• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
PKBTalk24.Com
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event
No Result
View All Result
PKBTalk24.Com
No Result
View All Result
Home Feature

NU, Zionisme, dan Bayang-Bayang Oportunisme

Redaksi by Redaksi
9 September 2025
in Feature, Opini
0
Akademi Kepemimpinan Nasional NU

Kegiatan AKN NU yang mengundang Peter Berkowitz di Jakarta. Peter Berkowitz adalah akademisi yang pro-Israel. (Dok. Peter Berkowitz)

0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsApp

KH Imam jazuli

Dalam satu dekade terakhir, Nahdliyyin sudah terlalu sering direpotkan menjaga nama baik organisasi. Mulai dari isu konsesi tambang, pemecatan sepihak pengurus, hingga kini tudingan pengaruh zionisme. Semua berakar dari satu virus yang sama, politik transaksional, pragmatis, dan oportunis.

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA *

PKBTalk24 | Cirebon ~ Senin, 8 September 2025, menjadi hari yang tak biasa bagi Nahdlatul Ulama. PBNU menerbitkan surat penghentian/penangguhan pelaksanaan AKN NU sekaligus membekukan kerja sama dengan Center for Shared Civilizational Values (CSCV). Surat bernomor 4368/PB.23/A.II.08.07/99/08/2025 ini ibarat sinyal darurat: ada yang salah, ada yang tidak beres.

Sebab, sejak awal, CSCV memang menuai kontroversi. Didorong oleh nama-nama besar seperti KH. A. Mustofa Bisri, KH. Yahya Cholil Staquf, Yaqut Cholil Qoumas, hingga akademisi internasional, lembaga ini semula tampak gagah—berwajah dialog antarperadaban. Namun di baliknya, CSCV justru membuka pintu samar bagi masuknya pengaruh zionisme ke tubuh NU.

Kehadiran tokoh-tokoh asing seperti Dr. Peter Berkowitz dalam forum Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU) menjadi titik balik. Publik mulai curiga, apa sebenarnya misi besar yang sedang dimainkan?

Politik Rangkap Jabatan dan Krisis Kepemimpinan

Masalah kian pelik ketika KH. Yahya Cholil Staquf tampil dengan dua wajah, Ketua Umum PBNU sekaligus Presiden CSCV. Bayangkan, ia bisa membuat nota kesepahaman dan program bersama NU–CSCV semudah menandatangani cek pribadi.

Yang lebih menyakitkan, Rais Aam KH. Miftachul Akhyar seolah memilih diam. Kritik publik baru digubris setelah gelombang protes menguat. Dalam kacamata manajemen, ini bukan sekadar pragmatisme politik, melainkan oportunisme kepemimpinan—membiarkan masalah membesar hanya demi kenyamanan kekuasaan.

Pertanyaan reflektifnya sederhana, jika NU yang lahir dari spirit moral dan perjuangan muassis bisa dibiarkan digelayuti aroma zionisme, lalu apa yang tersisa dari marwah Jam’iyah ini?

Oportunisme vs Khitthah NU

Dalam satu dekade terakhir, Nahdliyyin sudah terlalu sering direpotkan menjaga nama baik organisasi. Mulai dari isu konsesi tambang, pemecatan sepihak pengurus, hingga kini tudingan pengaruh zionisme. Semua berakar dari satu virus yang sama, politik transaksional, pragmatis, dan oportunis.

Padahal NU bukan sekadar organisasi massa. Ia adalah rumah spiritual, benteng moral, sekaligus penopang perjuangan Palestina. Membiarkan oportunisme berlanjut sama saja mengikis nilai paling luhur NU: keberpihakan pada yang tertindas.

Jalan Terjal Penyembuhan Citra NU

Menerbitkan surat penghentian memang solusi cepat. Tapi ini bukan terapi jangka panjang. Agar NU kembali bermartabat, ada tiga hal penting:

  1. Memutus mata rantai zionisme: hentikan total kerja sama dengan CSCV. NU tak butuh parasit ideologi.

  2. Kepemimpinan berintegritas: KH. Yahya Cholil Staquf dan KH. Miftachul Akhyar perlu mempertimbangkan mundur demi menyelamatkan NU. Kadang, melepaskan tahta adalah bentuk pengorbanan terbesar.

  3. Kembali ke Khitthah: arahkan kembali NU ke jalur moral dan idealisme muassis, bukan politik kekuasaan.

Mundur memang berat. Sejarah NU belum pernah mencatat Rais Aam yang rela meninggalkan jabatannya. Tetapi, sejarah juga tak pernah mengenal NU sebagai corong kepentingan zionisme. Dalam kaidah fikih: idza ijtama’a mafsadatani fa ‘alaikum bi akhaffihima—jika ada dua mudarat, pilihlah yang lebih ringan.

Lebih baik kehilangan jabatan daripada kehilangan marwah. (***)

__________

Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: #CSCV#KhitthahNU#Oportunisme#Palestina#Pragmatisme#ZionismenahdliyyinNU
Previous Post

Prabowo Reshuffle Kabinet: 4 Menteri Baru & 1 Wamen Dilantik, Menko Polkam dan Menpora Masih Kosong

Next Post

Gus Irfan Dilantik Jadi Menteri Haji dan Umrah Pertama di Indonesia: Dari Tebuireng ke Kabinet Prabowo

Next Post
Gus Irfan Yusuf

Gus Irfan Dilantik Jadi Menteri Haji dan Umrah Pertama di Indonesia: Dari Tebuireng ke Kabinet Prabowo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

ILUSTRASI | Dok. PKBTalk24

Heboh, NU Kultural Wajib Ber-PKB, NU Struktural Sak-karepmu!

3 tahun ago
KPU konferensi pers pembatalan Keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025 di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025). FOTO | Dok. Kumparan.com

KPU Batalkan Aturan Dokumen Capres Dirahasiakan, Afifudin: Bukan untuk Lindungi Pihak Tertentu

8 bulan ago

Popular News

  • Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. FOTO | Dok. Media PKB Jakarta

    DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Deras Bongkar Wajah Drainase Jakarta: 16 RT Terendam, Jalan Utama Lumpuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek IPA Buaran III, Siap Layani Suplai Air Bersih untuk 300 Ribu Pelanggan Baru di Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FGD Pra MLB NU Respon Keresahan Atas Kepempimpinan PBNU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

INFO HAJI & UMROH

hasbiallah Ilyas dan mohammad fauzi
PKBTalk Event

Hasbiallah Ilyas Kembali Nahkodai PKB Jakarta 2026–2031, Regenerasi dan Kerja Kerakyatan Jadi Fokus

30 April 2026
Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim. FOTO | Dok. Media PKB Jakarta
Berita PKB

DPP PKB Mulai Sosialisasikan SK Ketua DPW se-Indonesia, Gus Halim: Menang Itu Mudah, Mengelola Pemerintahan Tantangan Sesungguhnya

29 April 2026
Hengky Wijaya
Berita PKB

Bahas Ranperda P4GN, PKB Tegaskan Narkoba Musuh Kemanusiaan dan Ancaman Masa Depan Jakarta

20 Januari 2026
Hengky Wijaya
PKBTalk24

Bahas RPIP DKI 2026–2046, PKB Tekankan Industri Halal, Ekonomi Hijau, dan Keadilan UMKM Jakarta

20 Januari 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 16 RT terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 25 hingga 60 sentimeter. FOTO | Dok. istimewa
Berita Parlemen

Hujan Deras Bongkar Wajah Drainase Jakarta: 16 RT Terendam, Jalan Utama Lumpuh

30 April 2026

Newsletter

Dapatkan update Berita dan info terbaru dari PKBTalk24.com...

Category

  • Berita Eksekutif
  • Berita Parlemen
  • Berita PKB
  • Budaya Kita
  • Daerah
  • Dunia Usaha
  • Eco-Living
  • Ekbis
  • Ekonomi Syariah
  • Feature
  • Figure
  • Haji dan Umrah
  • Headline
  • Healthy Living
  • Humaniora
  • IKNNews
  • Khasanah Aswaja
  • NU Today
  • Nusantara
  • NUTrip
  • Opini
  • Pendidikan
  • PKBTalk Event
  • PKBTalk24
  • PolitisiTalks
  • Ruang Baca
  • SalebTalks
  • Santri Digital
  • UlamaTalks
  • Wawancara
  • WIBTalks
  • WITATalks
  • WITTalks
  • WomenTalks

About Us

Sebagai platform lierasi berita rintisan, PKBTalk24.com hadir dengan menggabungkan tiga unsur kebutuhan dasar pembaca, pembuat dan penyedian konten sosial media yang serba cepat dan instant, sekaligus edukasi seputar pentingnya informasi yang valid, terpercaya, utuh-menyeluruh sesuai kontek peristiwanya, selaras  kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga nilai berita dan informasi yang disampaikan tetap valid, relevan, dan bermakna.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Copyright pkbtalk24.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Feature
    • Opini
    • Khasanah Aswaja
    • Ruang Baca
    • Santri Digital
  • Figure
    • UlamaTalks
    • WomenTalks
    • PolitisiTalks
    • SalebTalks
  • Nusantara
    • Berita PKB
    • Berita Parlemen
    • Berita Eksekutif
    • NU Today
  • Daerah
    • IKNNews
    • WIBTalks
    • WITTalks
    • WITATalks
  • Ekbis
    • Ekonomi Syariah
    • Dunia Usaha
    • Haji dan Umrah
    • NUTrip
  • Humaniora
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    • Budaya Kita
    • Eco-Living
  • PKBTalk24
    • Wawancara
  • PKBTalk Event

© 2026 Copyright pkbtalk24.com