• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Ekbis Dunia Usaha

DPRD DKI Dorong Target Pajak Daerah Rp48 Triliun di 2025, Sutikno Usulkan Insentif BPHTB

Redaksi by Redaksi
3 Juli 2025
in Dunia Usaha, Ekbis
0
H. Sutikno

H. Sutikno, Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB (FPKB). FOTO | Dok. PKBTalk24

0
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Saya mengusulkan agar ada insentif khusus terhadap objek pajak BPHTB, dan juga pada objek-objek pajak lain yang realisasinya masih rendah,” ujar Sutikno dari Fraksi PKB, belum lama ini.

PKBTalk24 | Jakarta ~  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengejar target ambisius penerimaan pajak daerah sebesar Rp48 triliun pada tahun 2025, naik dari realisasi Rp44,46 triliun pada 2024. DPRD DKI pun mendukung penuh langkah ini, dengan catatan: strategi yang digunakan harus jitu, modern, dan menyentuh sektor-sektor yang selama ini belum maksimal.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, H. Sutikno, mengusulkan langkah strategis: pemberian insentif khusus untuk pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Pasalnya, sektor ini tercatat paling rendah capaian penerimaannya tahun lalu, hanya mencapai 77 persen atau Rp6,1 triliun dari target Rp8 triliun.

“Saya mengusulkan agar ada insentif khusus terhadap objek pajak BPHTB, dan juga pada objek-objek pajak lain yang realisasinya masih rendah,” ujar Sutikno dari Fraksi PKB, belum lama ini.

Pajak yang Belum Capai Target, Bukan Cuma Satu

Tak hanya BPHTB, ada beberapa jenis pajak daerah yang belum mencapai target di tahun anggaran 2024. Berikut daftarnya:

  • Pajak Rokok: 98,22% (Rp883 miliar dari target Rp900 miliar)

  • Pajak Air Tanah: 97,43% (Rp87,6 miliar dari target Rp90 miliar)

  • PBB-P2: 99,51% (Rp9,9 triliun dari target Rp10 triliun)

  • Pajak Alat Berat (PAB): Baru 2,39% (Rp5,9 juta dari target Rp250 juta)

Menurut Sutikno, penurunan ini bisa dimaklumi karena ekonomi Jakarta masih dalam proses pemulihan pasca pandemi. Ia mencontohkan, transaksi jual beli tanah dan rumah ikut lesu karena daya beli masyarakat sedang menurun.

“Kalau ekonomi sedang lesu, otomatis sektor properti pun ikut melambat. Jual beli rumah dan tanah itu bukan barang murah,” jelasnya.

Insentif Pajak Jadi Jurus Pemerintah di Tengah Lesunya Ekonomi

Untuk merespons kondisi tersebut, Pemprov DKI melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) telah menyetujui beberapa insentif pajak demi menjaga denyut perekonomian, terutama di sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Beberapa insentif yang akan diberlakukan antara lain:

  • Keringanan pajak restoran dan perhotelan

  • Penghapusan denda pajak kendaraan bermotor

  • Usulan insentif pajak BPHTB sedang dalam kajian

“Ini bagian dari strategi untuk menjaga daya beli masyarakat. Kita tahu ekonomi sedang berat, jadi perlu pendekatan yang realistis,” ujar Sutikno.

Optimisme di Tengah Ketidakpastian

Meski ada tantangan, Pemprov DKI tetap optimistis. Kepala Bapenda DKI, Lusiana Herawati, mengakui capaian BPHTB memang belum maksimal, tapi tetap yakin tren ekonomi akan membaik di 2025.

“Kondisi global memang belum stabil, tapi kita harus jaga optimisme. Kita bisa tingkatkan pemasukan daerah, termasuk dari BPHTB,” kata Lusiana.

Senada, Suhud, pejabat lain di lingkungan Pemprov, juga menyampaikan bahwa target pajak yang dinaikkan tahun depan merupakan cermin keyakinan pemerintah terhadap pemulihan ekonomi Jakarta.

“Target dinaikkan karena kita yakin ekonomi membaik. Harus ada semangat untuk capai lebih baik dari tahun ini,” ucap Suhud.

Pajak Naik, Insentif Jalan, Harapan Tetap Menyala

DPRD dan Pemprov DKI kini berada di jalur yang sama: mendorong optimalisasi pendapatan pajak demi pembangunan dan kesejahteraan warga Jakarta. Strategi insentif, kolaborasi lintas sektor, hingga pemanfaatan teknologi menjadi kunci suksesnya.

Dan tentu saja, dukungan dari warga Jakarta—sebagai wajib pajak—akan jadi penentu sejati apakah target Rp48 triliun itu bisa benar-benar tercapai. (AKH)

Previous Post

BI: Keuangan Syariah Lebih Tahan Krisis, Potensi Indonesia Masih Sangat Besar

Next Post

Rayakan HUT Jakarta ke-498, H. Tri Waluyo Gelar Turnamen Catur Sahabat: Lawan Tawuran & Judol dengan Strategi Pion

Next Post
Turnamen Catur Sahabat Tri Waluyo

Rayakan HUT Jakarta ke-498, H. Tri Waluyo Gelar Turnamen Catur Sahabat: Lawan Tawuran & Judol dengan Strategi Pion

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

wukuf di arafah

KPK Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji ke Penyidikan, Yaqut Cholil Bakal Dipanggil Lagi

9 bulan ago
Laskar Ibu-ibu Pengajian di Jakarta Selatan Deklarasi Dukung Gus Muhaimin Presiden 2024 - FOTO | Dok. Istimewa

Laskar Ibu-ibu Majelis Taklim Jakarta Selatan Dukung Gus Muhaimin Maju Pilpres 2024

3 tahun ago

Popular News

  • Tanggul Laut Raksasa

    Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Priok dan Jakarta Utara: Jangan Biarkan Pelabuhan Terus Tumbuh, Kota Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemnaker Rilis Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Terbaru 2025, Jadi Penentu Kenaikan Upah Minimum 2026 di Tiap Provinsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apresiasi Program MBG di Jakarta, Yusuf, S.I.Kom Ingatkan Kualitas Gizi Makanan harus Terjaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makan Bergizi Gratis Diusulkan Pakai Lauk Serangga, Ustadz Wawan El Ganjuri: Haram Bagi yang Merasa Jijik!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, M. Fuadi Luthfi - FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita Parlemen

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

30 April 2026
Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

4 Mei 2026
Hengky Wijaya
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

20 Januari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com