“Karang Taruna DKJ ini punya posisi strategis. Jakarta sedang bertransformasi, dan pemuda harus jadi motor perubahan. Kuncinya, Karang Taruna harus solid dan lebih berdaya,” tegas Fuadi dalam pertemuan hangat tersebut.
PKBTalk24 | Jakarta — Karang Taruna DKI Jakarta diminta untuk semakin solid dan berdaya menghadapi tantangan zaman. Sebagai organisasi kepemudaan yang punya akar kuat di masyarakat, Karang Taruna memegang peran penting dalam masa transisi Jakarta menjadi kota berkelas global.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Daerah Khusus Jakarta, M. Fuadi Luthfi, saat menerima audiensi dari jajaran Pengurus Karang Taruna DKI Jakarta yang dipimpin oleh ketuanya, Akmal Budi Yulianto, pada Kamis (17/4/2025).
“Karang Taruna DKJ ini punya posisi strategis. Jakarta sedang bertransformasi, dan pemuda harus jadi motor perubahan. Kuncinya, Karang Taruna harus solid dan lebih berdaya,” tegas Fuadi dalam pertemuan hangat tersebut.
Dalam audiensi itu, Akmal menyampaikan pentingnya silaturahmi antara Karang Taruna dan FPKB DPRD Jakarta. Ia menyebut Karang Taruna siap menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang menyasar anak muda Jakarta.
“Kami siap berkolaborasi dengan FPKB. PKB saat ini adalah salah satu kekuatan politik besar di Jakarta, dan kami ingin berjalan bersama untuk kepentingan pemuda dan masyarakat,” ujar Akmal.
Sebagai informasi, PKB Jakarta memang mencatat lonjakan suara signifikan dalam Pemilu 2024, berhasil mengantarkan 10 kader ke DPRD DKI Jakarta serta 2 kader ke DPR RI dari Dapil DKI.
Dana Hibah Menurun, Karang Taruna Laporkan Kendala
Akmal juga memaparkan tantangan yang dihadapi Karang Taruna, terutama terkait penurunan alokasi dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta dalam dua tahun terakhir. Padahal, Karang Taruna merupakan satu dari empat organisasi kepemudaan ‘plat merah’ penerima dana hibah sosial, bersama KNPI, Pramuka, dan OSIS.

“Kami sampaikan secara terbuka kendala di lapangan, khususnya soal pemanfaatan dan alokasi dana hibah. Penurunan dana ini cukup berdampak pada aktivitas kami,” jelas Akmal.
FPKB Siap Fasilitasi dan Perjuangkan Aspirasi
Menanggapi hal tersebut, Fuadi menegaskan bahwa soliditas internal organisasi menjadi syarat utama agar Karang Taruna bisa kembali mendapat kepercayaan penuh dari Pemprov.
“Yang penting, Karang Taruna harus tampil sebagai organisasi yang kompak, rapi secara struktur, dan tidak terpecah. Hibah tidak akan diberikan pada ormas yang terlihat tidak solid,” ujarnya.
FPKB sendiri, lanjut Fuadi, akan mendorong proses komunikasi dan advokasi agar alokasi dana hibah sosial Karang Taruna bisa kembali normal, bahkan meningkat, di tahun anggaran 2026 mendatang.
“Kami akan bantu perjuangkan. Tapi tentu dengan catatan: pengurus harus bekerja kompak dan berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat luas,” tutup Fuadi. (AKH)