• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Korupsi Kuota Haji: Saat Kader NU dan Muhammadiyah Harus Belajar Menjaga Marwah Ormas Islam

Redaksi by Redaksi
19 September 2025
in Feature, Opini
0
KH. Imam Jazuli, Lc., MA

KH. Imam Jazuli, Lc., MA

0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

KH Imam jazuli

KPK bahkan menemukan indikasi lebih dari 100 agen travel diduga terlibat dalam praktik jual-beli kuota. Travel besar mendapat jatah lebih banyak, sedangkan travel kecil hanya sedikit. Berdasarkan perhitungan awal, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA *

PKBTalk24 | Cirebon ~ Kasus dugaan korupsi kuota haji kembali menyita perhatian publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, selama lebih dari 11 jam pada Kamis (18/9/2025). Panjangnya pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan kuat terkait aliran dana yang kini tengah ditelusuri penyidik.

Kasus ini bermula dari pengalokasian tambahan 20 ribu kuota haji yang diperoleh Presiden Joko Widodo dari Pemerintah Arab Saudi. Sesuai aturan, tambahan itu seharusnya diprioritaskan untuk haji reguler demi memperpendek masa tunggu, atau minimal 8 persen dialokasikan untuk haji khusus. Namun kenyataannya, kuota dibagi rata: 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus. Di sinilah dugaan penyalahgunaan kuota muncul.

KPK bahkan menemukan indikasi lebih dari 100 agen travel diduga terlibat dalam praktik jual-beli kuota. Travel besar mendapat jatah lebih banyak, sedangkan travel kecil hanya sedikit. Berdasarkan perhitungan awal, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1 triliun.

Nama-nama dari dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah, ikut terseret. Dari NU disebut Isfah Abidal Aziz dan Zainal Abidin. Dari Muhammadiyah, selain Hilman Latief, juga muncul nama Sunanto (Cak Nanto), eks Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah. Fakta ini jelas menimbulkan guncangan: ormas yang selama ini menjadi benteng moral umat justru diuji oleh skandal besar.

Mengapa Harus Mundur?

Dalam situasi seperti ini, ada setidaknya empat alasan kenapa kader NU maupun Muhammadiyah yang tersangkut kasus harus mundur dari jabatannya:

  1. Menjaga kredibilitas organisasi. NU dan Muhammadiyah adalah ormas Islam terbesar di Indonesia. Keterlibatan kader dalam dugaan korupsi berpotensi merusak kepercayaan umat.

  2. Amanah dan akuntabilitas. Ibadah haji adalah rukun Islam yang sakral. Jual-beli kuota sama sekali bertentangan dengan nilai amanah, transparansi, dan keadilan.

  3. Menjaga marwah kepemimpinan. Publik menuntut figur ormas Islam memiliki standar moral tinggi. Mundur dari jabatan adalah langkah menjaga kehormatan organisasi.

  4. Menghindari konflik kepentingan. Dengan mundur, kader yang tersangkut bisa fokus membela diri secara hukum, sementara organisasi tetap berjalan tanpa beban.

Selain itu, transparansi internal menjadi kunci. NU dan Muhammadiyah perlu membangun mekanisme tegas untuk menindak kader yang diduga terlibat korupsi. Langkah ini bukan sekadar menjaga citra, tapi juga menjadi contoh nyata penerapan nilai Islam tentang kejujuran dan keadilan.

Skandal kuota haji ini tidak hanya persoalan hukum, tapi juga krisis moral. Jika dibiarkan, ia akan mencederai sakralitas ibadah haji dan meruntuhkan marwah ormas Islam. Karena itu, mundurnya kader yang diduga terlibat bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan demi menjaga kehormatan NU, Muhammadiyah, dan umat Islam secara luas. Wallahu’alam bishawab. (***)

_______

*) Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia; Alumni Universiti Malaya; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI); dan Pengurus Besar PBNU periode 2010–2015.

Tags: #HajiBersih#IntegritasUmat#KorupsiHaji#KPK#KuotaHaji#MarwahOrmasamanahMuhammadiyahNU
Previous Post

Prabowo Pastikan IKN Jadi Ibu Kota Politik RI 2028, ASN Mulai Dipindah Bertahap

Next Post

“Anak Muda Tak Mau Jadi Petani Karena Menderita” – Gus Muhaimin Janjikan Reformasi Lahan dan Kesejahteraan

Next Post
Pasar Murah Gerbang Tani bersama Cak Imin

“Anak Muda Tak Mau Jadi Petani Karena Menderita” – Gus Muhaimin Janjikan Reformasi Lahan dan Kesejahteraan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Waketum PKB Jazilul Fawaid, memastikan Ketum Gerindra Prabowo Subianto hadir di Manahan Solo. - FOTO | Dok. Istimewa

PKB: Gus Muhaimin Masih Bisa Terima Lamaran, Selama Belum Ada Kepastian Siapa Cawapres Prabowo

3 tahun ago
Syarif Hasan, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, minta Anies, dkk mengubah nama koalisi, MInggu (3/9/2023), FOTO | Dok. istimewa

Demokrat Minta Anies Dkk, Ubah Nama Koalisi

3 tahun ago

Popular News

  • Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

    ‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Kecaman ke Trans7: Ketua Perempuan Bangsa DKI Sebut Tayangan Xpose Lecehkan Kiai dan Pesantren

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Jakarta dan Transformasi Politik Kaum Santri di Ibu Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petugas Haji Wajah Negara di Tanah Suci, Profesionalisme dan Integritas Jadi Harga Mati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APBD DKI Terpangkas Rp16 Triliun, FPKB Ingatkan: Jangan Sentuh Anggaran Banjir dan Pemakaman!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, M. Fuadi Luthfi - FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita Parlemen

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

30 April 2026
Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

4 Mei 2026
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Hengky Wijaya, dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (19/1/2025). FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

12 Mei 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 Copyright pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In