Minggu, 31 Agustus, 2025
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Pengelolaan Fasos-Fasum yang “Abu-Abu” dan Tri Waluyo yang Tak Mau Diam

by Redaksi
8 Juli 2025
in Feature, Opini
0
jakarta sebagai kota global

Jakarta tengah bersiap membuka lembaran baru: menjadi kota global — sebuah titik temu dunia, kota cerdas yang modern, terbuka, dan menjadi pusat peradaban internasional. FOTO | Dok. istimewa

0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

@kholilahmad_AKHSaya melihat perjuangan Tri Waluyo ini bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah usaha untuk merancang ulang kota dari akarnya. Kota yang asetnya jelas, pengelolaannya transparan, dan distribusinya merata. Kota yang tidak hanya dibangun untuk para investor, tapi juga untuk mereka yang setiap hari hidup di bawah bayang-bayang gedung pencakar langit—para warga biasa.

Oleh: Ahmad Kholil | Pimred PKBTalk24, Pemerhati Lingkungan, Sosial Kemasyarakatan, dan Kebijakan Publik.

PKBTalk24 | Jakarta ~ Di Jakarta, kota yang katanya megapolitan itu, kita terlalu sering terpesona oleh façade—gedung-gedung kaca yang memantulkan cahaya, jalan tol bertingkat, dan kawasan hunian modern yang tampak rapi dari luar. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang diam-diam membentuk wajah kota kita: aset daerah. Barang Milik Daerah (BMD) yang sering kali dianggap tak seksi, namun justru jadi penopang diam-diam keberlanjutan kota ini.

Dan di tengah para elite yang sibuk mengatur lalu lintas kekuasaan, ada satu nama yang menarik perhatian saya: H. Tri Waluyo, SH., anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Barang Milik Daerah (BMD).

Baru-baru ini, dalam sebuah pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Tri Waluyo menyampaikan keresahannya—bukan tentang proyek mercusuar, bukan tentang headline sensasional, tapi tentang fasos-fasum (fasilitas sosial dan fasilitas umum) yang hingga kini masih banyak belum diserahkan oleh para pengembang kepada pemerintah.

RelatedPosts

PBNU dan Ujian Integritas di Tengah Kasus Kuota Haji

Politik Silaturahim: Jalan Sunyi PKB Jakarta di Tengah Hiruk-Pikuk Politik Transaksional

Runtuhnya Pilar Sekolah Swasta : Refleksi atas Kebijakan Populis di Jawa Barat

Kalau Anda belum tahu, fasos-fasum itu bisa berupa taman, jalan lingkungan, puskesmas, ruang terbuka hijau, atau fasilitas ibadah—semuanya dibutuhkan warga, semuanya hak publik, tapi ironisnya, masih tercecer di tangan swasta.

“Kami sedang fokus pada aspek kewajiban. Banyak pengembang yang masih dalam proses memenuhi kewajibannya kepada Pemprov DKI, terutama terkait penyerahan fasos-fasum,” ujar Tri dalam nada yang tenang tapi dalam.

Kalimat itu, bagi saya, terdengar sederhana tapi punya makna besar. Sebab, persoalan BMD ini bukan sekadar urusan birokrasi. Ini adalah soal keadilan ruang. Tentang siapa yang berhak mendapat apa di kota ini.

Mari kita jujur: Jakarta bukan kekurangan anggaran. Tapi kekurangan ketertiban dalam pengelolaan aset. Bayangkan, betapa banyak aset yang tak tercatat, tak termanfaatkan, bahkan dikuasai tanpa hak. Dan itu terjadi bertahun-tahun, dari satu era gubernur ke gubernur berikutnya.

Maka saat Tri Waluyo bicara tentang pentingnya memasukkan fasos-fasum ke dalam Perda, saya mendengar itu sebagai upaya untuk menghentikan praktek “abu-abu” yang telah lama dibiarkan. Ini bukan soal menciptakan aturan baru, tapi menertibkan hak-hak lama yang tertunda.

Apalagi, berdasarkan data dari BPAD DKI Jakarta, saat ini mereka tengah melakukan inventarisasi besar-besaran terhadap ribuan aset, termasuk 4.000 bidang tanah yang berasal dari fasos-fasum. Proses ini akan berlangsung hingga 2027. Lama? Memang. Tapi lebih baik terlambat daripada kota ini terus hidup dalam ketidakpastian.

Politik Tak Harus Selalu tentang Panggung Besar

Sebagai kolumnis, saya senang melihat ada politisi seperti Tri Waluyo yang tidak sekadar mengejar proyek pencitraan, tapi mau masuk ke dapur kotor birokrasi. Urusan BMD mungkin tak akan pernah jadi trending topic di media sosial. Tapi bagi warga yang tinggal di pinggir kali tanpa taman, atau di rusun tanpa posyandu, kejelasan status aset bisa berarti segalanya.

Dan saya percaya, politik yang benar itu bukan tentang siapa yang paling keras bersuara di forum debat, tapi siapa yang diam-diam menata hal mendasar yang selama ini diabaikan. Tri Waluyo sedang mengupayakan hal itu.

Menata Aset, Menata Masa Depan

Barang Milik Daerah bukan cuma aset buku kas. Ia adalah penanda peradaban. Kota yang besar bukan kota yang punya banyak mal, tapi kota yang punya pengelolaan aset yang rapi, adil, dan bermanfaat bagi rakyat kecil.

Saya melihat perjuangan Tri Waluyo ini bukan sekadar urusan administratif. Ini adalah usaha untuk merancang ulang kota dari akarnya. Kota yang asetnya jelas, pengelolaannya transparan, dan distribusinya merata. Kota yang tidak hanya dibangun untuk para investor, tapi juga untuk mereka yang setiap hari hidup di bawah bayang-bayang gedung pencakar langit—para warga biasa.

Mungkin perjuangan ini tidak populer. Tapi kota ini terlalu penting untuk diserahkan pada mereka yang hanya memikirkan headline, bukan fondasi.

Dan untuk itu, saya rasa Jakarta masih butuh banyak “Tri Waluyo” lainnya. (***)

______

Penulis | Ahmad Kholil (@KholilAhmad_AKH), Pimimpin Redaksi (Pimred) PKBTalk24.Com, Pemerhati Lingkungan, Sosial Kemasyarakatan, dan Kebijakan Publik.

Tags: aset daerahBarang Milik Daerah (BMD)fasos-fasumH. Tri WaluyoSH.Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Barang Milik Daerah (BMD).

RelatedPosts

Arab Saudi Mulai Batasi Akses ke Makkah untuk Persiapan Musim Haji 2025

PBNU dan Ujian Integritas di Tengah Kasus Kuota Haji

by Redaksi
11 Agustus 2025
1

Penting bagi PBNU—melalui Ketua Umum dan Rais Aam—untuk menunjukkan keteladanan moral. Jika ada pengurus yang disebut-sebut dalam kasus ini, langkah...

H. Tri Waluyo SH., Anggota FPKB DPRD DKI Jakarta

Politik Silaturahim: Jalan Sunyi PKB Jakarta di Tengah Hiruk-Pikuk Politik Transaksional

by Redaksi
28 Juli 2025
0

  Politik silaturahim sejatinya adalah politik kehadiran. Ia menjunjung tinggi tradisi sosial masyarakat Indonesia yang kian terkikis oleh budaya digital...

Pemerintah kembali hidupkan jurusan di SMA

Runtuhnya Pilar Sekolah Swasta : Refleksi atas Kebijakan Populis di Jawa Barat

by Redaksi
16 Juli 2025
0

KDM—mengambil langkah kontroversial: menaikkan jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) di SMA/SMK negeri dari 36 menjadi 50 orang per kelas....

Next Post
Harlah PKB ke-27

Sambut Harlah ke-27, PKB Ajak Rakyat Produktif Lewat Seni, Olahraga, dan Aksi Hijau!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pesantren Mahasina, Lembaga Pendidikan Terintegrasi, Siap Cetak Ulama Berkarakter Pemimpin

Pesantren Mahasina, Lembaga Pendidikan Terintegrasi, Siap Cetak Ulama Berkarakter Pemimpin

3 tahun ago
Akhirnya PP Muhammadiyah Menerima IUP Izin Tambang yang Ditawarkan Pemerintah

Akhirnya PP Muhammadiyah Menerima IUP Izin Tambang yang Ditawarkan Pemerintah

1 tahun ago

Popular News

  • PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BP Haji Berpeluang Jadi Menteri Haji dan Umrah, Menunggu Restu Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Butuh Modal? Ini Tabel Pinjaman KUR Bank DKI 2025 Plafon Rp1-Rp500 Juta, Cek Syarat dan Cara Pengajuannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil H. Sutikno, Caleg Incumbent dari PKB Raih Suara Terbanyak di Dapil 7 Jakarta Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo
Berita Eksekutif

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

25 Agustus 2025
Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027
Daerah

Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027

25 Agustus 2025
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Daerah

PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

25 Agustus 2025
Info Haji 2024: Indonesia dapat 241.000 Kuota, 554 Kloter Jemaah Haji Reguler, Siap Berangkat Mulai 12 Mei 2024
Ekbis

Panja RUU Haji Setuju Petugas Embarkasi Bisa Nonmuslim, Tapi Wajib Muslim di Arab Saudi

23 Agustus 2025
OTT KPK Wamenaker Noel
Berita Eksekutif

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

22 Agustus 2025

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In