• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

Redaksi by Redaksi
27 Januari 2026
in Feature, Opini
0
Tanggul Laut Raksasa

Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan kesiapannya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait proyek ambisius giant sea wall atau tanggul laut raksasa. ILUSTRASI | Dok. Istimewa

0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

@kholilahmad_AKHKrisis ekologis Indonesia menguji klaim PKB sebagai Green Party. Politik hijau ditimbang dari etika Islam, regulasi, dan keberanian dalam pengambilan kebijakan publik yang ramah terhadap lingkungan.

Oleh : Ahmad Kholil | @KholilAhmad_AKH *

PKBTalk24 | Krisis ekologis di Indonesia hari ini bukan lagi peristiwa alamiah, melainkan konsekuensi pilihan-pilihan politik dan model pembangunan yang terlalu lama memunggungi daya dukung lingkungan. Deforestasi, krisis air, konflik agraria, kerusakan pesisir, hingga bencana ekologis berulang tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari regulasi, izin, dan kebijakan yang kerap menjadikan alam sekadar objek eksploitasi.

Dalam situasi seperti ini, klaim partai politik sebagai partai hijau atau Green Party tidak cukup diuji lewat deklarasi atau peluncuran lembaga internal. Klaim itu harus diuji melalui satu pertanyaan mendasar: apakah politik yang dijalankan sungguh berpijak pada etika menjaga ciptaan, atau justru terjebak dalam kompromi kekuasaan yang merusak lingkungan?

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) termasuk partai yang relatif awal mendeklarasikan diri sebagai Green Party, sejak 2005. Konsistensi ini kembali ditegaskan melalui pembentukan Badan Pekerja Regulasi Hijau dan komitmen mendorong regulasi ramah lingkungan di parlemen. Secara simbolik, ini langkah progresif. Namun, dalam konteks krisis iklim dan kerusakan ekologis yang kian akut, simbol tidak lagi memadai.

Ekologi dalam Perspektif Islam: Amanah, Bukan Hak Milik

Dalam teologi Islam, hubungan manusia dengan alam bukan hubungan kepemilikan mutlak. Al-Qur’an menegaskan manusia sebagai khalifah fil ardh—pengelola, bukan penguasa absolut. Amanah ini melekat dengan larangan melakukan fasad (kerusakan) di bumi: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya” (QS. Al-A’raf: 56).

Kerusakan ekologis dengan demikian bukan semata kegagalan teknis pembangunan, tetapi juga pelanggaran etika dan moral keagamaan. Ketika hutan dibabat tanpa kendali, sungai tercemar, dan ruang hidup masyarakat adat terampas, yang dilanggar bukan hanya undang-undang negara, melainkan amanah keilahian.

Sebagai partai yang lahir dari tradisi Nahdlatul Ulama dan nilai Ahlussunnah wal Jamaah, PKB sejatinya memiliki modal etika yang kuat untuk membangun politik ekologis. Prinsip rahmatan lil ‘alamin meniscayakan relasi harmonis antara manusia, alam, dan masa depan generasi berikutnya. Namun nilai ini hanya bermakna jika diterjemahkan dalam keberpihakan kebijakan yang konkret.

Politik Hijau dan Ujian Regulasi

Di ruang kebijakan publik, komitmen ekologis selalu berhadapan dengan kepentingan ekonomi-politik. UU Minerba, tata ruang yang lentur terhadap investasi, lambannya transisi energi terbarukan, hingga proyek-proyek pembangunan berskala besar menjadi ladang ujian bagi semua partai, termasuk PKB.

Menjadi Green Party bukan soal seberapa sering isu lingkungan diucapkan, tetapi seberapa berani bersikap saat regulasi yang merusak lingkungan dibahas di parlemen. Di sinilah politik ekologis diuji: apakah ia menjadi kekuatan korektif, atau justru larut dalam arus kompromi.

Islam sendiri memberi rambu yang jelas. Nabi Muhammad SAW melarang pemborosan sumber daya, bahkan dalam kondisi berwudhu di tepi sungai. Prinsip la dharar wa la dhirar—tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain—sangat relevan dalam konteks kebijakan lingkungan. Kebijakan yang menguntungkan segelintir elite namun merusak ruang hidup masyarakat luas jelas bertentangan dengan prinsip keadilan ekologis.

Dari Identitas ke Keberanian Politik

PKB kerap menyebut perlunya kerja kolektif, bukan “superman”, dalam menyelamatkan lingkungan. Pernyataan ini tepat. Namun kerja kolektif menuntut kepemimpinan moral yang jelas. Politik hijau tanpa keberanian mengambil posisi tegas hanya akan berakhir sebagai identitas simbolik, bukan kekuatan perubahan.

Di tingkat daerah, di mana perda dan izin lingkungan banyak ditentukan, publik juga menunggu konsistensi kader dan kepala daerah dari PKB. Politik ekologis tidak boleh berhenti di pusat, tetapi harus hidup dalam praktik pemerintahan lokal—mulai dari tata ruang, perlindungan air, hingga pengelolaan sampah dan energi.

Ujian Sejarah Politik Hijau

Di tengah krisis iklim global dan kerusakan ekologis nasional, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar jargon hijau. Ia membutuhkan keberanian politik yang berpijak pada etika, ilmu pengetahuan, dan keberpihakan pada masa depan.

Bagi PKB, klaim sebagai Green Party adalah janji sejarah, bukan sekadar label ideologis. Janji itu hanya akan bermakna jika ditebus dengan keberanian melawan kebijakan yang merusak lingkungan, meski berbiaya politik.

Dalam perspektif Islam, menjaga bumi bukan pilihan politik opsional, melainkan amanah peradaban. Dan di situlah, politik hijau diuji: apakah ia sungguh menjadi jalan rahmatan lil ‘alamin, atau justru turut menyumbang pada pengkhianatan terhadap alam. (***)

___________

            * Penulis adalah Pemerhati Lingkungan, Sosial, dan Kebijakan Publik

Tags: #KeadilanEkologis#KebijakanPublik#LingkunganHidup#PerubahanIklim
Previous Post

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

Next Post

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

Next Post
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, M. Fuadi Luthfi - FOTO | Dok. PKBTalk24

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pengasuh Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri Kuatkan Perjodohan Gus Muhaimin-Prabowo - FOTO | Dok. istimewa

Kuatkan Perjodohan Gus Muhaimin–Prabowo, KH. Ali Masyhuri Minta DPP PKB Segera Lakukan Konsolidasi Pemenangan

3 tahun ago
Ketum PSI Kaesang Pangarep mengaku lebih memilih untuk mengikuti Pilgub Jakarta ketimbang maju dalam Pilwalkot Solo.
FOTO | Dok. Kaesang Pangarep (Foto: Instagram @kaesangp)

Waketum PKB Ajak Kaesang Gabung Jadi Bacaleg PKB: Kami Siapkan Dapil DKI

3 tahun ago

Popular News

  • Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. FOTO | Dok. Media PKB Jakarta

    DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Deras Bongkar Wajah Drainase Jakarta: 16 RT Terendam, Jalan Utama Lumpuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek IPA Buaran III, Siap Layani Suplai Air Bersih untuk 300 Ribu Pelanggan Baru di Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. FOTO | Dok. Media PKB Jakarta
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

29 April 2026
Hengky Wijaya
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

20 Januari 2026
Hengky Wijaya
PKBTalk24

Bahas RPIP DKI 2026–2046, PKB Tekankan Industri Halal, Ekonomi Hijau, dan Keadilan UMKM Jakarta

20 Januari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com