“Itu pertanyaan bagus. Tapi nyari duit tanpa ideologi itu kayak orang Islam puasa tapi nggak sholat. Atau kayak orang pakai baju tapi nggak pakai celana. Nanggung, Bro!” jawab Baba Hasbi disambut tawa hadirin.
PKBTalk24 | Jakarta ~ Ada yang unik dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Kampung Pulo Nangka Barat II, Kayu Putih, Jakarta Timur. Legislator Fraksi PKB dari Komisi III DPR RI, H. Hasbiallah Ilyas alias Baba Hasbi, menerima pertanyaan nyeleneh dari warga soal pentingnya ideologi di tengah realitas hidup yang makin sulit.
Salah satu peserta bernama Sahrudin (45) secara blak-blakan bertanya, “Masih penting nggak sih ideologi sekarang? Yang penting perut kenyang dulu, Pak.”
Pertanyaan itu dijawab Baba Hasbi dengan gaya khasnya yang santai tapi mengena.
“Itu pertanyaan bagus. Tapi nyari duit tanpa ideologi itu kayak orang Islam puasa tapi nggak sholat. Atau kayak orang pakai baju tapi nggak pakai celana. Nanggung, Bro!” jawab Baba Hasbi disambut tawa hadirin.
Pancasila Bukan Pajangan, Tapi Pedoman Hidup
Menurut Baba, banyak orang mulai meremehkan ideologi, padahal itulah akar dari kebangsaan kita.
“Ibadah tanpa niat itu sia-sia. Sama juga hidup di Indonesia tapi nggak mau pakai Pancasila. Ya jangan tinggal di sini dong, jangan juga cari duitnya,” kata Baba, setengah bercanda.
Dia menegaskan, justru di saat makin banyak godaan ideologi asing dan ujaran kebencian, Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) harus terus disosialisasikan dan ditanamkan.
Prabowo Tegas Soal Penguatan Ideologi
Baba Hasbi juga menyoroti langkah konkret di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dari hal kecil, seperti kewajiban memutar lagu Indonesia Raya pukul 10.00 WIB di lembaga-lembaga pemerintahan dan BUMN.
“Itu bukan formalitas. Itu bentuk penguatan ideologi dan rasa cinta kita ke tanah air,” tegasnya.
Saran Baba: Aktif di Organisasi Seperti NU
Sebagai kader Nahdlatul Ulama, Baba Hasbi mengajak warga untuk terlibat dalam organisasi kemasyarakatan yang punya komitmen kuat terhadap Pancasila dan NKRI.
“Gabung aja ke NU, udah paling bener urusan cinta tanah air. Hubbul Wathon Minal Iman, cinta negara bagian dari iman,” ujarnya.
Di akhir sesi, Baba Hasbi menitip pesan agar ideologi tidak hanya dibicarakan, tapi juga dijaga mulai dari lingkungan terkecil: keluarga.
“Jagain anak, istri, keluarga kita dari virus anti-Pancasila dan anti-NKRI. Jangan kasih ruang buat penyakit itu berkembang. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?” pungkasnya. (AKH)