“Kalau hubungan industrial harmonis, akan lahir budaya kerja transformatif. Buruh sejahtera, industrinya kuat dan maju. Core-nya adalah culture,” ujar Yassierli dalam Dialog Terbuka Menuju Hubungan Industrial yang Proaktif dan Transformatif di Surabaya, Kamis (7/8/2025).
PKBTalk24 | Jakarta ~ Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa hubungan industrial yang harmonis adalah pondasi terciptanya iklim ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, banyak tantangan ketenagakerjaan yang berakar dari relasi buruh–pengusaha yang belum ideal.
“Kalau hubungan industrial harmonis, akan lahir budaya kerja transformatif. Buruh sejahtera, industrinya kuat dan maju. Core-nya adalah culture,” ujar Yassierli dalam Dialog Terbuka Menuju Hubungan Industrial yang Proaktif dan Transformatif di Surabaya, Kamis (7/8/2025).
Ia menyebut, hubungan industrial yang kondusif akan mempermudah penyelesaian isu-isu strategis seperti penguatan link and match, optimalisasi BLK, pekerjaan layak untuk kelompok rentan, regulasi ketenagakerjaan, penegakan norma K3, hingga penerapan hubungan industrial yang transformatif.
Tak hanya itu, Yassierli menilai harmonisasi hubungan industrial juga berdampak besar pada iklim investasi. “Investor melihat stabilitas hubungan industrial sebagai indikator utama sebelum menanamkan modal. Situasi kondusif itu yang harus kita bangun,” tegasnya. (AKH)