• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
  • Register
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto: Negara Maju Baca Buku, Negara Berkembang Nonton! Yuk, Santri Harus Melek Literasi!

Redaksi by Redaksi
26 Juni 2025
in Feature, Santri Digital
0
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto - FOTO | Dok. PKBTalk24

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

“Membaca buku itu budaya negara maju. Kalau lebih senang nonton, ya berarti kita masih di level negara berkembang,” kata Brian di hadapan para pengurus pondok pesantren se-Indonesia.

PKBTalk24 | Jakarta ~ Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto melontarkan pernyataan tajam namun menggugah: negara maju itu budaya utamanya membaca, sementara negara berkembang lebih suka nonton. Pernyataan ini ia sampaikan saat menghadiri International Conference on the Transformation of Pesantren (ICTP), Rabu (25/6/2025) di kawasan Sudirman, Jakarta.

“Membaca buku itu budaya negara maju. Kalau lebih senang nonton, ya berarti kita masih di level negara berkembang,” kata Brian di hadapan para pengurus pondok pesantren se-Indonesia.

Pernyataan ini bukan sekadar sindiran, tapi juga ajakan serius. Menurut Brian, budaya literasi adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Dan pesantren, dengan ekosistem pendidikannya yang khas, punya peran strategis untuk menanamkan budaya tersebut.

Buku Tajamkan Pikiran, HP Bikin Tumpul?

Brian mengibaratkan semakin banyak orang membaca, semakin tajam ‘pisau’ analisis di kepala mereka. Ia mencontohkan negara-negara maju, di mana anak-anak SD sudah terbiasa membaca dan menulis sejak dini. Mereka membaca buku, lalu menuliskannya kembali dengan pemahaman sendiri.

“Anak-anak membaca, lalu merangkum. Itu latihan berpikir kritis sejak kecil,” jelasnya.

Sebaliknya, terlalu banyak main HP justru bisa bikin otak jadi malas berpikir. Ia mengingatkan bahwa gawai dan teknologi seperti AI memang berguna, tapi jika dipakai tanpa dasar pemikiran yang kuat, bisa menurunkan kemampuan berpikir kritis.

“Anak-anak yang enggak paham framework berpikir, lalu langsung pakai ChatGPT, itu malah bisa jadi makin bodoh,” ucap Brian blak-blakan.

AI Tak Bisa Dihindari, Tapi Harus Dikendalikan

Menteri Brian tidak anti-teknologi. Ia mengakui bahwa kecerdasan buatan (AI) adalah masa depan dan tidak bisa dihindari. Namun, menurutnya, AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan alat utama. Kalau manusia sudah menyerahkan proses berpikir sepenuhnya pada mesin, maka pelan-pelan kapasitas intelektual akan menurun.

“AI harus dipakai, tapi framework berpikirnya tetap dari kepala kita. Bukan dari algoritma,” tegasnya.

Kepada para kiai dan pengurus ponpes, Brian menitip pesan penting: bangun budaya baca di kalangan santri. Jangan biarkan mereka lebih akrab dengan gadget daripada buku.

“Tolong, sediakan buku-buku yang menarik di pondok. Biar yang sering dilihat itu buku, bukan handphone,” pesannya.

Ia berharap pesantren bisa menjadi pionir dalam membentuk generasi yang tajam menganalisis, peka membaca situasi, dan piawai menyampaikan gagasan. Semua itu, katanya, hanya bisa dimulai dari kebiasaan membaca.

Sebagai penutup, Menteri Brian mengingatkan satu hal penting: di tengah dunia yang makin cepat dan serba instan, kemampuan berpikir kritis adalah soft skill paling mahal. Dan untuk mencapainya, mulailah dari membuka buku, bukan membuka notifikasi!

Konferensi Internasional Transformasi Pesantren 2025 digelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai forum strategis untuk membicarakan masa depan pendidikan pesantren di era global. (AKH)

Previous Post

PKB Gelar Konferensi Internasional Pesantren 2025: Gus Imin Serukan Pesantren Harus Melek Teknologi & Siap Pimpin Perubahan!

Next Post

Kirim Kader ke Pendidikan Instruktur, Panji Bangsa DKI Jakarta Siapkan Ujung Tombak Perubahan

Next Post
Ketua DKW Panji Bangsa DKI Jakarta, Heri Kustanto.

Kirim Kader ke Pendidikan Instruktur, Panji Bangsa DKI Jakarta Siapkan Ujung Tombak Perubahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Pasangan AMIN, Anies dan Cak Imin menyatakan bersyukur telah menjadi pendaftar Pertama sebagai Paslon Capres-Cawapres ke KPU, karena awalnya banyak yang psimistis, Kamis (19/10/2023). FOTO | Dok. istimewa

Anies Baswedan: Praktik Ordal dalam Bernegara harus Dihentikan

2 tahun ago
Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si., Wakil Ketua DPP PKB, usai menghadiri Pidato Perdana Gubernur DKJ Pramono Anund di Gedung DPRD Jakarta, Kamis (20/2/2025). FOTO | Dok. PKBTalk24

Wakil Ketua DPP PKB, Ida Fauziyah: Kekuatan Fiskal Jakarta, Bisa Jadi Kunci Wujudkan Jakarta Jadi Kota Global

1 tahun ago

Popular News

  • Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar

    ‘PKB Harus Diawasi Terus’: Candaan Prabowo, Sinyal Politik atau Sekadar Gojlokan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Kecaman ke Trans7: Ketua Perempuan Bangsa DKI Sebut Tayangan Xpose Lecehkan Kiai dan Pesantren

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Jakarta dan Transformasi Politik Kaum Santri di Ibu Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Petugas Haji Wajah Negara di Tanah Suci, Profesionalisme dan Integritas Jadi Harga Mati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APBD DKI Terpangkas Rp16 Triliun, FPKB Ingatkan: Jangan Sentuh Anggaran Banjir dan Pemakaman!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, M. Fuadi Luthfi - FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita Parlemen

Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

30 April 2026
Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

4 Mei 2026
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKB, Hengky Wijaya, dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (19/1/2025). FOTO | Dok. PKBTalk24
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

12 Mei 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2023 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2023 Copyright pkbtalk24.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In