Minggu, 31 Agustus, 2025
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Sekolah Rakyat: Ketika Mimpi Besar Mengabaikan Luka Lama

by Redaksi
13 Juli 2025
in Feature, Opini
0
Ini Daftar 5 Pesantren Modern Terbaik di Indonesia…

FOTO | Dok. Hidayatullah.com

0
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Saya tidak ingin mematahkan semangat perubahan, apalagi jika niatnya benar-benar demi kebaikan rakyat. Tapi ketika sebuah program baru diluncurkan tanpa menyentuh akar persoalan lama, saya justru melihat ini sebagai tanda bahwa kita sedang terjebak pada euforia mimpi, bukan pada kerja konkret yang menyembuhkan luka bangsa.

Oleh: KH. Imam Jazuli | Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia 2 Cirebon, Jawa Barat. *

PKBTalk24  | Cirebon ~ Ironi bangsa ini datang bertubi-tubi. Seperti ombak yang tak pernah berhenti menghantam karang, satu masalah belum selesai, yang lain sudah menyusul. Belakangan, saya mendengar ramai soal program baru pemerintah bernama Sekolah Rakyat—sebuah gagasan ambisius yang katanya untuk menyiapkan generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Saya tidak ingin mematahkan semangat perubahan, apalagi jika niatnya benar-benar demi kebaikan rakyat. Tapi ketika sebuah program baru diluncurkan tanpa menyentuh akar persoalan lama, saya justru melihat ini sebagai tanda bahwa kita sedang terjebak pada euforia mimpi, bukan pada kerja konkret yang menyembuhkan luka bangsa.

Bayangkan, Rp 1,19 triliun digelontorkan hanya untuk menjangkau 9.700 siswa di 100 titik. Ini bukan tentang angka semata, tapi tentang keadilan. Di sudut-sudut negeri ini, ribuan sekolah dasar negeri justru tutup karena kekurangan murid. Di tempat lain, ada gedung sekolah berdinding anyaman bambu, atapnya bocor jika hujan, bahkan ada guru yang sampai mengakhiri hidup karena beban ekonomi yang tak tertanggungkan. Ini semua nyata, bukan narasi sedih untuk mendramatisasi.

RelatedPosts

PBNU dan Ujian Integritas di Tengah Kasus Kuota Haji

Politik Silaturahim: Jalan Sunyi PKB Jakarta di Tengah Hiruk-Pikuk Politik Transaksional

Runtuhnya Pilar Sekolah Swasta : Refleksi atas Kebijakan Populis di Jawa Barat

Lalu, apakah program Sekolah Rakyat menjawab itu? Sayangnya, tidak.

Saya ingin mengajak kita semua merenung: Apa artinya mendirikan sekolah baru yang bergengsi jika ribuan sekolah yang ada justru hidup tak layak? Bukankah lebih logis jika anggaran besar itu dialokasikan untuk memperbaiki kualitas sekolah yang sudah ada—yang setiap hari menjadi tumpuan anak-anak dari keluarga sederhana?

Saya khawatir, program Sekolah Rakyat ini hanya akan menjadi panggung pencitraan, karena memperbaiki yang sudah ada memang tidak viral. Membenahi atap sekolah yang bocor atau mengganti bangku reyot tidak akan menjadi trending topic di media sosial. Tapi justru di situlah letak kerja kemanusiaan yang sejati.

Kementerian Sosial bahkan berencana membagikan 9.700 unit laptop untuk siswa Sekolah Rakyat. Tapi apakah mereka tahu bahwa menurut data Kemendikbudristek tahun 2021, ada 421.000 satuan pendidikan dari PAUD hingga SLB yang belum memiliki komputer? Memberi laptop pada 9.700 siswa itu hanya mengurangi sekitar 2,3% dari masalah—sementara lebih dari 75% sisanya masih gelap teknologi.

Kalau pemerintah sungguh-sungguh ingin membangun generasi emas, selesaikan dulu utang masa lalu. Jangan membangun rumah baru sementara rumah lama dibiarkan roboh. Jangan bercita-cita lari maraton jika luka di kaki sendiri belum diobati. Bahkan pepatah sederhana pun mengingatkan kita, lebih baik makan singkong dengan kenyataan, daripada bermimpi makan keju dalam ilusi.

Saya tahu, membenahi 421.000 sekolah tidak akan membuat headline. Tapi itulah tugas pemerintah: bukan mencari panggung, melainkan menghadirkan keadilan.

Lihatlah Pondok Pesantren Nurul Iman di Parung, Bogor. Mereka mampu mendidik 15.000 santri secara gratis, menyediakan tujuh ton beras tiap hari, dan mandiri tanpa bantuan pemerintah. Dengan segala keterbatasan, mereka menjawab tantangan zaman. Maka, jika dengan Rp 1,19 triliun pemerintah hanya bisa menyasar 9.700 siswa, tidakkah itu terlalu mahal untuk output yang begitu kecil?

Sekali lagi, ini bukan soal menolak niat baik. Ini soal kebijakan yang tepat. Jika pemerintah merasa bahwa sistem pendidikan saat ini gagal sehingga perlu dibuat “sekolah baru”, berarti itu pengakuan bahwa Kementerian Pendidikan tidak berjalan efektif. Dan jika antar kementerian tidak solid dalam menyusun prioritas, lalu bagaimana mungkin kita bicara tentang Indonesia Emas 2045?

Masalah utama bangsa ini bukan kekurangan lembaga pendidikan, tetapi kekacauan dalam kebijakan pendidikan. Pemerintah seringkali pura-pura tidak melihat. Seperti orang yang tubuhnya luka, tapi memilih menutup mata dan malah sibuk merancang lari estafet.

Sekolah Rakyat akan relevan—ya, akan sangat relevan—jika:

  • 421 ribu sekolah yang belum punya komputer diberikan komputer.

  • Sekolah-sekolah beratap bocor dibelikan genteng dan diperbaiki.

  • Gedung-gedung dari bambu diganti menjadi bangunan yang kokoh dan manusiawi.

Baru setelah itu, rakyat bisa berdiri dengan bangga. Anak-anak desa tak lagi merasa menjadi warga kelas dua. Guru-guru di pelosok tidak merasa ditinggalkan. Dan generasi emas bukan lagi jargon, tapi kenyataan.

Jangan tunjukkan orkestrasi kulit luar tanpa kedalaman dan ketulusan. Sebab sebesar apa pun uang rakyat adalah amanah, yang kelak akan kita pertanggungjawabkan, bukan hanya di hadapan publik—tetapi juga di hadapan Tuhan. (***)

________

Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

RelatedPosts

Arab Saudi Mulai Batasi Akses ke Makkah untuk Persiapan Musim Haji 2025

PBNU dan Ujian Integritas di Tengah Kasus Kuota Haji

by Redaksi
11 Agustus 2025
1

Penting bagi PBNU—melalui Ketua Umum dan Rais Aam—untuk menunjukkan keteladanan moral. Jika ada pengurus yang disebut-sebut dalam kasus ini, langkah...

H. Tri Waluyo SH., Anggota FPKB DPRD DKI Jakarta

Politik Silaturahim: Jalan Sunyi PKB Jakarta di Tengah Hiruk-Pikuk Politik Transaksional

by Redaksi
28 Juli 2025
0

  Politik silaturahim sejatinya adalah politik kehadiran. Ia menjunjung tinggi tradisi sosial masyarakat Indonesia yang kian terkikis oleh budaya digital...

Pemerintah kembali hidupkan jurusan di SMA

Runtuhnya Pilar Sekolah Swasta : Refleksi atas Kebijakan Populis di Jawa Barat

by Redaksi
16 Juli 2025
0

KDM—mengambil langkah kontroversial: menaikkan jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) di SMA/SMK negeri dari 36 menjadi 50 orang per kelas....

Next Post
gratis transportasi umum dki

BUMD DKI Jakarta: Jangan Jadi Beban, Harusnya Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Gus Imin: Pesantren Harus Jadi Garda Terdepan, Mengawinkan Tradisi Keilmuan dengan Kecanggihan Teknologi

Gus Imin: Pesantren Harus Jadi Garda Terdepan, Mengawinkan Tradisi Keilmuan dengan Kecanggihan Teknologi

2 bulan ago
Kuatkan Perjodohan Gus Muhaimin–Prabowo, KH. Ali Masyhuri Minta DPP PKB Segera Lakukan Konsolidasi Pemenangan

Survei Capres Pollmark: Cak Imin Masuk 5 Besar, Ganjar Teratas Disusul Prabowo dan Anies!

2 tahun ago

Popular News

  • kementerian haji dan umrah ri

    Kepala BP Haji Berpeluang Jadi Menteri Haji dan Umrah, Menunggu Restu Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil H. Sutikno, Caleg Incumbent dari PKB Raih Suara Terbanyak di Dapil 7 Jakarta Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Butuh Modal? Ini Tabel Pinjaman KUR Bank DKI 2025 Plafon Rp1-Rp500 Juta, Cek Syarat dan Cara Pengajuannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo
Berita Eksekutif

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

25 Agustus 2025
Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027
Daerah

Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027

25 Agustus 2025
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Daerah

PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

25 Agustus 2025
Info Haji 2024: Indonesia dapat 241.000 Kuota, 554 Kloter Jemaah Haji Reguler, Siap Berangkat Mulai 12 Mei 2024
Ekbis

Panja RUU Haji Setuju Petugas Embarkasi Bisa Nonmuslim, Tapi Wajib Muslim di Arab Saudi

23 Agustus 2025
OTT KPK Wamenaker Noel
Berita Eksekutif

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

22 Agustus 2025

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In