Jumat, 29 Agustus, 2025
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Nusantara Berita Parlemen

Hasbiallah Ilyas: Saat OTT Negara Sudah Rugi! Kalau Bisa, Kenapa Tidak Dicegah Sejak Dini

by Redaksi
25 November 2024
in Berita Parlemen, Nusantara
0
DPW PKB DKI Jakarta dan NasDem Gelar Istighosah, Doakan Anies-Cak Imin Sukses di Pilpres 2024

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, menyebut saat OTT negara sudah rugi. Jadi bagaimana agar jangan sampai negara sudah rugi miliaran KPK baru melakukan tindakan. FOTO | Dok. PkbTalk24

0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Maksud saya, yang saya sampaikan tujuan saya primadonanya itu adalah pencegahan, bukan berarti kita tidak mau (OTT), bukan berarti kita tidak setuju dengan tangkap tangan. Saya setuju, di awal saya bilang setuju,” ujar Hasbiallah kepada wartawan, Senin (25/11/2024).

 

PKBTalk24 | Jakarta ~ Saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu negara sudah rugi. Jadi sebaiknya, jangan nunggu kerugian negara terjadi, baru Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) bertindak. Demikian dikatakan oleh Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, terkait maksud pernyataannya yang viral di media sosial.

Sebelumnya berita soal pernyataan yang dikutip media, bahwa baiknya KPK telepon pejabat terkait terlebih dulu jika ingin melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Padahal yang dimaksud adalah agar dilakukan pencegahan lebih maksimal. Misal dengan menelpon, “Hai… Bapak jangan lakukan korupsi (jika) lakukan korupsi nanti Anda saya tangkap”. Maksudnya jangan menunggu sampai ada kerugian negara, baru kemudian KPK bertindak.

Hasbi kemudian menyampaikan jika pernyataannya tersebut, awalnya dimaksudkan sebagai guyonan dan lebih menekankan pada titik pencegahan dari KPK.

RelatedPosts

Kepala BP Haji Berpeluang Jadi Menteri Haji dan Umrah, Menunggu Restu Presiden Prabowo

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

Sebagaimana diberitakan, pernyataan Hasbiallah terkait OTT KPK, yang mengundang kontraversi tersebut disampaikan saat proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon pimpinan KPK di DPR RI. Ia mengatakan perlu ada kebijakan yang dititik-beratkan pada upaya pencegahan.

“KPK ini lebih banyak pemborosannya OTT (proses) satu tahun, sudah satu tahun setelah itu uang negara hilang dulu baru ditangkap. Kenapa kita tidak bisa kalau nanti bapak terpilih, bapak harus ambil sikap ekstrem. Kalau sudah tahu misalnya salah satu pejabat negara, gubernur, atau bupati melakukan korupsi, atau indikasi melakukan korupsi itu paling tidak kita sampaikan, kita telepon, ‘hai bapak jangan lakukan korupsi, lakukan korupsi anda saya tangkap’, selesai. Tidak ada uang negara yang dirugikan,” ujar Hasbiallah dalam fit and proper test Johanis Tanak beberapa waktu lalu.

Setuju OTT, tapi aspek pencegahan harus diperkuat

Terkait pernyataannya yang dikutip media dan mengundang kontraversi tersebut, Hasbiallah menjelaskan banwa apa yang disampaikan maksudkan sebagai guyonan. Pada prinsipnya, ia tetap setuju dengan OTT, namun ada baiknya aspek pencegahan harus diperkuat diutamakan, supaya tak ada ada kerugian negara.

“Maksud saya, yang saya sampaikan tujuan saya primadonanya itu adalah pencegahan, bukan berarti kita tidak mau (OTT), bukan berarti kita tidak setuju dengan tangkap tangan. Saya setuju, di awal saya bilang setuju,” ujar Hasbiallah kepada wartawan, Senin (25/11/2024).

Hasbiallah pun menyarankan agar awak media melihat kembali vidoenya secara utuh. Di sana ia menjelaskan, selama proses OTT tersebut, prosesnya sangat panjang. Berlangsung ada yang satu tahun atau lebih dipantau disadap alat komunikasinya, sehingga ini memakan waktu dan biaya yang mahal.

Sebab menurut Hasbi biasanya itu proses transaksi sudah terjadi bukan hanya sekali atau bisa jadi sudah tiga kali transaksi, sehingga kerugian negara sudah terjadi. Hasbi menyampaikan, kenapa tidak diproses awal KPK bertindak, melalui sistem peringatan dini,  sehingga kerugian negara belum terjadi.

“Ini cuma, lihat dong videonya. Nah, di situ tangkap tangan, dalam artiannya kan begini. Di waktu yang nangkap tangan itu kan ada proses, ada indikasi, yang selama ini yang saya tahu, yang saya amati itu, sudah penerimaan kedua kali yang ditangkap itu kan. Atau penerimaan yang ketiga kali yang ditangkap. Kenapa tidak dari awal sudah ada indikasi, diperingatkan. Itu tidak ada uang negara yang hilang,” tambahnya.

Lebih lanjuty Hasbi menyampaikan, sebetulnya KPK bisa melakukan antisipasi, jika ada indikasi pejabat melakukan pelanggaran. Karena KPK memiliki alat deteksi dini yang canggih, semestinya bisa melakukan tindak pencegahan secara dini.

“Antisipasi di awal. Itu kan yang saya bahasakan dengan  “ditelepon”  itu bahasa lelucon itu, bahasa bercanda. Karena KPK ini kan punya alat yang sangat canggih dan biaya negara mahal. Kenapa tidak mendeteksi dari awal? Misalnya begini, saya kasih ilustrasi kalau kita malam-malam ronda, kita lihat orang lagi nggak punya duit, terus mau berusaha untuk maling rumah orang. Di waktu dia ada gerak-gerik mau maling rumah orang, kita cegah tidak?” katanya.

Karenanya, ujar Hasbi jika memang KPK sudah mengetahui adanya indikasi tindak korupsi, mengapa tak dilakukan antisipasi sejak awal.

“Saya bilang telepon, KPK punya alat yang sangat canggih, kenapa tidak menghubungi lah, mengantisipasi itu bahasa-bahasa gitu aja lah, bahasa ngobrol,”tutur politikus PKB ini.

“Antisipasi karena dia punya alat yang canggih karena penyadapan itu kan butuh makan waktu beberapa lama, sebelum dia bertindak kenapa kita tidak antisipasi,” katanya menambahkan.

Ia mengatakan dengan melakukan pencegahan di awal bukan pada akhirnya, KPK justru mengintervensi “ikut bermain” dengan pelaku tindak korupsi. Hasbi menyebutkan, dirinya masih waras untuk menyampaikan hal itu. “Bukan! Tidak mungkin lah, saya masih waras. Pasti tidak bermaksud ngomong yang seperti itu,”ungkapnya. (***)

Tags: Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah IlyasHasbiallahOperasi Tangkap Tangan (OTT)OTT KPK

RelatedPosts

kementerian haji dan umrah ri

Kepala BP Haji Berpeluang Jadi Menteri Haji dan Umrah, Menunggu Restu Presiden Prabowo

by Redaksi
28 Agustus 2025
0

“Kemungkinan seperti itu (Kepala BP Haji menjadi Menteri Haji dan Umrah). Tapi kita tunggu keputusan Presiden Prabowo, karena itu sepenuhnya...

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

by Redaksi
25 Agustus 2025
0

“Beliau berjasa luar biasa dalam bidang pemberdayaan masyarakat,” ungkap pembawa acara dalam tayangan resmi YouTube Sekretariat Presiden.   PKBTalk24 |...

OTT KPK Wamenaker Noel

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

by Redaksi
22 Agustus 2025
0

“Yang pertama kami amankan adalah proses serah terima uang antara perusahaan jasa dan koordinator K3. Dari situlah penyidikan berkembang hingga...

Next Post
Ketua Timses RIDO Yakin Pilkada Jakarta 2 Putaran

Ketua Timses RIDO Yakin Pilkada Jakarta 2 Putaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gugatan Anies dan Ganjar Masih Bisa Balikkan Hasil Pilpres? Ini Kata Pengamat!

Gugatan Anies dan Ganjar Masih Bisa Balikkan Hasil Pilpres? Ini Kata Pengamat!

1 tahun ago
Halal Bihalal dengan PKL, Anies Nyatakan Serius Pertimbangkan Maju Pilkada DKJ

Halal Bihalal dengan PKL, Anies Nyatakan Serius Pertimbangkan Maju Pilkada DKJ

1 tahun ago

Popular News

  • OTT KPK Wamenaker Noel

    Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BP Haji Berpeluang Jadi Menteri Haji dan Umrah, Menunggu Restu Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil H. Sutikno, Caleg Incumbent dari PKB Raih Suara Terbanyak di Dapil 7 Jakarta Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo
Berita Eksekutif

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

25 Agustus 2025
Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027
Daerah

Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027

25 Agustus 2025
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Daerah

PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

25 Agustus 2025
Info Haji 2024: Indonesia dapat 241.000 Kuota, 554 Kloter Jemaah Haji Reguler, Siap Berangkat Mulai 12 Mei 2024
Ekbis

Panja RUU Haji Setuju Petugas Embarkasi Bisa Nonmuslim, Tapi Wajib Muslim di Arab Saudi

23 Agustus 2025
OTT KPK Wamenaker Noel
Berita Eksekutif

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

22 Agustus 2025

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In