Jumat, 29 Agustus, 2025
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
NEWSLETTER
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Humaniora

Saat Gen Z Tiba-tiba Hilang Fokus di Serang ‘Jam Koma’ di Tengah Aktivitas, Ini yang Sesungguhnya Terjadi

by Redaksi
23 Oktober 2024
in Humaniora
0
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Hilang fokus dan konsentrasi di tengah aktivitas harian atau terserang ‘jam koma’. Sebenarnya apa yang terjadi? Berikut ini penjelasan psikolog Rosdiana Setyaningrum. 

 

PKBTalk24 | Jakarta ~ Tanpa sebab tanpa aba-aba, tetiba seseorang kehilangan fokus dan hilang kosentrasi di jam kerja. Itulah yang belakangan sering dialami oleh para pekerja dari kalangan Gen Z. Mereka menamakan istilah tersebut dengan istilah ‘jam koma’.

Kebanyakan dari mereka adalah kalangan Gen Z, meski sebenarnya juga bisa dialami oleh semua kelompok usia. Namun ditengarai kelompok Gen Z, yang paling banyak mendokumentasikan aktivitas harian mereka di sosial media, sehingga membuat fenomena ini viral.

Ada beberapa penyebab ‘jam koma’ bisa terjadi di kalangan Gen Z.  Mulai dari kurangnya kesadaran penuh ( mindfulness ), hingga gaya hidup yang tidak seimbang.

RelatedPosts

Apa Khabar Obat Herbal Asli Indonesia, Peluang Besar yang Butuh Keseriusan Pemerintah

PKB Dukung Audit Royalti Musik: Iman Sukri Tegaskan Transparansi Harus Jadi Prioritas

FPKB DKI Ingatkan Pramono: Kaji secara Matang Sebelum Putuskan Ragunan Buka 24 Jam

Dikutip dari detik.com ( Rabu, 23/10/2024), psikolog Rosdiana Setyaningrum, menuturkan beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab jam koma terjadi pada Gen Z, yaitu:

1. Kurangnya Mindfulness dalam Aktivitas Sehari-hari

Salah satu faktor utama dari jam koma adalah kurangnya mindfulness, atau kesadaran penuh dalam melakukan aktivitas.

“Kalau istilah anak zaman sekarang kan very demure, very mindfull, beneran dijalanin nggak tuh mindfull-nya? Sering kali banyak mikir macam-macam pada satu waktu. Yang kita kerjain itu biasanya rutinitas, jadinya bikin nggak fokus,” jelas Rosdiana seperti dikutip dari detikcom, Rabu (23/10/2024).

Mindfulness berarti menghadirkan diri sepenuhnya, baik pikiran maupun fisik di saat melalukan sesuatu.

Sayangnya, banyak orang sering kali terjebak dalam rutinitas yang membuat mereka melakukan berbagai aktivitas tanpa benar-benar fokus.

Misalnya, seseorang lupa mengambil uang di ATM, lupa mengembalikan helm, atau kehilangan kata-kata saat berbicara karena pikirannya melayang ke hal-hal lain. Kehilangan fokus ini adalah tanda bahwa mindfulness tidak diterapkan dengan optimal.

2. Gaya Hidup dan Pola Makan Tidak Seimbang

Pola makan yang tidak sehat turut berkontribusi pada menurunnya kemampuan berkonsentrasi. Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula berlebih dapat menyebabkan kadar insulin turun drastis, yang membuat tubuh merasa lesu dan mengantuk. Rasa kantuk ini, tentu saja, berdampak langsung pada kemampuan otak untuk fokus.

“Anak zaman sekarang itu kan banyak ya yang makan manis. Sebaiknya dikurangi, ganti nutrisi yang lebih bagus,” kata Rosdiana.

3. Pengaruh Media Sosial terhadap Penurunan Konsentrasi

Media sosial juga berperan besar dalam fenomena jam koma. Menurut Rosdiana, banyak beredar bahwa kebiasaan berlebihan menggunakan media sosial menyebabkan turunnya kemampuan seseorang untuk fokus dalam jangka waktu lama.

“Kurangin main media sosial, lebih baik yang bertemu langsung biar langsung bersosialisasi,” jelas Rosdiana.

Saat ini, banyak anak muda hanya mampu mempertahankan fokus selama 10-12 detik. Otak mereka mudah lelah ketika diminta berkonsentrasi lebih lama, karena terbiasa dengan konten yang terus berganti secara cepat. Padahal, idealnya orang dewasa bisa fokus hingga 50 menit tanpa gangguan.

4. Kualitas Tidur yang Buruk dan Dampaknya pada Kesehatan Otak

Kualitas tidur juga memiliki dampak besar pada kemampuan untuk fokus. Kurangnya tidur berkualitas dapat menyebabkan otak tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Ketika gelombang otak teta yang berperan penting dalam penyimpanan memori berkurang, seseorang cenderung menjadi pelupa.

Menurut Rosdiana, kebiasaan begadang karena terlalu banyak scrolling media sosial menyebabkan otak bekerja terus menerus, bahkan ketika tubuh seharusnya beristirahat.

Akibatnya, meskipun waktu tidur panjang, kualitas tidur tetap buruk dan tubuh tidak merasa segar keesokan harinya. Tidur yang berkualitas adalah kunci untuk memastikan regenerasi sel dan istirahat yang optimal bagi otak.

5. Overthinking dan Kurangnya Aktivitas Fisik

Faktor lain yang memicu jam koma adalah overthinking. “Terlalu mementingkan omongan orang lain itu juga nggak baik, mending berpikir hal lain yang lebih penting,” kata Rosdiana.

Ketika otak kiri terlalu aktif namun otak kanan kurang terstimulasi, keseimbangan otak terganggu. Hal ini bisa menyebabkan emosi menjadi sulit diatur dan memori melemah.

Salah satu cara untuk mengatasi ini adalah dengan melakukan aktivitas fisik yang melibatkan gerakan silang, seperti berenang, yoga, atau olahraga permainan. Jenis olahraga ini tidak hanya melatih tubuh tetapi juga membantu menyeimbangkan aktivitas otak kiri dan kanan, sehingga kemampuan fokus dan ingatan menjadi lebih baik.

Dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan seimbang, termasuk menjaga pola makan, tidur berkualitas, mengurangi penggunaan media sosial, dan berolahraga, kondisi ini bisa diminimalisir. Mengutamakan keseimbangan antara tubuh dan pikiran akan membantu seseorang tetap fokus dan produktif sepanjang hari. (***)

 

RelatedPosts

Obat herbal asli Indonesia

Apa Khabar Obat Herbal Asli Indonesia, Peluang Besar yang Butuh Keseriusan Pemerintah

by Redaksi
21 Agustus 2025
0

Indonesia punya potensi pasar domestik yang luas, khususnya untuk 10 penyakit prioritas nasional seperti hipertensi, diabetes, kanker, stroke, nyeri sendi,...

PKB Dukung Audit Royalti Musik: Iman Sukri Tegaskan Transparansi Harus Jadi Prioritas

PKB Dukung Audit Royalti Musik: Iman Sukri Tegaskan Transparansi Harus Jadi Prioritas

by Redaksi
21 Agustus 2025
0

“Saya mendukung langkah pemerintah untuk mengaudit LMKN dan LMK. Pembayaran royalti kepada pemilik dan pencipta karya musik harus dilakukan secara...

FPKB DKI Ingatkan Pramono: Kaji secara Matang Sebelum Putuskan Ragunan Buka 24 Jam

FPKB DKI Ingatkan Pramono: Kaji secara Matang Sebelum Putuskan Ragunan Buka 24 Jam

by Redaksi
21 Agustus 2025
0

“Jangan terburu-buru. Yang utama harus diperhatikan adalah ekosistem satwa dan lingkungan Ragunan. Tidak semua binatang cocok ditampilkan di malam hari,...

Next Post
Kampanye di Pasar Jabon Meruya, Ridwan Kamil Janji Lestarikan Lenong Betawi

Hasil Survei Poltracking: Ridwan Kamil-Suswono 51,6%, Dharma-Kun 3,9%, Pramono-Rano 36,4%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Jamaah haji indonessia 2025

Hindari Penumpukan Jamaah di Muzdalifah, Skema “Murur” Kembali Diterapkan: Solusi Haji Ramah Lansia dan Disabilitas

4 bulan ago
Jelang Muktamar di Bali, DPC PKB Jakarta Timur Nyatakan Dukung Gus Muhaimin untuk Kembali Pimpin PKB

Jelang Muktamar di Bali, DPC PKB Jakarta Timur Nyatakan Dukung Gus Muhaimin untuk Kembali Pimpin PKB

1 tahun ago

Popular News

  • OTT KPK Wamenaker Noel

    Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BP Haji Berpeluang Jadi Menteri Haji dan Umrah, Menunggu Restu Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Profil H. Sutikno, Caleg Incumbent dari PKB Raih Suara Terbanyak di Dapil 7 Jakarta Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo
Berita Eksekutif

Gus Muhaimin Terima Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo

25 Agustus 2025
Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027
Daerah

Pramono Anung & Menko PMK Luncurkan RS Royal Batavia Cakung, Siap Beroperasi 2027

25 Agustus 2025
PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki
Daerah

PKB DKI Dukung Alih Fungsi Sementara Trotoar TB Simatupang: Tetap Jaga Hak Pejalan Kaki

25 Agustus 2025
Info Haji 2024: Indonesia dapat 241.000 Kuota, 554 Kloter Jemaah Haji Reguler, Siap Berangkat Mulai 12 Mei 2024
Ekbis

Panja RUU Haji Setuju Petugas Embarkasi Bisa Nonmuslim, Tapi Wajib Muslim di Arab Saudi

23 Agustus 2025
OTT KPK Wamenaker Noel
Berita Eksekutif

Drama OTT Wamenaker Noel: KPK Tetapkan 11 Tersangka Pemerasan Sertifikasi K3

22 Agustus 2025

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 - 2025 pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In