Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam. PKB menyebut keputusan ini bentuk kepekaan Prabowo terhadap aspirasi warga Nahdliyin.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Presiden RI Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh besar Nahdlatul Ulama yang dikenal sebagai pejuang demokrasi, kemanusiaan, dan pluralisme di Indonesia.
Penganugerahan dilakukan kepada Sinta Nuriyah Wahid, istri almarhum Gus Dur, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025).
Gelar tersebut diberikan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, yang ditandatangani di Jakarta pada 6 November 2025.
“Menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi, atas jasa-jasanya yang luar biasa, untuk kepentingan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa,” demikian bunyi kutipan Keppres tersebut.
Dalam upacara di Istana, narator membacakan jasa para tokoh penerima gelar.
Nama Gus Dur disebut sebagai tokoh yang berjuang di bidang politik dan pendidikan Islam, sekaligus figur pembela kemanusiaan lintas iman.
“KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia,” ucap narator.
PKB: Prabowo Peka terhadap Aspirasi Warga Nahdliyin
Keputusan ini disambut haru dan bangga oleh keluarga besar Nahdliyin dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) — partai yang didirikan oleh Gus Dur.
Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional merupakan kado bersejarah di Hari Pahlawan Nasional tahun ini.
“Alhamdulillah, puji syukur akhirnya Gus Dur, guru bangsa kita semua, ditetapkan sebagai pahlawan. Tentu saya dan segenap kader PKB sangat bahagia atas penganugerahan gelar pahlawan kepada bapak pluralisme, almarhum Gus Dur,” ujar Daniel Johan, Senin (10/11/2025).
Daniel menambahkan, PKB telah sejak lama mengusulkan agar Gus Dur diberikan gelar pahlawan nasional.
Ia memuji langkah Presiden Prabowo yang dianggap peka terhadap aspirasi masyarakat, terutama warga Nahdliyin.
“Hari ini, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, Presiden Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang menghargai jasa para tokoh bangsa. Ini keputusan yang menyentuh hati umat,” kata Daniel.
10 Tokoh yang Ditetapkan Pahlawan Nasional 2025
Selain Gus Dur, terdapat sembilan tokoh lainnya yang juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Berikut daftar lengkapnya:
-
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Tokoh Jawa Timur, bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam
-
Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto – Tokoh Jawa Tengah, bidang perjuangan bersenjata dan politik
-
Marsinah – Tokoh Jawa Timur, bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan
-
Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Tokoh Jawa Barat, bidang perjuangan hukum dan politik
-
Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Tokoh Sumatera Barat, bidang perjuangan pendidikan Islam
-
Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Tokoh Jawa Tengah, bidang perjuangan bersenjata
-
Sultan Muhammad Salahuddin – Tokoh NTB, bidang perjuangan pendidikan dan diplomasi
-
Syaikhona Muhammad Kholil – Tokoh Jawa Timur, bidang perjuangan pendidikan Islam
-
Tuan Rondahaim Saragih – Tokoh Sumatera Utara, bidang perjuangan bersenjata
-
Zainal Abidin Syah – Tokoh Maluku Utara, bidang perjuangan politik dan diplomasi
Gus Dur: Pahlawan Sejak Lama di Hati Rakyat
Meski baru resmi ditetapkan, bagi banyak kalangan, Gus Dur telah lama dianggap pahlawan kemanusiaan dan demokrasi.
Pemikiran dan perjuangannya lintas batas agama, suku, dan ideologi telah menginspirasi jutaan rakyat Indonesia. “Bagi kami, Gus Dur sudah menjadi pahlawan sejak lama. Beliau memberi rasa aman, keadilan, dan kepedulian yang sangat dalam bagi rakyat Indonesia,” tutur Daniel Johan.
Penganugerahan ini sekaligus menjadi momentum rekonsiliasi sejarah bangsa — mempertemukan berbagai warna perjuangan Indonesia dalam satu panggung penghormatan di Istana Negara. (AKH)








