Gerak cepat ditunjukkan DPRD DKI Jakarta. Dalam rapat paripurna terbaru, dewan resmi membentuk lima panitia khusus (Pansus) sekaligus untuk membedah berbagai persoalan strategis Ibu Kota—dari sampah hingga parkir.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Langkah serius diambil DPRD DKI Jakarta dalam memperkuat fungsi pengawasan dan legislasi. Lewat rapat paripurna, dewan menetapkan pembentukan lima panitia khusus (Pansus) yang akan fokus menangani isu-isu prioritas di Jakarta.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, menegaskan bahwa pembentukan Pansus ini bukan keputusan mendadak. Prosesnya telah melalui tahapan panjang, mulai dari usulan fraksi hingga pembahasan di rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) dan Badan Musyawarah (Bamus).
“Fraksi dan alat kelengkapan DPRD telah menyampaikan usulan pembentukan panitia khusus kepada pimpinan DPRD,” ujar Baco.
Ia menjelaskan, pembahasan awal dilakukan dalam Rapimgab pada 3 Maret 2026, sebelum akhirnya dibawa ke forum Badan Musyawarah untuk dimatangkan.
Fokus ke Isu Krusial Jakarta
Lima Pansus yang dibentuk bukan tanpa alasan. Semuanya menyasar persoalan klasik sekaligus krusial yang selama ini jadi pekerjaan rumah Jakarta, yakni:
-
Pengelolaan sampah
-
Percepatan penyerahan aset fasos dan fasum
-
Reformasi agraria melalui program PTSL
-
Tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR/TJSL)
-
Tata kelola perparkiran
Menurut Baco, pembentukan Pansus ini diharapkan bisa membuat pembahasan lebih fokus dan mendalam, sehingga solusi yang dihasilkan tidak lagi bersifat tambal sulam.
Disetujui Aklamasi
Menariknya, penetapan lima Pansus ini berlangsung mulus. Dalam forum paripurna, pimpinan sidang langsung meminta persetujuan anggota dewan. “Apakah pembentukan lima panitia khusus tersebut dapat disetujui?” tanya Baco.
Jawabannya: setuju. Seluruh anggota dewan yang hadir menyepakati secara aklamasi tanpa penolakan.
Sinyal Serius Perkuat Pengawasan
Pembentukan Pansus ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD DKI Jakarta ingin tampil lebih progresif dalam mengawal kebijakan publik.
Dengan pendekatan yang lebih fokus melalui Pansus, DPRD berharap setiap isu strategis bisa ditangani lebih tajam—bukan sekadar wacana, tapi berujung pada kebijakan konkret yang berdampak langsung ke masyarakat. (AKH)











