• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

Menghormati Kiai dan Asatiz: Warisan Akhlak dan Etika dari Rasulullah

Dalam tradisi Islam, ulama dianggap sebagai pewaris Nabi, karena mereka mewarisi ilmu dan hikmah yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.

Redaksi by Redaksi
17 Oktober 2025
in Feature, Opini
0
baikottrans7

Dalam tradisi pesantren, penghormatan kepada kiai dan asatiz merupakan bagian integral dari akhlak dan etika yang diajarkan. FOTO | Dok. PKBTalk24

0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

KH Imam jazuli

Dengan menghormati kiai dan asatid, santri menunjukkan kesyukuran dan penghargaan atas ilmu dan hikmah yang diberikan, serta kesadaran akan posisi dan peran kiai dan asatid sebagai pewaris Nabi.

Oleh : KH Imam Jazuli Lc., MA | *

 

PKBTalk24 | Cirebon ~ Dalam tradisi pesantren, penghormatan kepada kiai dan asatiz merupakan bagian integral dari akhlak dan etika yang diajarkan. Penghormatan ini tidak hanya berupa tindakan fisik, seperti mencium tangan, membungkukkan badan, bahkan mencium kaki, tetapi juga mencakup sikap hati yang penuh hormat dan kasih sayang.

Penghormatan kepada guru dan orang yang lebih tua dalam ilmu agama merupakan warisan dari Rasulullah SAW. Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW menekankan pentingnya menghormati guru dan orang yang lebih tua. Misalnya, dalam beberapa hadis shahih yang meriwayatkan cium tangan, sambil menunduk dan mematung, bahkan ada yang sampai mencium kaki Rasulullah, yaitu hadis dari Zarra’ al-Abidy.

Riwayat tersebut terdapat dalam beberapa kitab hadis, seperti Sunan Abi Dawud, Al-Adab al-Mufrad karya, dan riwayat lain yang sanadnya shahih dan hasan. Hadis ini menjelaskan bahwa sahabat mencium tangan dan kaki Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam setibanya mereka di Madinah.

Misalnya saja riwayat dari Az-Zarra’; ketika shahabat Nabi mencium tangan dan kaki Nabi Saw.

عَنْ الزارع العبدي وَكَانَ فِي وَفْدِ عَبْدِ الْقَيْسِ قَالَ: لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا، فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرِجْلَهُ… (سنن أبي داود، 4/ 357)

Dari Az Zarra’ al Abidiy dia termasuk utusan Abdu Qais berkata: “Ketika kami sampai ke Madinah, kami bergegas turun dari kendaraan kami lalu kami mencium tangan dan kaki Nabi Muhammad ShallaAllah alihi wa sallam…”

Bahkan, ada riwayat orang Yahudi saja bersedia mencium tangan dan kaki nabi, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar dan beberapa shahabat Nabi:

عن عَبْد الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي لَيْلَى، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ حَدَّثَهُ، أَنَّهُ كَانَ فِي سَرِيَّةٍ مِنْ سَرَايَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: فَحَاصَ النَّاسُ حَيْصَةً… قَالَ: فَدَنَوْنَا فَقَبَّلْنَا يَدَهُ، فَقَالَ: «إِنَّا فِئَةُ الْمُسْلِمِينَ». (سنن أبي داود، 3/ 46)

Bahwasanya Abdullah bin ‘Umar bercerita kalau ia pernah berada di sebuah rombongan pasukan pengintai (sariyyah) Rasulullah Saw. Kemudian, pasukan melarikan diri dan saya termasuk di antaranya… Ibn ‘Umar berkata: “Kami kemudian mendekati Nabi dan mencium tangannya”. Nabi Saw. merespon dengan mengatakan: “saya adalah bagian dari umat muslim.”

Ada puluhan hadis serupa, selain itu, ada banyak hikayat bahwa para sahabat Rasulullah SAW juga menunjukkan contoh yang baik dalam menghormati guru dan orang yang lebih tua. Mereka akan berdiri mematung ketika Rasulullah SAW datang, dan mereka akan mencium tangannya sebagai tanda penghormatan.

Hal tersebut sudah dicontohkan Sayyidina Ali saat mencium tangan dan kaki dari pamannya; Abbas bin Abdul Muthalib:

عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ: رَأَيْتُ عَلِيًّا يُقَبِّلُ يَدَ الْعَبَّاسِ وَرِجْلَيْهِ. (الأدب المفرد، ص: 339)

Dari Shuhaib berkata, saya melihat Ali RadhiyaAllahu anhu mencium kedua tangan Abbas atau kakinya dan berkata, Wahai pamanku! Berikanlah keridhaan kepadaku.

Perlu diingat bahwa tindakan Sayyidna Ali ini menunjukkan bahwa ia menghormati pamannya, tidak hanya sebagai orang yang lebih tua dan memiliki hubungan kekerabatan, tetapi juga karena kealiman dan kesolehannya.

Dalam budaya Arab pada saat itu, mencium tangan dan kaki seseorang sebagai tanda penghormatan dan kesyukuran adalah hal yang biasa, sama sekali bukan kemusyrikan. Contoh seperti itu kemudian diikuti oleh generasi-generasi selanjutnya, termasuk para ulama dan kiai di Nusantara.

Penghormatan kepada kiai dan asatid juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Pertama, penghormatan ini menunjukkan kesyukuran dan penghargaan atas ilmu dan jasa yang telah diberikan. Kedua, penghormatan ini juga menunjukkan kesadaran akan posisi dan peran kiai dan asatid sebagai pewaris Nabi.

Dalam tradisi Islam, ulama dianggap sebagai pewaris Nabi, karena mereka mewarisi ilmu dan hikmah yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.

Tradisi Pesantren

Salah satu kitab yan populer di Pesantren adalah kitab Talimul Mutaallim karya Azzarnuji. Salah satu doktrin yang mengikuti sunnah nabi dan salafus soleh dalam kitab terabut menyebut:

اعلم بأن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به الا بتعظيم العلم وأهله وتعظيم الاستاذ وتوفيره

Ketahuilah, sesungguhnya para pencari ilmu tidak akan mendapatkan ilmu dan mengamalkannya kecuali dengan menghormati ilmu dan pemiliknya, mengormati guru (kiai) dan memuliakannya.

Dalam tradisi pesantren, penghormatan kepada kiai dan asatid diwujudkan dalam berbagai bentuk dan itu secara ushul bersumber dari sunnah dan kitab mu’tabarah. Misalnya, santri akan mencium tangan kiai, membungkukan badan, bahkan sampai “ngesot” sebagai tanda penghormatan dan kesyukuran atas ilmu yang diberikan.

Sekali lagi, penghormatan ini memiliki makna filosofis yang3 mendalam dan diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk mencium tangan, membungkukkan badan, dan mencium kaki. Dengan menghormati kiai dan asatid, santri menunjukkan kesyukuran dan penghargaan atas ilmu dan hikmah yang diberikan, serta kesadaran akan posisi dan peran kiai dan asatid sebagai pewaris Nabi.

Selain itu, dalam tradisi pesantren, penghormatan kepada kiai dan asatid merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan pembentukan karakter. Penghormatan ini bukan hanya ditujukan kepada kiai dan asatid sebagai individu, tetapi juga kepada ilmu dan hikmah yang mereka wakili. Dengan demikian, penghormatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan intelektual santri. Wallahu’alam.
bishawab ***

______

*) Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Previous Post

Hasbiallah Ilyas Gugat Trans7: Telah Hina Kiai dan Pesantren, Harus Dibubarkan!

Next Post

Dana Pemda Mengendap Rp233 Triliun, Menkeu Purbaya Heran: “Kok Enggak Dibelanjakan?”

Next Post
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

Dana Pemda Mengendap Rp233 Triliun, Menkeu Purbaya Heran: “Kok Enggak Dibelanjakan?”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

upgrading dan retret DPW PKB Jakarta

PKB Jakarta Mantapkan Barisan, Siap Wujudkan Politik Kehadiran di Ibu Kota

1 tahun ago
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, ia  mendorong nahdiyin untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk kemaslahatan bersama - FOTO | Dok. LTN PBNU/Suwitno

Pidato Puncak Resepsi 1 Abad NU: Jokowi Sampaikan Permintaan Khusus ke Lembaga-lembaga Pendidikan NU

3 tahun ago

Popular News

  • Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. FOTO | Dok. Media PKB Jakarta

    DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Deras Bongkar Wajah Drainase Jakarta: 16 RT Terendam, Jalan Utama Lumpuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Interupsi PKB di Paripurna DPRD: RDF Rorotan Disorot, Bau Sampah Jadi Alarm Keras Kebijakan Tertunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek IPA Buaran III, Siap Layani Suplai Air Bersih untuk 300 Ribu Pelanggan Baru di Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

Tanggul Laut Raksasa
Feature

Politik Ekologis di Tengah Arus Perubahan Iklim: Menguji Eksistensi Klaim Green Party PKB di Tengah Krisis Lingkungan

27 Januari 2026
hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. FOTO | Dok. Media PKB Jakarta
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

29 April 2026
Hengky Wijaya
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

20 Januari 2026
Hengky Wijaya
PKBTalk24

Bahas RPIP DKI 2026–2046, PKB Tekankan Industri Halal, Ekonomi Hijau, dan Keadilan UMKM Jakarta

20 Januari 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com