Jumat, 29 Agustus, 2025
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Hoax, Sampah Informasi yang Merusak Sendi Kehidupan

Jika informasi bagian dari oksigen dalam demokrasi, maka hoax adalah racun yang akan merusak demokrasi

by Redaksi
3 Januari 2023
in Feature, Opini
0
Hoax, Sampah Informasi yang Merusak Sendi Kehidupan

Abdul Kadir Karding - FOTO | Dok. Sindonews

0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Oleh: Abdul Kadir Karding  — *

PEREDARAN informasi kini mendapatkan ujian. Seiring dengan berkembangnya teknologi, setiap orang dengan mudah bisa menyebarkan informasi kepada publik. Satu sisi perkembangan itu menjadi nilai positif karena orang berkesempatan menyampaikan gagasan, ide dan kritik kepada seseorang ataupun kepada pemerintah. Namun di sisi lain, kebebasan itu ada yang menyalahgunakan dengan menyebarkan informasi bohong atau biasa disebut hoax.

Dalam demokrasi, peredaran informasi bagai oksigen yang bisa menghidupkan sendi-sendi kehidupan. Demokrasi akan mati jika peredaran informasi dibatasi. Melalui kebebasan berekspresi dengan cara menyebarkan infomasi itulah yang akan terus memupuk demokrasi. Jika informasi bagian dari oksigen dalam demokrasi, maka hoax adalah racun yang akan merusak demokrasi.

Hoax akan menjadi racun yang menghancurkan sendi-sendi tubuh demokrasi. Hoax bagian dari tipu muslihat yang akan mengecoh publik. Jika sudah terkecoh maka demokrasi akan diselewengkan untuk kepentingan pribadi. Publik bisa digerakkan untuk kepentingan pihak tertentu. Gerakan demokrasi bukan untuk kepentingannya sendiri karena dia sendiri menjadi korban penipuan informasi.

RelatedPosts

PBNU dan Ujian Integritas di Tengah Kasus Kuota Haji

Politik Silaturahim: Jalan Sunyi PKB Jakarta di Tengah Hiruk-Pikuk Politik Transaksional

Runtuhnya Pilar Sekolah Swasta : Refleksi atas Kebijakan Populis di Jawa Barat

Jadi, peredaran hoax itu bagian dari racun yang akan merusak demokrasi. Tatatan informasi yang seharusnya demi perbaikan justru diselewengkan untuk kehancuran. Maka kita patut khawatir penyeberan hoax akan mengancam sendisendi persatuan bangsa. Setidaknya, ada dua motif kenapa orang menyebarkan informasi hoax, yakni motif politik dan ekonomi.

Setiap kali menjelang momentum pemilu/pilkada maka intensitas peredaran hoax semakin marak. Mereka menyebarkan informasi bohong dan fitnah untuk menghancurkan kredibilitas lawan politik. Mereka ìmenggorengî informasi agar pemilih terkecoh dan mau mendukung calon tertentu. Maka tak heran jika saat ini banyak tim kampanye peserta pemilu yang secara sengaja membuat tim cyber yang salah satu tugasnya adalah membuat propaganda.

Dalam politik, propaganda merupakan sesuatu yang wajar. Namun, jika propaganda itu tidak sesuai dengan fakta maka itu akan menjadi hoax. Selain motif politik, ada kelompok tertentu yang membuat hoax demi kepentingan ekonomi. Mereka membuat situs online untuk dijadikan mesin uang.

Caranya, mereka mengolah informasi secara serampangan sehingga judulnya bombastis dan isinya tidak sesuai dengan fakta. Mereka membuat berita palsu dan melakukan pelintiran informasi. Setiap kali ada momentum atau isu yang banyak dibicarakan orang mereka langsung ìmenggorengî isu tersebut menjadi berita bombastis.

Orang yang menerima linkjudul berita terus akan tertarik lalu akan membuka situs itu. Jika sudah demikian maka sekali klik akan ada hitungannya untuk para pengiklan. Setiap bulan, pemilik situs itu akan menerima uang iklan ke rekeningnya atau biasa disebut dengan GoogleAdSense. Harus diakui, esensi munculnya kabar hoax ini sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Dalam sejarah umat Islam, penyebaran kabar bohong dan fitnah sejak dulu juga sudah sering bertebaran. Meninggalnya dua kholifah, yakni Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib, juga dipicu oleh kabar hoax. Kala itu, Usman difitnah telah melakukan korupsi. Kabar ini menyebar ke orang-orang yang memang memiliki karakter sumbu pendek. Akhirnya, Usman dibunuh oleh orang yang termakan hasutan kabar hoax tersebut.

Khabar Hoax sudah Ada sejak Era 80-an

Waktu saya kecil atau sekitar tahun 1980-an dan seterusnya, kabar hoax juga sudah ada. Saya masih ingat, kala itu sering muncul selebaran yang isinya tidak bisa dipastikan fakta atau tidak. Pembuatnya siapa juga tak jelas. Biasanya selebaran itu berisi tentang informasi peristiwa yang dialami orang-orang hebat.

Misalnya, selebaran itu menyebut bahwa Imam Masjid di Makkah atau Madinah telah bermimpi akan terjadi sesuatu. Di selebaran itu kemudian kita diminta untuk menyebarkan ke umat Islam dengan cara menggandakan (foto copi). Di selebaran itu tertulis, jika kita tidak menyebarkan selebaran itu maka akan terancam dengan bencana tertentu. Apa yang terjadi pada tahun 1980-an itu sama persis dengan yang terjadi saat ini.

Namun, pola penyebaran hoaxnya berbeda. Jika dulu hanya melalui selebaran hard copy. Sekarang, penyebaran hoax sudah lebih canggih karena memanfaatkan teknologi. Akibatnya, kabar hoax itu semakin mudah dilakukan karena ada internet. Lalu apa yang harus dilakukan untuk menghalau hoax. Jika kita menganggap hoax adalah racun maka harus ada gerakan secara bersama-sama untuk memberantasnya. Jangan sampai wabah hoax justru terus menjangkiti alam pikir kita.

Kita patut khawatir jika hoax terus-menerus mewabah akan berdampak pada persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, kabar hoax akan memicu kebencian antaranak bangsa. Parahnya lagi, penyebar hoax itu rata-rata juga orang Indonesia sendiri. Ini sangat musykil, bagaimana bisa orang Indonesia ingin merusak rumah bangsa sendiri.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden RI Joko Widodo sudah menyampaikan berbagai keprihatinan atas maraknya hoax. Bahkan, masalah hoax ini sudah dibahas dalam sidang kabinet. Pemerintah membuat berbagai rencana untuk mengatasi hoax. Mulai dari pembentukan badan cyber nasional, memblokir situs-situs penyebar hoax hingga melakukan kampanye anti-hoax.

Sejauh ini, keberhasilan upaya pemerintah menghalau hoax belum terlihat. Pemerintah mengklaim sudah memblokir sebanyak 800 ribu situs yang selama ini berisi konten negatif, seperti situs radikal, menyebarkan hoax, perjudian hingga pornografi. Namun, hingga kini situs-situs berkonten negatif masih saja bisa kita temui di internet. (47)

— Abdul Kadir Karding, Ketua Fraksi PKB MPR dan Sekjen DPPPKB | Catatan : Artikel telah dimuat di laman resmi fraksi PKB DPR RI ( https://www.fraksipkb.com/2017/01/14/menghalau-wabah-hoax/)

 

Tags: abdul kadir kardinghoaxkhabar hoax

RelatedPosts

Arab Saudi Mulai Batasi Akses ke Makkah untuk Persiapan Musim Haji 2025

PBNU dan Ujian Integritas di Tengah Kasus Kuota Haji

by Redaksi
11 Agustus 2025
1

Penting bagi PBNU—melalui Ketua Umum dan Rais Aam—untuk menunjukkan keteladanan moral. Jika ada pengurus yang disebut-sebut dalam kasus ini, langkah...

H. Tri Waluyo SH., Anggota FPKB DPRD DKI Jakarta

Politik Silaturahim: Jalan Sunyi PKB Jakarta di Tengah Hiruk-Pikuk Politik Transaksional

by Redaksi
28 Juli 2025
0

  Politik silaturahim sejatinya adalah politik kehadiran. Ia menjunjung tinggi tradisi sosial masyarakat Indonesia yang kian terkikis oleh budaya digital...

Pemerintah kembali hidupkan jurusan di SMA

Runtuhnya Pilar Sekolah Swasta : Refleksi atas Kebijakan Populis di Jawa Barat

by Redaksi
16 Juli 2025
0

KDM—mengambil langkah kontroversial: menaikkan jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) di SMA/SMK negeri dari 36 menjadi 50 orang per kelas....

Next Post
Wacana Pemilu Proporsional Tertutup, Ditentang Banyak Parpol, Termasuk PKB

Wacana Pemilu Proporsional Tertutup, Ditentang Banyak Parpol, Termasuk PKB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Resolusi PKB di 2023, Jazilul Fawaid : Wujudkan Cak Imin Maju Capres hingga 100 Kursi DPR

PKB: Tandai! Para Pejabat dan Parpol Ini Dinilai “Bikin” Indonesia Dicoret dari Tuan Rumah Piala Dunia U-20!

2 tahun ago
Kisruh PBNU dan PKB : Berebut Tiket Kabinet dan Jaga Suara Muktamar Tidak Ambyar

Kisruh PBNU dan PKB : Berebut Tiket Kabinet dan Jaga Suara Muktamar Tidak Ambyar

1 tahun ago

Popular News

  • OTT KPK Wamenaker Noel

    Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil H. Sutikno, Caleg Incumbent dari PKB Raih Suara Terbanyak di Dapil 7 Jakarta Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Ipul: DTSEN Jadi Senjata Presiden Prabowo Pastikan Bansos Tepat Sasaran, 2 Juta Penerima Nakal Dicoret!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo
Berita Eksekutif

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

25 Agustus 2025
Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027
Daerah

Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027

25 Agustus 2025
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Daerah

PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

25 Agustus 2025
Info Haji 2024: Indonesia dapat 241.000 Kuota, 554 Kloter Jemaah Haji Reguler, Siap Berangkat Mulai 12 Mei 2024
Ekbis

Panja RUU Haji Setuju Petugas Embarkasi Bisa Nonmuslim, Tapi Wajib Muslim di Arab Saudi

23 Agustus 2025
OTT KPK Wamenaker Noel
Berita Eksekutif

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

22 Agustus 2025

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In