buku yang tidak hanya menggetarkan Belanda, tapi juga mengguncang kesadaran kolektif bangsa ini akan hak perempuan untuk bermimpi dan berjuang.

Cita-Cita yang Melampaui Zaman

Kartini tak sekadar ingin perempuan bisa membaca dan menulis. Ia bercita-cita agar perempuan Indonesia memiliki akses pendidikan yang setara, kesempatan untuk mengembangkan bakat, kemandirian ekonomi, dan hak untuk memilih jalan hidup sendiri. Ia ingin perempuan berdiri sejajar—bukan lebih tinggi, bukan pula lebih rendah—dengan laki-laki.

Kartini tahu, pendidikan bukan semata soal buku dan angka. Pendidikan adalah pintu menuju kebebasan, dan dari kebebasan, lahir keberdayaan. Ia bermimpi agar perempuan Indonesia bisa bekerja, berkarya, dan menentukan nasibnya sendiri.

“Tak dapat saya bayangkan, betapa bahagianya hati saya bila saya dapat menyambung hidup seorang gadis, dan membawanya ke tempat terang,” tulis Kartini dalam salah satu suratnya. Kalimat itu, ditulis dalam bahasa Belanda, kini menjelma menjadi semangat yang tak lekang oleh zaman.

Warisan yang Tak Pernah Usang

Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” kini tersimpan rapi di Museum Kartini di Rembang. Buku setebal 10 cm itu, bersampul putih dengan tulisan tinta emas, adalah simbol bahwa bahkan dalam keheningan, perempuan bisa mengukir sejarah.

Hari ini, setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Tapi seharusnya, Kartini tak sekadar dikenang dengan kebaya dan lomba memasak. Kartini adalah tentang pemikiran yang hidup, tentang perjuangan yang belum selesai, dan tentang keberanian melampaui batasan yang diwariskan tradisi.

Lebih dari Sekadar Nama di Kalender

Kartini adalah kita—perempuan muda yang menolak diam ketika haknya dipangkas. Kartini adalah setiap ibu rumah tangga yang memilih bekerja agar anaknya bisa sekolah. Kartini adalah guru di pelosok yang mendidik anak-anak dengan penuh cinta. Kartini adalah pekerja migran yang bertahan di negeri orang demi keluarga di kampung. Kartini adalah aktivis, pengusaha, pelajar, bahkan wartawan seperti kita—yang menulis agar suara perempuan terus terdengar.

“Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan hanya judul buku. Ia adalah janji Kartini bahwa meski gelap pernah membelenggu perempuan, cahaya akan datang—jika kita berani menjemputnya. Selamat Hari Kartini. (AKH

RelatedPosts

Hasbiallah Ilyas

Baba Hasbi: Cari Duit Tanpa Ideologi Itu Kayak Puasa Tapi Nggak Sholat!

by Redaksi
25 Juli 2025
0

“Itu pertanyaan bagus. Tapi nyari duit tanpa ideologi itu kayak orang Islam puasa tapi nggak sholat. Atau kayak orang pakai...

Ketua Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Ma’ruf Amin

KH Ma’ruf Amin Minta Presiden Prabowo Gunakan Tambang untuk Rakyat: Kami Dukung Bapak!

by Redaksi
24 Juli 2025
0

“Kami mendukung Bapak Prabowo untuk menggunakan kekayaan negara demi kesejahteraan rakyat. Laksanakan Pasal 33 UUD 1945. Kami bersama Bapak!” tegas...

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, H. Tri Waluyo.

Tri Waluyo: Perempuan Bangsa Harus Jadi Kekuatan Tangguh PKB di Jakarta

by Redaksi
9 Juli 2025
0

“Perempuan Bangsa harus makin masif turun ke masyarakat. Sosialisasi, edukasi, dan penguatan basis harus dilakukan terus-menerus. Perempuan bisa dan harus...

Next Post
Sertifikasi produk halal

BPJPH & BPOM Temukan Kandungan Babi dalam 9 Produk Marshmallow, 7 Sudah Bersertifikat Halal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto: Negara Maju Baca Buku, Negara Berkembang Nonton! Yuk, Santri Harus Melek Literasi!

2 bulan ago
Presiden Prabowo Subianto

Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo di HUT ke-80 RI: Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera

1 minggu ago

Popular News

  • OTT KPK Wamenaker Noel

    Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BP Haji Berpeluang Jadi Menteri Haji dan Umrah, Menunggu Restu Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil H. Sutikno, Caleg Incumbent dari PKB Raih Suara Terbanyak di Dapil 7 Jakarta Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo
Berita Eksekutif

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

25 Agustus 2025
Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027
Daerah

Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027

25 Agustus 2025
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Daerah

PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

25 Agustus 2025
Info Haji 2024: Indonesia dapat 241.000 Kuota, 554 Kloter Jemaah Haji Reguler, Siap Berangkat Mulai 12 Mei 2024
Ekbis

Panja RUU Haji Setuju Petugas Embarkasi Bisa Nonmuslim, Tapi Wajib Muslim di Arab Saudi

23 Agustus 2025
OTT KPK Wamenaker Noel
Berita Eksekutif

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

22 Agustus 2025

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In