“DTSEN sebagai strategi presiden agar program bansos tepat sasaran. Untuk pertama kalinya Indonesia punya data tunggal. DTSEN dikelola langsung BPS dan dijadikan pedoman seluruh stakeholder,” ujar Gus Ipul.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) adalah strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan program bantuan sosial (bansos) benar-benar tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Gus Ipul usai menghadiri Sidang Tahunan MPR 2025 bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (15/8/2025).
“DTSEN sebagai strategi presiden agar program bansos tepat sasaran. Untuk pertama kalinya Indonesia punya data tunggal. DTSEN dikelola langsung BPS dan dijadikan pedoman seluruh stakeholder,” ujar Gus Ipul.
2 Juta Penerima Bansos Dicoret
Menurut Gus Ipul, Kemensos kini sepenuhnya berpedoman pada DTSEN dalam menyalurkan bansos. Hasilnya langsung terasa: lebih dari 2 juta penerima tidak layak telah dicoret dan dialihkan ke keluarga yang lebih berhak.
“Dengan data ini, kita bisa menentukan dengan tepat siapa yang berhak menerima bansos, sekaligus siapa yang berhak masuk ke Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat: Putus Rantai Kemiskinan
Tak hanya soal bansos, DTSEN juga dipakai untuk memutus rantai kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat, yaitu sekolah berasrama bagi anak-anak keluarga miskin ekstrem (desil 1–2).
Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraannya menegaskan komitmen menghapus kemiskinan ekstrem hingga 0%.
“Kami sudah membuka 100 Sekolah Rakyat. Tahun depan 200, lalu 300, dan seterusnya. Anak-anak miskin tidak boleh lagi mewarisi kemiskinan orang tuanya. Mereka harus berdaya, harus punya masa depan,” tegas Presiden Prabowo.
Strategi Besar Pemerintah
DTSEN dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan menjadi acuan tunggal semua program pemerintah. Data ini menutup celah salah sasaran, di mana sebelumnya masih ditemukan orang kaya yang mendapat subsidi rakyat.
Dengan DTSEN, bansos lebih adil, tepat sasaran, dan terukur. Inilah yang menjadi fondasi transformasi sosial Indonesia untuk mencapai visi Zero Extreme Poverty. (AKH)