“Saya berharap dengan adanya pendidikan Gerbang Tani ini, para petani dan nelayan makin sejahtera. Apalagi ada Pak Tri Waluyo yang siap mengawal,” tambahnya.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerbang Tani DKI Jakarta menggelar Pendidikan Kader Badan Partai (Dikbar) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Saung Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (10/08/2025).
Gerbang Tani merupakan organisasi yang fokus pada isu pertanian dan ketahanan pangan, serta menjadi salah satu badan otonom yang bernaung di bawah PKB.
Acara Dikbar yang diikuti 162 peserta ini terbagi dalam dua kelas dan dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKB DKI Jakarta, H. Hasbiallah Ilyas, yang sekaligus membuka kegiatan.
“Allhamdulillah, hari ini kita membuka pendidikan kader Gerbang Tani DPW PKB DKI Jakarta. Ini perdana di Indonesia dan dimulai dari Jakarta Utara,” kata Hasbiallah.
Ia berharap Dikbar ini menjadi langkah awal memajukan sektor pertanian dan perikanan di wilayah ibu kota, khususnya bagi para petani dan nelayan. “Saya berharap dengan adanya pendidikan Gerbang Tani ini, para petani dan nelayan makin sejahtera. Apalagi ada Pak Tri Waluyo yang siap mengawal,” tambahnya.
Hasbiallah juga berpesan agar para kader yang mengikuti Dikbar aktif menyosialisasikan program Gerbang Tani dan ikut memperjuangkan nasib petani. “Jangan sampai komoditas petani terpinggirkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Gerbang Tani DPW DKI Jakarta sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta, Tri Waluyo, menyampaikan bahwa pendidikan kader ini bertujuan melahirkan agen perubahan yang peka terhadap permasalahan petani.
“Harapan saya, para kader Dikbar nanti bisa membantu menyerap aspirasi dan keluhan petani,” ujarnya.
Tri juga mengungkapkan bahwa kesenjangan kesejahteraan petani dan nelayan di Jakarta masih nyata. “Di daerah nelayan sini, masih banyak persoalan seperti BBM untuk kapal, penggunaan VMS (Vessel Monitoring System) yang masih ditangguhkan Kementerian KKP hingga Desember,” jelasnya.
Dengan Dikbar ini, Gerbang Tani PKB berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memahami politik kebijakan pangan, tetapi juga mampu turun langsung mendampingi petani dan nelayan demi kehidupan yang lebih baik. (AKH)