“Tidak boleh ada lagi guru honorer bergaji Rp300 ribu di tahun 2026. Jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru honorer wajib jadi prioritas,” tegas Ketua DPW PKB NTB tersebut.
PKBTalk24.com | Jakarta ~ Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani atau akrab disapa Lalu Ari, menyambut baik kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang akan menaikkan gaji ASN, khususnya guru dan dosen. Menurutnya, langkah ini merupakan penghargaan nyata bagi para pendidik yang menjadi garda terdepan mencerdaskan bangsa.
“Guru dan dosen adalah pejuang peradaban. Kenaikan gaji ini bukan sekadar soal angka, tapi juga soal martabat profesi pendidik,” tegas Lalu Ari, Kamis (25/9/2025).
Namun, politisi asal NTB itu mengingatkan, perhatian jangan berhenti pada ASN saja. Guru honorer yang jumlahnya masih banyak di lapangan juga harus diperjuangkan. Ia mencontohkan masih ada guru honorer yang digaji hanya Rp300 ribu per bulan.
“Tidak boleh ada lagi guru honorer bergaji Rp300 ribu di tahun 2026. Jika ingin meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru honorer wajib jadi prioritas,” tegas Ketua DPW PKB NTB tersebut.
Menurutnya, kenaikan gaji harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja dan inovasi dalam metode pembelajaran. Dengan kesejahteraan yang lebih baik, guru dan dosen akan lebih produktif, kreatif, serta fokus membimbing siswa dan mahasiswa.
“Kesejahteraan adalah hak, kualitas pendidikan tetap kewajiban. Dengan gaji yang layak, para pendidik bisa bekerja lebih tenang, lebih inovatif, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia,” ujarnya.
Seperti diketahui, rencana kenaikan gaji ASN ini tertuang dalam Perpres No. 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, yang diteken Presiden Prabowo sejak 30 Juni 2025. Fokus kenaikan gaji diberikan kepada guru, dosen, tenaga kesehatan, hingga penyuluh. (AKH)











