• Contact
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Literasi Berita Terpercaya Kaya Makna
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 18 April, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
Advertisement
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Humaniora

Saat Gen Z Tiba-tiba Hilang Fokus di Serang ‘Jam Koma’ di Tengah Aktivitas, Ini yang Sesungguhnya Terjadi

by Redaksi
23 Oktober 2024
in Humaniora
0
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Hilang fokus dan konsentrasi di tengah aktivitas harian atau terserang ‘jam koma’. Sebenarnya apa yang terjadi? Berikut ini penjelasan psikolog Rosdiana Setyaningrum. 

 

PKBTalk24 | Jakarta ~ Tanpa sebab tanpa aba-aba, tetiba seseorang kehilangan fokus dan hilang kosentrasi di jam kerja. Itulah yang belakangan sering dialami oleh para pekerja dari kalangan Gen Z. Mereka menamakan istilah tersebut dengan istilah ‘jam koma’.

Kebanyakan dari mereka adalah kalangan Gen Z, meski sebenarnya juga bisa dialami oleh semua kelompok usia. Namun ditengarai kelompok Gen Z, yang paling banyak mendokumentasikan aktivitas harian mereka di sosial media, sehingga membuat fenomena ini viral.

Ada beberapa penyebab ‘jam koma’ bisa terjadi di kalangan Gen Z.  Mulai dari kurangnya kesadaran penuh ( mindfulness ), hingga gaya hidup yang tidak seimbang.

RelatedPosts

Dukung Haul Ulama Betawi, PKB Minta Pemprov DKI Perkuat Pendidikan Moral dan Insentif Guru Ngaji

Bahas Dua Raperda Strategis, PKB Jakarta Ingatkan: Jangan Tambah Aturan Jika Implementasi Masih Lemah

Sambut Ramadan 1447 H, PKB DKI Jakarta Gelar Pengobatan Gratis, Ratusan Warga Antusias di Kemayoran

Dikutip dari detik.com ( Rabu, 23/10/2024), psikolog Rosdiana Setyaningrum, menuturkan beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab jam koma terjadi pada Gen Z, yaitu:

1. Kurangnya Mindfulness dalam Aktivitas Sehari-hari

Salah satu faktor utama dari jam koma adalah kurangnya mindfulness, atau kesadaran penuh dalam melakukan aktivitas.

“Kalau istilah anak zaman sekarang kan very demure, very mindfull, beneran dijalanin nggak tuh mindfull-nya? Sering kali banyak mikir macam-macam pada satu waktu. Yang kita kerjain itu biasanya rutinitas, jadinya bikin nggak fokus,” jelas Rosdiana seperti dikutip dari detikcom, Rabu (23/10/2024).

Mindfulness berarti menghadirkan diri sepenuhnya, baik pikiran maupun fisik di saat melalukan sesuatu.

Sayangnya, banyak orang sering kali terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka melakukan berbagai aktivitas tanpa benar-benar fokus.

Misalnya, seseorang lupa mengambil uang di ATM, lupa mengembalikan helm, atau kehilangan kata-kata saat berbicara karena pikirannya melayang ke hal-hal lain. Kehilangan fokus ini adalah tanda bahwa mindfulness tidak diterapkan dengan optimal.

2. Gaya Hidup dan Pola Makan Tidak Seimbang

Pola makan yang tidak sehat turut berkontribusi pada menurunnya kemampuan berkonsentrasi. Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula berlebih dapat menyebabkan kadar insulin turun drastis, yang membuat tubuh merasa lesu dan mengantuk. Rasa kantuk ini, tentu saja, berdampak langsung pada kemampuan otak untuk fokus.

“Anak zaman sekarang itu kan banyak ya yang makan manis. Sebaiknya dikurangi, ganti nutrisi yang lebih bagus,” kata Rosdiana.

3. Pengaruh Media Sosial terhadap Penurunan Konsentrasi

Media sosial juga berperan besar dalam fenomena jam koma. Menurut Rosdiana, banyak beredar bahwa kebiasaan berlebihan menggunakan media sosial menyebabkan turunnya kemampuan seseorang untuk fokus dalam jangka waktu lama.

“Kurangin main media sosial, lebih baik yang bertemu langsung biar langsung bersosialisasi,” jelas Rosdiana.

Saat ini, banyak anak muda hanya mampu mempertahankan fokus selama 10-12 detik. Otak mereka mudah lelah ketika diminta berkonsentrasi lebih lama, karena terbiasa dengan konten yang terus berganti secara cepat. Padahal, idealnya orang dewasa bisa fokus hingga 50 menit tanpa gangguan.

4. Kualitas Tidur yang Buruk dan Dampaknya pada Kesehatan Otak

Kualitas tidur juga memiliki dampak besar pada kemampuan untuk fokus. Kurangnya tidur berkualitas dapat menyebabkan otak tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Ketika gelombang otak teta yang berperan penting dalam penyimpanan memori berkurang, seseorang cenderung menjadi pelupa.

Menurut Rosdiana, kebiasaan begadang karena terlalu banyak scrolling media sosial menyebabkan otak bekerja terus menerus, bahkan ketika tubuh seharusnya beristirahat.

Akibatnya, meskipun waktu tidur panjang, kualitas tidur tetap buruk dan tubuh tidak merasa segar keesokan harinya. Tidur yang berkualitas adalah kunci untuk memastikan regenerasi sel dan istirahat yang optimal bagi otak.

5. Overthinking dan Kurangnya Aktivitas Fisik

Faktor lain yang memicu jam koma adalah overthinking. “Terlalu mementingkan omongan orang lain itu juga nggak baik, mending berpikir hal lain yang lebih penting,” kata Rosdiana.

Ketika otak kiri terlalu aktif namun otak kanan kurang terstimulasi, keseimbangan otak terganggu. Hal ini bisa menyebabkan emosi menjadi sulit diatur dan memori melemah.

Salah satu cara untuk mengatasi ini adalah dengan melakukan aktivitas fisik yang melibatkan gerakan silang, seperti berenang, yoga, atau olahraga permainan. Jenis olahraga ini tidak hanya melatih tubuh tetapi juga membantu menyeimbangkan aktivitas otak kiri dan kanan, sehingga kemampuan fokus dan ingatan menjadi lebih baik.

Dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan seimbang, termasuk menjaga pola makan, tidur berkualitas, mengurangi penggunaan media sosial, dan berolahraga, kondisi ini bisa diminimalisir. Mengutamakan keseimbangan antara tubuh dan pikiran akan membantu seseorang tetap fokus dan produktif sepanjang hari. (***)

 

RelatedPosts

HaulUlamaBetawi

Dukung Haul Ulama Betawi, PKB Minta Pemprov DKI Perkuat Pendidikan Moral dan Insentif Guru Ngaji

by Redaksi
4 Maret 2026
0

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PKB, Muhammad Lefi, mendukung rencana Pemprov DKI menggelar haul ulama Betawi. PKB menegaskan...

FPKB DKI Ingatkan Pramono: Kaji secara Matang Sebelum Putuskan Ragunan Buka 24 Jam

Bahas Dua Raperda Strategis, PKB Jakarta Ingatkan: Jangan Tambah Aturan Jika Implementasi Masih Lemah

by Redaksi
2 Maret 2026
0

DPRD DKI gelar paripurna penyampaian pidato Gubernur Pramono Anung atas dua Raperda strategis tentang Pembangunan Keluarga dan RPPLH. Fraksi PKB...

Layanan Pemeriksaan dan kesehatan Gratis PKB Jakarta

Sambut Ramadan 1447 H, PKB DKI Jakarta Gelar Pengobatan Gratis, Ratusan Warga Antusias di Kemayoran

by Redaksi
22 Februari 2026
0

Ratusan warga antusias mengikuti pengobatan gratis yang digelar DPW PKB DKI Jakarta bersama Yayasan Amazing New Beginning di Kemayoran. Kegiatan...

Next Post
Kampanye di Pasar Jabon Meruya, Ridwan Kamil Janji Lestarikan Lenong Betawi

Hasil Survei Poltracking: Ridwan Kamil-Suswono 51,6%, Dharma-Kun 3,9%, Pramono-Rano 36,4%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

KH. Maman Imanul Haq: PKB Apresiasi Kuota Jemaah Haji Indonesia Tahun 2023, Sebesar 221 Ribu

KH Maman Imanul Haq, Usulan Kenaikan Biaya Haji, Pilihan Rasional!

3 tahun ago
Gus Muhaimin PKB Konsten Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Gus Muhaimin : PKB Siap Kawal Pemerintahan Prabowo Menuju Indonesia Emas 2045

9 bulan ago

Popular News

  • Wafa Patria Umma, Wakil Ketua DPW PKB Jakarta

    Wafa Patria Umma: Bukan Cuma Kuota, Saatnya Perempuan Naik Level Jadi ‘Decision Maker’ di Politik Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Boarding Pass 2029 di Tangan, PKB Siap Terbangin Cak Imin ke Kursi RI-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respons Dinamika PBNU Pascapleno, PWNU DKI Dorong Muktamar Luar Biasa,

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

badal haji
Berita Eksekutif

“War Tiket Haji 2026” Jadi Sorotan, Pemerintah Diminta Tuntaskan Antrean dan Cegah Kecurangan

13 April 2026
Heri Kustanto, Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari FPKB
Berita Parlemen

FPKB DPRD DKI Tolak Privatisasi SPAM, Tegaskan Air Hak Dasar Rakyat

14 April 2026
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar
Berita PKB

Boarding Pass 2029 di Tangan, PKB Siap Terbangin Cak Imin ke Kursi RI-1

12 April 2026
Wafa Patria Umma, Wakil Ketua DPW PKB Jakarta
Figure

Wafa Patria Umma: Bukan Cuma Kuota, Saatnya Perempuan Naik Level Jadi ‘Decision Maker’ di Politik Jakarta

11 April 2026
5 Pansus Dibentuk Sekaligus untuk Kawal Isu Krusial Jakarta
Daerah

DPRD DKI Ngebut! 5 Pansus Dibentuk Sekaligus untuk Kawal Isu Krusial Jakarta

31 Maret 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In