• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Nusantara Berita Eksekutif

Dana Pemda Mengendap Rp233 Triliun, Menkeu Purbaya Heran: “Kok Enggak Dibelanjakan?”

Gubernur DKI Pramono Anung janji genjot serapan anggaran Rp14,6 triliun untuk percepatan pembangunan Jakarta.

Redaksi by Redaksi
21 Oktober 2025
in Berita Eksekutif, Nusantara
0
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

Gubernur DKI Pramono Anung janji genjot serapan anggaran Rp14,6 triliun untuk percepatan pembangunan Jakarta, Selasa (21/10/2025). FOTO | Dok. megapolitan.kompas.com

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

Dana pemerintah daerah mengendap di bank mencapai Rp233,11 triliun per Agustus 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lambatnya serapan anggaran, sementara Gubernur DKI Pramono Anung janji maksimalkan dana Rp14,6 triliun untuk pembangunan Jakarta.

PKBTalk24 | Jakarta ~ Dana pemerintah daerah (pemda) yang mengendap di bank kian membengkak. Hingga akhir Agustus 2025, jumlahnya menembus Rp233,11 triliun — rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ironisnya, di tengah tekanan ekonomi global dan kebutuhan pembangunan daerah, uang rakyat itu justru ‘menganggur’ di perbankan.

Data Kementerian Keuangan mencatat, tren dana pemda yang parkir di bank terus meningkat dari tahun ke tahun: Rp178,95 triliun (2021), Rp203,42 triliun (2022), Rp201,31 triliun (2023), Rp192,57 triliun (2024), hingga kini Rp233,11 triliun (2025).

Sementara itu, realisasi belanja daerah per 24 September 2025 baru mencapai Rp656,40 triliun atau 46,86% dari total pagu anggaran. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi di daerah, sebab uang yang seharusnya berputar untuk pembangunan justru tersimpan tanpa manfaat produktif.

Menkeu: “Kalau Nganggur, Kita Pindahkan!”

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak menutupi kekesalannya terhadap fenomena ini. Ia menyebut pemerintah pusat akan segera mengevaluasi hambatan birokrasi dan eksekusi yang menyebabkan lambatnya penyerapan anggaran daerah.

“Kalau memang betul-betul nganggur, kita pindahkan. Biar belanja daerah lebih rajin,” tegas Purbaya di Jakarta, Kamis (25/9).

Menurutnya, lambatnya serapan anggaran bukan karena kurang dana, melainkan lemahnya manajemen belanja di tingkat daerah.

“Uang itu sudah ada. Jangan tunggu akhir tahun, segera gunakan untuk pembangunan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya dalam acara Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kemendagri.

DKI Jakarta Paling Besar: Rp14,6 Triliun Mengendap di Bank

Dari total dana mengendap Rp233 triliun itu, DKI Jakarta tercatat sebagai daerah dengan simpanan terbesar, mencapai Rp14,6 triliun.

Menanggapi sorotan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan segera memaksimalkan penggunaan dana tersebut untuk percepatan pembangunan ibu kota.

“Saya setuju dengan Pak Purbaya. Begitu transfer dana dari pusat sebesar Rp10 triliun turun, kami akan langsung gunakan untuk membangun Jakarta secara baik,” kata Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (21/10/2025).

Ia memastikan tidak akan membiarkan dana tersebut menganggur, terutama setelah adanya pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. “Uang-uang yang idle di Jakarta pasti akan termanfaatkan. Kami jaga agar ruang fiskal tetap sehat,” ujarnya.

Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Ekonom menilai, mengendapnya dana pemda di bank menandakan rendahnya kualitas tata kelola fiskal daerah. Semakin lama dana itu tidak terserap, semakin besar pula efek negatifnya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain menunda pembangunan, dana parkir ini juga mengurangi efek multiplier ekonomi di daerah. “Kalau Rp233 triliun itu terserap saja separuhnya untuk infrastruktur atau pemberdayaan UMKM, dampaknya ke lapangan kerja luar biasa besar,” ujar seorang analis fiskal senior.

Pemerintah pusat kini menunggu langkah konkret dari para kepala daerah. Sebab, uang sebesar itu bukan sekadar angka di neraca keuangan, melainkan potensi pembangunan yang tertunda. Seperti pesan Menkeu Purbaya, “Dananya sudah ada, tinggal keberanian dan kecepatan eksekusinya.” (AKH)

Tags: #AnggaranDaerah#APBDJakarta#DanaPemda#EkonomiDaerah#FiskalDaerah#KeuanganNegara#MenkeuPurbaya#PembangunanJakarta#PKBTalk24News#PramonoAnung
Previous Post

Menghormati Kiai dan Asatiz: Warisan Akhlak dan Etika dari Rasulullah

Next Post

APBD DKI Terpangkas Rp16 Triliun, FPKB Ingatkan: Jangan Sentuh Anggaran Banjir dan Pemakaman!

Next Post
Yusuf, S.I.Kom anggota DPRD DKJ dari FPKB

APBD DKI Terpangkas Rp16 Triliun, FPKB Ingatkan: Jangan Sentuh Anggaran Banjir dan Pemakaman!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pemerintah kembali hidupkan jurusan di SMA

Penjurusan SMA Kembali Dihidupkan, Guru hingga Pengamat Pendidikan Angkat Suara

1 tahun ago
Sejumlah partai politik mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan kadernya yang duduk di kursi DPR RI. Alasannya, ucapan dan tindakan mereka dinilai menyakiti hati rakyat. FOTO | Dok. detiknews.com

5 Anggota DPR Dinonaktifkan Usai Gelombang Demo, Ini Daftarnya

9 bulan ago

Popular News

  • Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

    ‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Kecaman ke Trans7: Ketua Perempuan Bangsa DKI Sebut Tayangan Xpose Lecehkan Kiai dan Pesantren

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Jakarta dan Transformasi Politik Kaum Santri di Ibu Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petugas Haji Wajah Negara di Tanah Suci, Profesionalisme dan Integritas Jadi Harga Mati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APBD DKI Terpangkas Rp16 Triliun, FPKB Ingatkan: Jangan Sentuh Anggaran Banjir dan Pemakaman!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, M. Fuadi Luthfi - FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita Parlemen

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

30 April 2026
Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

4 Mei 2026
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Hengky Wijaya, dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (19/1/2025). FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

12 Mei 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 Copyright pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In